Nuklir Indonesia: 60 Tahun On-Off, Sekarang Gaspol Lagi!

Table of Contents

Oke, siap! Mari kita olah data berita nuklir ini menjadi artikel yang menarik dan mudah dicerna.

Nuklir Indonesia: Dari Mimpi Soekarno Hingga Target 2032, Beneran Gaspol?

Hai, teman-teman! Pernah nggak sih ngebayangin Indonesia punya pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) sendiri? Kayaknya keren, ya? Nah, ternyata isu nuklir di Indonesia ini udah kayak sinetron, lho. Maju-mundur cantik, penuh drama, tapi tetap bikin penasaran. Yuk, kita bahas lebih dalam!

Nuklir Indonesia

image just illustration

Awal Mula Mimpi Nuklir di Indonesia

Ceritanya dimulai dari zaman Presiden Soekarno. Beliau, sebagai seorang insinyur, melihat nuklir sebagai potensi besar untuk energi Indonesia sejak awal kemerdekaan. Bahkan, beliau sampai berniat bikin bom atom sendiri! Gokil, ya? Tapi, tenang, niatnya untuk tujuan damai kok, bukan buat nakut-nakutin tetangga. Soekarno juga mendirikan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) pada tahun 1964. Ini lembaga nuklir tertua di Asia, lho! Keren!

Sayangnya, mimpi Soekarno ini nggak langsung jadi kenyataan. Gonta-ganti presiden, gonta-ganti juga kebijakan. Tapi, semangat untuk memanfaatkan nuklir sebagai sumber listrik tetap membara, meskipun kadang redup kayak lampu kamar kos kalau pas mati listrik.

Era Soeharto: PLTN Jadi Pertimbangan, Tapi…

Presiden Soeharto juga punya ketertarikan dengan PLTN sebagai sumber energi alternatif. Meski ada resistensi, BATAN tetap diminta untuk meneliti lokasi yang cocok untuk pembangunan PLTN pertama. Tapi, karena booming minyak dan batubara, serta adanya penolakan publik, isu PLTN jadi agak meredup di era Orde Baru.

SBY dan Ambisi 35GW yang Membawa Angin Segar

Di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ambisi nuklir kembali menggeliat. SBY punya proyek ambisius listrik 35GW dan nuklir pun kembali dilirik. Bahkan, SBY sampai datengin Ketua IAEA (Badan Energi Atom Dunia) untuk diskusi soal potensi nuklir di Indonesia. Tapi sayangnya, sampai SBY lengser, PLTN impian belum juga terwujud. Pemerintah justru mengeluarkan peraturan yang menyebutkan kalau nuklir itu “opsi terakhir” dalam meningkatkan ketahanan energi. Hmm, agak bikin mikir, ya?

Jokowi dan UU Cipta Kerja yang Bikin Nuklir Kembali ‘Sekseh’

Di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo, isu nuklir kembali mencuat. UU Cipta Kerja (UU 11/2020) ternyata juga mengatur soal PLTN, lho! Tujuannya untuk mempermudah perizinan dan mempercepat investasi di sektor nuklir. Intinya, biar regulasi nggak ribet dan proyek nuklir bisa ngebut.



Presiden Kebijakan Terkait Nuklir
Soekarno Mimpi nuklir untuk energi dan bom atom. Pendirian BATAN.
Soeharto PLTN sebagai opsi, tapi terhambat booming migas dan resistensi publik.
SBY Ambisisi listrik 35GW, nuklir kembali dilirik, namun belum terealisasi PLTN.
Jokowi UU Cipta Kerja permudah perizinan dan investasi sektor nuklir.

RUKN: Target PLTN Mulai Beroperasi 2032!

Nah, ini dia yang paling bikin penasaran! Kementerian ESDM baru aja merilis Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) yang menyebutkan target operasi PLTN sebagai produsen listrik mulai tahun 2032! Lokasi pertama yang ditunjuk adalah Pulau Bangka-Belitung. Tapi, pas ditanya soal ini, Menteri ESDM malah jawab “Aku nggak tahu”. Lho? Ini beneran gaspol atau cuma php?

ThorCon Optimis, Tapi IESR Meragukan

Perusahaan ThorCon Power Indonesia optimis kalau PLTN di Babel bisa beroperasi sesuai target. Mereka bahkan sudah siap mengajukan proposal resmi. Tapi, Direktur IESR (Lembaga pemerhati kebijakan energi) malah meragukan. Katanya, masih banyak aturan resmi yang harus dibenahi, termasuk soal payung hukum dan pembiayaan proyek. Jadi, kayaknya masih ada PR yang harus diselesaikan nih.

Mari Kita Kawal Bersama!

Gimana, teman-teman? Seru kan perjalanan nuklir Indonesia ini? Dari mimpi Soekarno sampai target 2032, penuh liku dan drama. Apakah kali ini PLTN benar-benar bisa terwujud? Kita semua sebagai warga negara harus ikut mengawal dan memberikan masukan. Jangan sampai proyek ini jadi wacana atau proyek mercusuar yang nggak jelas.

Yuk, berikan pendapatmu di kolom komentar! Kita bisa diskusi lebih lanjut tentang nuklir Indonesia ini. Jangan lupa juga untuk terus pantengin artikel-artikel menarik lainnya di sini. Siapa tahu, nanti kita bisa sama-sama menyaksikan PLTN pertama Indonesia beroperasi! Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Posting Komentar