Indonesia Juara Tangkap Hiu, Sayang Data & Pengawasan Bobrok!
Wih, gawat nih! Indonesia ternyata juara banget soal tangkap hiu, tapi kok bisa ya data dan pengawasannya masih bobrok? Yuk, kita bedah bareng-bareng!
Indonesia: Raja Tangkap Hiu, Tapi…¶
image just illustration
Dinarsa Kurniawan dari JawaPos.com nulis artikel yang cukup bikin kita mikir keras. Ternyata, Indonesia itu nomor satu lho dalam urusan nangkepin hiu. Bayangin aja, tiap tahun kita nangkep sekitar 110.737 ton hiu, itu setara dengan 16,8 persen dari seluruh tangkapan hiu di dunia! Gede banget kan? Padahal, total tangkapan hiu di seluruh dunia cuma sekitar 600.000 ton per tahun.
Kenapa Hiu dan Pari Diburu?¶
Nah, kenapa sih hiu dan pari ini jadi incaran? Ternyata, dua jenis ikan ini punya nilai ekonomi yang tinggi banget. Permintaan di pasar global juga tinggi, apalagi sirip hiu yang dipercaya punya khasiat. 90 persen sirip hiu diekspor, kebanyakan ke negara-negara Asia Timur kayak Hongkong, Tiongkok, dan Taiwan. Sementara, dagingnya sih lebih banyak buat konsumsi lokal.
| Komoditas | Penggunaan Utama |
|---|---|
| Sirip Hiu | Diekspor (Asia Timur) |
| Daging Hiu | Konsumsi Lokal |
Area Penangkapan¶
Kata Selvia Oktaviyani dari BRIN, area penangkapan hiu dan pari itu hampir ada di seluruh Indonesia, tapi yang paling gede itu di barat Sumatera dan selatan Jawa. Lautan Hindia aja menyumbang 20% dari total tangkapan hiu secara nasional. Yang sering ditangkep itu spesies pelagis kayak hiu martil dan hiu lanjaman. Kalau di perairan dangkal antara Kalimantan dan Sumatera atau Jawa, lebih banyak pari-parian yang kena.
Regulasi Sudah Ada, Tapi…¶
Pemerintah lewat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga udah bikin berbagai regulasi, kayak kuota penangkapan dan ekspor. Ada juga mekanisme khusus buat pengusaha yang mau ekspor hiu dan pari, termasuk persyaratan dokumen dan kesehatan. Bahkan ada juga aturan terkait spesies yang dilindungi dalam CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora). Jadi, kalau ada spesies yang dilindungi, itu gak bisa sembarangan ditangkep dan diperdagangkan.
Tapi, meskipun regulasinya sudah ada, kenyataannya masih banyak kendala di lapangan. Mulai dari tingkat nelayan sampai eksportir. Pengawasan juga jadi masalah karena wilayah perairan Indonesia yang luas banget, tapi SDM pengawasnya masih kurang. Selain itu, data tentang kondisi hiu dan pari di Indonesia juga masih terbatas. Jadi, susah untuk menentukan apakah sudah terjadi overfishing atau belum.
Pemerintah Berusaha, Tapi Belum Sempurna¶
Dr. Fahmi dari BRIN juga bilang kalau kondisi pengelolaan hiu dan pari di Indonesia sekarang udah jauh lebih baik dibanding 10 tahun lalu. Upaya-upaya pengelolaan udah banyak dilakukan, tapi ya itu tadi, belum sepenuhnya ideal.
Kesimpulan dan Aksi Kita¶
Intinya, Indonesia memang punya potensi besar dalam perikanan hiu dan pari, tapi kita juga punya tanggung jawab untuk menjaga kelestariannya. Perlu ada perbaikan dalam hal pendataan, pengawasan, dan implementasi regulasi. Jangan sampai karena keuntungan ekonomi jangka pendek, kita malah kehilangan kekayaan laut kita di masa depan.
Gimana menurut kamu? Yuk, kita diskusikan di kolom komentar! Jangan lupa juga untuk selalu mencari informasi lebih lanjut tentang isu-isu lingkungan di sekitar kita. Dengan begitu, kita bisa lebih bijak dalam bertindak dan berkontribusi untuk menjaga bumi kita. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!
Posting Komentar