Bandar Lampung Gerah: Banjir Nggak Beres, Warga Tagih Janji Walkot!
Wih, Bandar Lampung lagi nggak baik-baik aja nih! Banjir terus melanda, dan warga mulai geregetan sama janji-janji manis dari Walkot! Yuk, kita bedah lebih dalam apa yang sebenarnya terjadi.
Bandar Lampung Diterjang Banjir: Warga Geram Tagih Janji!¶
image just illustration
Kabar nggak enak datang dari Bandar Lampung. Setelah diterjang banjir berulang kali, warga mulai angkat bicara soal kinerja pemerintah kota. Mereka merasa anggaran malah banyak dialokasikan untuk proyek-proyek yang kurang prioritas, sementara masalah banjir seolah diabaikan.
Proyek Mercusuar di Tengah Bencana?¶
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, baru-baru ini meresmikan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Milenial dengan biaya sekitar Rp 20 miliar. Selain itu, ada juga rencana pembangunan flyover, jembatan gantung, dan Menara Chinatown yang menelan anggaran hingga puluhan miliar rupiah.
Padahal, menurut warga, anggaran untuk normalisasi sungai cuma Rp 10 miliar. Kontras banget, kan?
Dampak Banjir Makin Parah¶
Banjir pada Januari 2025 melanda 16 dari 20 kecamatan di Bandar Lampung. Lebih dari 14 ribu rumah terdampak, dan ribuan warga harus mengungsi. Tragisnya, ada korban jiwa dalam musibah ini.
Bulan Februari pun nggak kalah memprihatinkan. Ribuan rumah kembali terendam, dan lagi-lagi ada warga yang meninggal dunia. Ini jelas bukan kondisi yang bisa dianggap enteng!
Suara Warga Menggema¶
Ridwan, warga Tanjung Senang, mengungkapkan kekesalannya. Dia mempertanyakan urgensi pembangunan JPO yang dianggap hanya bermanfaat bagi ASN. “Cobalah fokus pada banjir, kalaupun mau buat infrastruktur, baiknya perbaiki jalan-jalan,” ujarnya.
Ia juga berharap tidak ada lagi korban jiwa akibat banjir. “Kami nggak butuh bantuan makanan itu, kami butuh gimana caranya nggak banjir lagi,” tegasnya.
WALHI Lampung Ikut Bersuara¶
Direktur WALHI Lampung, Irfan Tri Musri, menyoroti buruknya pengelolaan lingkungan di Bandar Lampung sebagai penyebab utama banjir. Minimnya ruang terbuka hijau, tata kelola kota yang kurang baik, dan sistem drainase yang buruk menjadi faktor pemicu.
“Jika tata kelola lingkungan tidak segera diperbaiki dan langkah-langkah mitigasi tidak diambil, bencana banjir seperti ini akan terus berulang,” kata Irfan.
LBH Bandar Lampung Kritik Pedas¶
Kadiv Advokasi LBH Bandar Lampung, Prabowo Pamungkas, menilai bahwa tidak ada perkembangan signifikan di periode kedua kepemimpinan Eva Dwiana. Ia menyoroti penyusutan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang drastis, mengubah Bandar Lampung menjadi “kota beton”.
“Minimnya RTH tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga memicu berbagai masalah lingkungan seperti banjir,” jelas Prabowo. Ia menambahkan bahwa RTH di Bandar Lampung bahkan tidak mencapai 5% dari total luas wilayahnya.
Tuntutan untuk Perubahan¶
Warga Bandar Lampung, WALHI, dan LBH Bandar Lampung kompak menuntut Wali Kota Eva Dwiana untuk fokus mengatasi permasalahan banjir. Mereka berharap pemerintah kota lebih serius dalam menangani masalah ini dan memprioritaskan pembangunan yang berkelanjutan.
Mari kita dukung suara warga Bandar Lampung! Pemerintah kota perlu mendengar dan bertindak nyata untuk mengatasi masalah banjir ini. Jangan sampai tragedi serupa terus berulang.
Gimana pendapatmu tentang masalah ini? Yuk, share di kolom komentar! Jangan lupa pantau terus update terbaru seputar isu-isu penting di sekitarmu!
Posting Komentar