Guru di Medan Diduga Hukum Siswa Duduk di Lantai, Lapor Polisi!
Wah, ada berita heboh nih dari Medan! Seorang guru diduga menghukum siswanya dengan cara yang nggak biasa. Yuk, kita simak selengkapnya!
Guru Hukum Siswa Duduk di Lantai: Orang Tua Lapor Polisi!¶
image just illustration
Kabar nggak enak datang dari Medan, di mana seorang orang tua murid, Kamelia, melaporkan wali kelas anaknya ke polisi. Gara-garanya, si anak, MI (10), dihukum duduk di lantai kelas! Kok bisa ya? Ternyata, hukuman ini diberikan karena MI belum bayar uang SPP. Duh, padahal kan banyak cara lain ya, untuk mengingatkan orang tua murid.
Kronologi Kejadian¶
Kejadian ini bermula saat MI, yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD), dihukum oleh wali kelasnya, Hariyati, karena masalah tunggakan SPP. Bukan berdiri di depan kelas atau diberi tugas tambahan, MI malah disuruh duduk di lantai. Mungkin maksudnya supaya MI jera, tapi malah bikin orang tuanya naik pitam.
Kamelia, yang nggak terima anaknya diperlakukan seperti itu, langsung membuat laporan ke Polrestabes Medan pada Selasa, 14 Januari 2025. Laporannya terdaftar dengan Nomor: STTLP/B/132/I/2025/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA. Jadi, kasus ini benar-benar serius ya, bukan sekadar omongan belaka.
Tanggapan Pihak Kepolisian¶
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Gidion Arief Setyawan, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan bahwa pihaknya masih mempelajari kasus ini. “Laporannya terkait dugaan kekerasan terhadap anak. Terlapor guru yang menghukum korban duduk di lantai,” ujar Gidion kepada wartawan pada Kamis, 16 Januari 2025.
Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa setiap laporan akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Mereka akan mendalami kasus ini lebih lanjut untuk mengetahui duduk perkaranya.
Dampak Psikologis Pada Anak¶
Meskipun sudah ada upaya damai, Kamelia tetap bersikeras melaporkan kejadian ini ke polisi. Alasannya, psikis anaknya terganggu. Gara-gara video hukuman tersebut viral, MI jadi malu dan nggak mau lagi sekolah.
“Anak saya terkena psikis karena videonya viral. Malu dia diejek temannya, gak mau sekolah lagi dia. Saya syok,” kata Kamelia dengan nada sedih.
Kuasa hukum Kamelia, Rambo Silalahi, menambahkan bahwa tindakan wali kelas MI ini diduga melanggar hukum perlindungan anak. “Yang kita laporkan dugaan kekerasan psikis si anak (MI) dan yang kita laporkan adalah guru yang memberikan hukuman itu,” jelas Rambo.
Pentingnya Perlindungan Anak¶
Kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya perlindungan anak. Hukuman yang diberikan kepada anak haruslah bersifat mendidik, bukan malah merusak psikis mereka. Sekolah dan guru seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang.
Kesimpulan
Kisah MI ini benar-benar menyentuh hati ya. Semoga kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Jangan sampai ada lagi kejadian serupa di masa mendatang. Kekerasan dalam bentuk apapun, apalagi pada anak-anak, tidak bisa dibenarkan. Mari kita jadikan lingkungan pendidikan sebagai tempat yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
Bagaimana pendapatmu tentang kasus ini? Yuk, kita berdiskusi di kolom komentar! Jangan lupa untuk terus ikuti berita terkini dan jangan ragu untuk berbagi informasi yang bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!
Posting Komentar