Prioritas Keluarga Terbalik: Rokok Dibeli, Gizi Anak Terlupakan?

Table of Contents

Woke! Guys, pernah gak sih kalian mikir, “Kok bisa ya, orang lebih milih beli rokok daripada makanan bergizi buat anaknya?” Nah, ternyata itu bukan cuma pikiran kita aja, lho. Ada data yang bikin kita geleng-geleng kepala! Yuk, kita bedah bareng-bareng masalah ini!

Prioritas yang Bikin Elus Dada

Prioritas Keluarga Terbalik: Rokok Dibeli, Gizi Anak Terlupakan?
image just illustration

Survei yang Memprihatinkan

Jadi, guys, menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2023, keluarga di kuintil 1 (alias keluarga termiskin) itu, pengeluaran buat rokok dan produk tembakau tuh sama besarnya kayak pengeluaran buat protein hewani kayak telur, ayam, atau daging. Gak heran, ini bikin banyak pihak prihatin, termasuk Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi.

Bukan Cuma Rokok, Masalah Gizi Juga Kompleks!

Masalahnya gak cuma soal rokok aja, teks! Tantangan di bidang gizi tuh makin kompleks dan beragam, mulai dari gizi kurang, kekurangan mikronutrien, sampai overweight alias obesitas. Miris banget kan?

Ini nih masalah-masalah gizi yang lagi kita hadapi:

  • Gizi kurang (undernutrition)
  • Kekurangan mikronutrien
  • Overweight atau obesitas

Dan yang paling parah, stunting pada balita mencapai 21,5 persen! Gak cuma itu, masalah gizi kurang pada balita juga masih tinggi, yaitu 8,5 persen. Lalu, anemia pada remaja mencapai 16,3 persen dan ibu hamil 27,7 persen. Belum lagi masalah overweight pada remaja yang angkanya 12,1 persen. Ini semua bikin kualitas SDM kita terancam.

Pola Makan yang Bikin Khawatir

Pola makan masyarakat Indonesia juga bikin kita khawatir, teks. Konsumsi protein hewani pada balita masih rendah, cuma 21,6 persen. Sedangkan, konsumsi minuman manis tinggi banget, sampai 52 persen. Makanan asin 32 persen, makanan instan 11 persen, dan penggunaan penyedap rasa sampai 78 persen. Bahkan, 65 persen masyarakat Indonesia cenderung gak sarapan setiap hari. Waduh!

Perlu Perubahan!

Gimana caranya biar kita bisa memperbaiki ini semua? Salah satu upaya penting adalah mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang mengandung banyak gula, garam, dan lemak. Kita juga harus meningkatkan konsumsi makanan bergizi seimbang yang mencakup beragam jenis makanan, termasuk sayur, buah, dan lauk yang kaya protein.

Yuk, Bergerak!

Ini bukan cuma masalah pemerintah atau petugas kesehatan, tapi juga masalah kita semua. Mari kita mulai dari diri sendiri dan keluarga kita untuk lebih peduli sama gizi. Jangan sampai rokok lebih diprioritaskan daripada kesehatan anak-anak kita.

Bagaimana pendapat kalian tentang masalah ini? Yuk, share opini atau pengalaman kalian di kolom komentar! Jangan lupa juga untuk follow kita untuk informasi menarik lainnya. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Posting Komentar