Drama Dekopin: Abal Bikin Renggang Upaya Damai?
Waduh, ada drama lagi nih di dunia perkoperasian! 😲 Kayaknya lagi rame banget soal Munas Dekopin, sampai bikin bingung, deh. Yuk, kita bedah bareng biar nggak ikut pusing!
Drama Dekopin: Abal-Abal Bikin Renggang Upaya Damai?¶
image just illustration
Awal Mula Kisruh:
Jadi gini, guys. Awalnya, Munas Dekopin yang sah udah digelar tanggal 18-21 Desember 2024 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta. Acaranya dihadiri perwakilan dari berbagai induk koperasi, Dekopinwil, dan Dekopinda se-Indonesia. Bahkan, ada juga tamu dari ASEAN Cooperative Organization. Mantap kan?
Nah, di Munas yang ini, terpilih lagi tuh Pak Nurdin Halid sebagai Ketua Umum Dekopin periode 2024-2029.
Muncul Munas Tandingan:
Eits, tapi jangan senang dulu. Beberapa hari kemudian, muncul deh tuh Munas tandingan, tanggal 27-29 Desember 2024, di Hotel Sultan, Jakarta. Katanya sih, ini Munas rekonsiliasi. Tapi, kok agak aneh ya?
Munas Rekonsiliasi yang Janggal:
Munas rekonsiliasi ini ternyata diusung oleh kubu Sri Untari, yang notabene sebelumnya udah ngadain Munas sendiri pada tanggal 1-3 Desember 2024 di Asrama Pondok Haji, Jakarta Timur. Dan, di Munas yang itu, udah kepilih tuh Ketua Umum baru, yaitu Prishkianto.
Bingung kan? Kok bisa tiba-tiba ada Munas rekonsiliasi lagi? Apalagi, Munas yang di Hotel Sultan ini kayaknya rame banget dihadiri anggota DPR-RI dan menteri-menteri. Tapi, kok kata para pegiat koperasi malah nggak mengakar pada gerakan koperasi yang sesungguhnya? 😟
Kata Para Tokoh Koperasi:
Para tokoh koperasi, seperti Dr. Agung Sudjatmoko, Assoc Prof Dr Walid, dan Mohammad Oskar, pada teks intinya juga menyayangkan adanya Munas yang mendadak dan terkesan abal-abal ini. Menurut mereka, Munas Dekopin yang sah ya yang di Ancol itu, yang udah ada agendanya dan legal.
Mereka juga bilang, Munas tandingan ini malah lebih kelihatan kayak “show of force” politik, bukan upaya rekonsiliasi yang beneran. Bahkan, mereka khawatir ini malah bisa merusak upaya damai yang udah dibangun.
Pemerintah Harus Tegas:
Mohammad Oskar malah menengarai, ada pembiaran dari pemerintah nih, karena membiarkan ada dua Munas. Padahal, pemerintah harusnya hadir sebagai penengah, bukan malah bikin bingung.
Rekonsiliasi dengan Siapa?
Dr Agung Sudjatmoko juga mempertanyakan, rekonsiliasi yang dimaksud itu sama siapa? Wong, kubu Nurdin Halid aja gak dikasih undangan, kok. Terus, Munas tandingan itu punya legal standing nggak? Soalnya, Munas Dekopin yang sah udah diakui sama pemerintah, lho.
Intinya:
Jadi, intinya, guys, ada dua kubu yang sepertinya lagi berseteru di Dekopin. Ada kubu Nurdin Halid yang sudah melakukan Munas yang sah, dan kubu Prishkianto yang kemudian mengadakan Munas tandingan dengan embel-embel rekonsiliasi. Tapi, kok malah terkesan nggak jelas gitu ya?
Kesimpulan¶
Nah, begitulah drama Dekopin kali ini. Rumit ya? Tapi, kita sebagai masyarakat yang peduli sama kemajuan koperasi, harus tetep aware dan ikut memantau. Semoga aja, ada jalan keluar yang terbaik buat semua pihak, dan Dekopin bisa kembali solid dan fokus memberdayakan ekonomi masyarakat.
Gimana pendapat kalian tentang drama Dekopin ini? Yuk, sharing di kolom komentar! Jangan lupa juga, stay tuned terus ya buat info-info menarik lainnya! Siapa tahu kita bisa bahas topik yang lebih seru lagi di lain waktu. 😉
Posting Komentar