Setelah 'Lenyap' Seabad, Tikus Tanah Emas Buta Muncul Lagi!

Table of Contents

Eh, ada kabar seru nih! Kalian pasti gak nyangka deh, ada hewan yang udah dianggap lenyap selama hampir seabad, eh, tiba-tiba muncul lagi! Penasaran? Yuk, kita bahas bareng-bareng!

Si Tikus Tanah Emas yang Bikin Geger!

Tikus Tanah Emas

Jadi gini, ceritanya ada tikus tanah emas yang namanya De Winton. Udah lama banget gak keliatan, terakhir kali tercatat secara resmi itu tahun 1936! Para ahli satwa liar sempat khawatir, jangan-jangan nih tikus udah beneran punah. Tapi, ternyata mereka salah!

Pencarian yang Penuh Perjuangan

Anjing Pelacak

Tim konservasionis dan genetika dari Endangered Wildlife Trust (EWT) dan Universitas Pretoria gak nyerah gitu aja. Mereka udah melakukan pencarian selama 2 tahun, loh! Pakai sampel DNA dan anjing pelacak segala. Keren banget, kan? Akhirnya, mereka berhasil nemuin si tikus langka ini di bukit pasir barat laut Afrika Selatan. Gokil! Sebelumnya, tikus ini cuma pernah ditemukan di daerah Port Nolloth, Cape utara.

Kenapa Sih Tikus Ini Langka?

Tikus Tanah Emas di Lingkungannya

Tikus tanah emas buta ini, atau yang juga dikenal sebagai mole, ukurannya kecil, mirip hamster. Bulunya juga unik, berkilau seperti pasir. Nah, mereka ini sukanya tinggal di liang yang susah diakses dan jarang banget keluar dari rumahnya. Makanya, susah banget nemuin mereka!

Metode Pencarian yang Unik

Buat identifikasi spesies ini, para ilmuwan gak cuma ngandalin penglihatan aja. Mereka menggunakan sampel DNA lingkungan (eDNA). Jadi, DNA yang ditinggalin hewan pas mereka gerak di lingkungannya, kayak sel kulit, rambut, atau kotoran, itu mereka teliti. Canggih, ya?

Tim peneliti bahkan sampai menjelajah habitat bukit pasir sejauh 18 kilometer setiap hari selama ekspedisi di bulan Juni 2021. Dengan bantuan anjing pelacak terlatih bernama Jessie, mereka berhasil mengumpulkan lebih dari 100 sampel tanah dari area yang diduga jadi tempat tinggal si tikus emas.

Harapan Baru untuk Konservasi

Penemuan ini memberikan harapan baru untuk upaya konservasi. Meski habitat alami tikus ini terancam oleh penambangan berlian, setidaknya kita tahu kalau tikus emas De Winton masih ada di muka bumi. Selain itu, penemuan ini juga nunjukin pentingnya penggunaan eDNA dalam konservasi spesies langka atau terancam punah.


Nama Hewan Terakhir Dilihat Lokasi Ditemukan Metode Pencarian
Tikus Tanah Emas De Winton 1936 Bukit pasir barat laut Afrika Selatan Sampel DNA dan anjing pelacak


Jadi, gimana menurut kalian? Keren banget kan kisah si tikus tanah emas ini? Jangan lupa buat bagikan artikel ini ke teman-teman kalian, ya. Siapa tahu mereka juga tertarik dengan kisah hewan langka yang bikin geger ini! Dan, kalau kalian punya pendapat atau informasi lain, jangan ragu buat komentar di bawah. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Posting Komentar