Pengakuan Ilham, Pawang Hujan Banyuwangi: Pernah "Menjinakkan" Cuaca di IKN!
Hai, gaes! Ada cerita seru nih dari Banyuwangi. Ternyata, ada pawang hujan yang nggak cuma jago di kampung halaman, tapi juga sampai ke level nasional, bahkan pernah “menjinakkan” cuaca di IKN! Penasaran? Yuk, kita simak bareng-bareng!
Ilham, Sang Pawang Hujan dari Banyuwangi¶
image just illustration
Kalian pernah lihat orang yang baca-baca mantra sambil pegang keris dan sesajen di pinggir lapangan? Nah, di Stadion Diponegoro Banyuwangi, ada sosok Ilham Triadi Negoro, pria 58 tahun yang dikenal sebagai pawang hujan. Bukan pawang hujan biasa, lho! Ilham ini sudah malang melintang di dunia per-pawang-hujanan hingga level nasional. Keren, kan?
Awal Mula Menjadi Pawang Hujan¶
Ilham cerita, dia mulai menekuni profesi ini sejak tahun 2006. Awalnya, dia membeli keris dari pemilik yang sudah meninggal. Uniknya, salah satu dari enam kerisnya punya “pamor singkir” yang konon bisa menangkal atau mengalihkan hujan dan angin. Wah, hebat!
“Beli dari seseorang mengganti dari orang yang sudah meninggal. Ada enam keris, salah satunya ada keris yang memiliki pamor sebagai ‘singkir’ yang bisa menangkal atau mengalihkan hujan atau angin,” kata Ilham.
Bukan Sekadar Spontanitas¶
Ilham juga menjelaskan, jadi pawang hujan itu nggak bisa sembarangan. Dia harus mempersiapkan semuanya dengan matang, nggak bisa cuma spontan. Kalau asal-asalan, badannya bisa sakit semua! Jadi, harus ada konsep yang jelas dari malam harinya.
Pengalaman di IKN¶
Nah, ini yang paling menarik! Ilham cerita pengalaman terbaiknya adalah ketika membantu percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dia diminta oleh Kementerian PUPR untuk “menjinakkan” cuaca di sana selama bulan Juli sampai Agustus 2024.
“Di bulan Juli sampai Agustus 2024 saya membantu percepatan pembangunan di IKN atas permintaan Kementerian PUPR,” ujar Ilham.
Ternyata, di hutan lebat IKN yang luasnya 80 hektar, banyak tantangan mistis yang harus dia hadapi. Untungnya, dia cuma menemui tantangan itu di dalam mimpi. Gimana nggak merinding coba!
Tantangan di Lapangan¶
Ilham juga menceritakan kesulitan saat memitigasi cuaca di pertandingan babak 32 besar Liga 4 Jatim di Stadion Diponegoro Banyuwangi. Meskipun berat karena hujan, dia tetap berusaha untuk membuat semuanya lancar.
Kesimpulan¶
Kisah Ilham, pawang hujan dari Banyuwangi, ini memang menarik banget, ya. Selain punya kemampuan “menjinakkan” cuaca, dia juga punya pengalaman yang nggak main-main, sampai ke IKN segala. Dia membuktikan bahwa kearifan lokal itu memang ada dan bisa diandalkan.
Gimana menurut kalian, guys? Komen di bawah, ya! Jangan lupa, kalau kalian punya cerita menarik lainnya, boleh juga share di kolom komentar. Sampai jumpa di artikel berikutnya!
Posting Komentar