Pengembang Incar REIT Modern: Cara Jitu Putar Modal & Ekspansi Bisnis!
Eh, ada berita seru nih buat kamu yang suka dunia properti! Para pengembang lagi pada putar otak cari cara buat ngembangin bisnis mereka, dan ternyata ada satu strategi yang lagi hits, yaitu REIT! Penasaran? Yuk, kita bedah satu per satu.
Masalah Klasik Pengembang: Aset Banyak, Kas Seret!¶
image just illustration
Biasanya nih, para pengembang properti itu punya banyak aset, mulai dari perumahan, apartemen, sampai gedung perkantoran atau mall. Tapi, seringkali mereka kekurangan uang tunai alias kas. Pendapatan mereka sih biasanya dari penjualan properti atau dari sewa, tapi kadang nggak cukup buat putar modal dan ekspansi. Nah, di sinilah masalah mulai muncul.
Menurut pakar real estate dari Universitas Cornell, Abdullah Syarifuddin, properti yang nilainya fantastis itu pembelinya juga terbatas. Jadi, pengembang butuh cara biar aset mereka bisa lebih produktif.
REIT: Jurus Jitu Putar Modal¶
Jadi, apa sih REIT itu? REIT atau Real Estate Investment Trust adalah skema yang memungkinkan pengembang untuk menjual sebagian kepemilikan properti mereka ke publik, tanpa harus kehilangan semua manfaat ekonomi dari properti tersebut. Jadi, ibaratnya, pengembang punya mall seharga Rp 10 triliun, dan dia jual sebagian saham mall tersebut untuk dapat modal, tapi dia masih dapat bagian keuntungan dari mall itu.
Gimana caranya? Mereka bikin semacam “wadah” investasi yang disebut REIT. Nah, properti mereka dimasukkan ke dalam wadah itu. Kemudian, “wadah” ini menerbitkan saham yang bisa dibeli oleh investor. Uang dari investor ini yang dipakai pengembang buat ekspansi bisnis atau proyek lainnya.
Keuntungan REIT untuk Pengembang¶
- Modal Segar: Pengembang dapat dengan cepat memperoleh modal tanpa harus menjual seluruh asetnya.
- Ekspansi Bisnis : Modal yang didapat bisa digunakan untuk mengembangkan proyek-proyek baru di lokasi strategis.
- Pendapatan Berkelanjutan: Pengembang masih dapat bagian dari keuntungan properti melalui dividen.
Contoh Kasus: Pengembang X dan Mall Megah¶
Abdullah Syarifuddin memberikan contoh konkret. Misalnya, ada pengembang X punya mall di pusat kota senilai Rp 10 triliun. Lewat skema REIT, pengembang ini bisa menyerahkan mall-nya ke REIT dan menukarkannya dengan 10 juta lembar saham dengan harga Rp1 juta per saham.
Kemudian, pengembang X bisa jual 4 juta lembar sahamnya ke publik untuk dapat modal Rp 4 triliun. Dia masih punya 6 juta lembar saham, jadi tetap kebagian dividen dari keuntungan mall tersebut.
| Aksi | Keterangan |
|---|---|
| Pengembang X punya Mall 10 Triliun | Mall di Masukan Ke REIT |
| REIT Terbitkan 10 juta lembar saham | Harga per lembar saham Rp 1 Juta |
| Pengembang X Jual 4 juta lembar saham | Mendapatkan Dana Rp 4 Triliun |
| Pengembang X Masih Punya 6 Juta Lembar Saham | Mendapatkan Dividen dari Keuntungan Mall |
| Ini cuma ilustrasi saja ya, biar lebih mudah dipahami. |
Pajak dan Keuntungan Negara¶
Nggak cuma pengembang yang untung, negara juga kebagian rejeki dari skema REIT ini. Saat pengembang jual lembar saham REIT, negara bisa kenakan pajak penjualan saham sebesar 2,5 persen. Jadi, dari contoh pengembang X jual 4 juta lembar saham, negara bisa dapat pajak Rp100 miliar. Keren kan?
Abdullah juga bilang, tanpa REIT, pajak penjualan properti hanya bisa dipungut kalau pengembang jual asetnya secara langsung. Tapi, dengan REIT, transaksi jual beli saham jadi lebih sering, jadi potensi penerimaan pajak juga meningkat.
REIT vs. DIRE di Indonesia¶
Sebenarnya, Indonesia juga punya instrumen serupa, yaitu Dana Investasi Real Estat (DIRE). Tapi, DIRE ini belum sepenuhnya modern dan masih punya kendala dari sisi inefisiensi, struktur bisnis, dan perpajakan. Makanya, skema ini belum optimal.
Kesimpulan¶
REIT adalah solusi yang cerdas buat para pengembang properti yang pengen putar modal dan ekspansi bisnis. Selain itu, REIT juga bisa mendatangkan keuntungan bagi investor dan negara. Jadi, win-win solution kan?
Gimana, seru kan bahasan kita kali ini? Nah, sekarang giliran kamu nih! Kalau ada pendapat atau pertanyaan, jangan ragu untuk tulis di kolom komentar ya. Siapa tahu, kita bisa diskusi lebih lanjut dan dapat ilmu baru lagi. Jangan lupa juga untuk kunjungi lagi blog ini buat dapetin info-info menarik lainnya!
Posting Komentar