Korban Penganiayaan Iptu M Yunus: Bantah Damai, Pilih Lanjut Proses Hukum!

Table of Contents

Waduh, ada berita heboh nih! Kasus penganiayaan yang melibatkan oknum polisi di Prabumulih, Sumatera Selatan, lagi jadi perbincangan hangat. Keluarga korban nggak terima damai, dan memilih untuk melanjutkan proses hukum. Penasaran? Yuk, kita bedah beritanya lebih dalam!

Keluarga Korban Tegas: Nggak Ada Damai!

Korban Penganiayaan Iptu M Yunus: Bantah Damai, Pilih Lanjut Proses Hukum!
image just illustration

Awalnya, sempat beredar kabar kalau keluarga Jauhari (45), korban penganiayaan oleh Iptu M Yunus, udah berdamai. Tapi, anak Jauhari, Rini Ulandari, dengan tegas membantahnya. “Kami pihak keluarga tidak berdamai,” kata Rini, dikutip dari Tribunsumsel.com. Jadi, jelas ya, nggak ada kata damai dalam kasus ini. Keluarga korban memilih untuk menempuh jalur hukum demi keadilan.

Tanggung Jawab Polres Prabumulih dan Janji Kapolres

Pihak Polres Prabumulih, melalui Rini, berjanji akan bertanggung jawab penuh atas pengobatan dan kerugian yang dialami Jauhari. Selain itu, keluarga korban juga masih menunggu janji Kapolres Prabumulih, AKBP Endro Aribowo, yang katanya bakal mencopot Iptu M Yunus dari jabatannya.

Langkah Cepat Kapolres

Ternyata, janji Kapolres bukan omong kosong belaka. AKBP Endro Aribowo sudah mencopot Iptu M Yunus dari jabatan Kepala Seksi Hukum Polres Prabumulih. “Hari ini saya sudah mencopot yang bersangkutan (MY-red) dari jabatannya Kasikum (Kepala Seksi Hukum) Polres Prabumulih,” ujarnya. Tindakan ini langsung dilaporkan ke Kapolda Sumsel dan sudah menunjuk pejabat pengganti.

Kronologi Kejadian: Tendangan Polisi dan Pengakuan Korban

Kejadian penganiayaan ini terjadi pada Senin, 13 Januari 2025. Awalnya, Jauhari mengalami kecelakaan kecil dengan motor Iptu M Yunus. Nah, bukannya membantu, Iptu M Yunus malah menendang Jauhari hingga hidungnya berdarah.

Berikut pengakuan Jauhari terkait kejadian tersebut:

“Saat itu saya mau menyeberang ke Indomaret, saya sudah sangat lambat sekali. Setelah nyeberang tiba-tiba dari arah Palembang bapak itu dengan motor menabrak saya,” kata Jauhari.

“Saat itu saya kesakitan karena terjatuh tapi tidak berdarah, lalu pak polisi itu menghampiri dan langsung menendang muka saya, kejadiannya cepat,” tambahnya.

Akibat tendangan tersebut, Jauhari mengalami luka di bibir dan hidung berdarah. Warga sekitar pun membantu dengan memberikan tisu dan air.

Iptu M Yunus Diperiksa Setelah Sembuh

Kapolres Prabumulih juga menyampaikan rasa prihatin atas tindakan oknum polisi tersebut dan meminta maaf kepada keluarga Jauhari. Meskipun Iptu M Yunus sedang dirawat di rumah sakit dan akan menjalani operasi karena patah tulang, Kapolres menegaskan bahwa proses pemeriksaan akan tetap dilakukan setelah Iptu M Yunus sembuh. “Kami tetap komitmen setelah yang bersangkutan sembuh akan diperiksa sesuai disiplin undang-undang dan kode etik berlaku,” tegas Kapolres.

Pelajaran Berharga

Kejadian ini menjadi pembelajaran bagi jajaran Polres Prabumulih agar tidak ada lagi anggota yang bertindak arogan dan menyakiti masyarakat. Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa hukum harus ditegakkan dengan adil dan setara untuk semua orang.

Gimana menurut kalian tentang kasus ini? Apakah tindakan pihak kepolisian sudah cukup tegas? Jangan ragu untuk memberikan pendapat kalian di kolom komentar di bawah ya! Kita tunggu juga update selanjutnya dari kasus ini. Sampai jumpa di berita menarik lainnya!

Posting Komentar