Mesir Cemas Pemberontak Kuasai Suriah, Ada Apa?

Table of Contents

Wih, ada berita seru nih! Mesir lagi deg-degan gara-gara perubahan politik di Suriah. Gimana ceritanya? Yuk, kita simak bareng-bareng!

Mesir Ketar-Ketir: Pemberontak Kuasai Suriah, Ada Apa Gerangan?

Mesir Cemas Pemberontak Kuasai Suriah, Ada Apa?
image just illustration

Jadi, ceritanya gini, guys. Pemerintah Mesir lagi khawatir banget nih sama situasi di Suriah. Kenapa? Soalnya, kelompok pemberontak Hayat Tahrir al-Shalam (HTS) berhasil merebut kekuasaan setelah ngegulingin rezim Bashar al-Assad. Nah loh, ini bukan masalah sepele, ya kan?

Hubungan Mesir dan Suriah yang Renggang

Mesir, yang selama 11 tahun terakhir dukung habis-habisan pemerintahan Assad, sekarang jadi mikir-mikir lagi nih. Mereka khawatir banget dampak dari perubahan kekuasaan ini ke hubungan kedua negara. Merissa Khurma dari Wilson Center bilang, “Bagi Mesir, hal ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran, terutama mengingat sejarah Ikhwanul Muslimin di negara tersebut.” Jadi, intinya ada trauma masa lalu yang bikin Mesir jadi was-was gitu deh.

Beberapa negara Arab lain sih langsung gercep approach pihak berwenang baru di Damaskus. Tapi, Kairo malah lebih hati-hati. Bahkan, setelah sebelumnya dukung Assad, Menlu Mesir Badr Abdelatty baru nelpon mitranya di Suriah tiga minggu kemudian. Itu pun dia cuma minta pihak berwenang yang baru buat lebih “inklusif”. Kayak kode keras gitu ya?

Bantuan Kemanusiaan dan Pernyataan Presiden Sisi

Meski rada was-was, Mesir tetap kirim bantuan kemanusiaan kok. Sebuah pesawat bantuan Mesir mendarat di Damaskus, bawa bantuan pertama sejak Assad digulingkan. Sementara itu, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi belum kasih komentar tegas. Dia cuma bilang, “Mereka yang membuat keputusan di Suriah adalah rakyat negara itu.” Kata-kata bijak seorang presiden, ya kan?

Kekhawatiran dan Pengamanan di Dalam Negeri

Mirette Mabrouk, seorang peneliti senior di Institut Timur Tengah, bilang reaksi Mesir memang sangat hati-hati. Menurutnya, ada aktor non-negara dan kelompok Islamis yang jadi ancaman bagi Mesir. Oleh karena itu, Kairo juga bergerak buat cegah kemungkinan kerusuhan di dalam negeri.

Pasukan keamanan bahkan sampai nahan 30 warga Suriah yang merayakan kejatuhan Assad, dan beberapa di antaranya bakal dideportasi. Pemerintah juga memperketat aturan visa buat warga Suriah. Ya, namanya juga waspada, kan?

Media dan Kekuatan di Balik Gejolak Suriah

Media pemerintah Mesir juga ikutan main peran nih. Mereka nyiarin montase soal stabilitas Mesir, sambil nyisipin pidato Sisi tahun 2017 yang bilang kalau kekuatan di balik perang Suriah bisa aja ngalihin pandangan ke Mesir. Jadi kayak ada konspirasi vibe-nya gitu, ya.

“Musuh dalam Selimut” dan Musim Semi Arab

Masalah makin rumit ketika foto pemimpin baru Suriah Ahmed al-Sharaa berpose dengan Mahmoud Fathi, tokoh Ikhwanul Muslimin yang dijatuhi hukuman mati, beredar. Duh, ini mah kayak lagi nyari gara-gara, ya. Aktivis oposisi Mesir, Abdul Rahman al-Qaradawi, juga ditangkap di Lebanon karena ikut merayakan kejatuhan Assad. Padahal dia pengennya ada pembaharuan protes Musim Semi Arab kayak dulu.

Intinya, banyak banget drama di balik pergantian kekuasaan di Suriah ini. Mesir jadi salah satu negara yang paling kena imbasnya.

Gimana menurut kalian? Apakah Mesir bakal beneran aman dari dampak gejolak politik di Suriah? Atau bakal ada kejutan lainnya? Jangan ragu buat kasih komentar kalian ya! Dan jangan lupa, pantengin terus berita seru lainnya di sini!

Posting Komentar