CX-80 PHEV: SUV Gede, Irit Bensin? Kita Cobain Buat Ngantor!

Table of Contents

Oke, siap! Berikut adalah artikel berita yang ditulis ulang berdasarkan data yang kamu berikan:

CX-80 PHEV: SUV Gede, Irit Bensin? Kita Cobain Buat Ngantor!

Penasaran sama mobil SUV yang lagi hits banget ini? Mazda CX-80 PHEV, SUV bongsor yang katanya irit bensin, akhirnya mampir juga buat diuji coba. Gimana rasanya dibawa ngantor sehari-hari? Yuk, simak ulasan lengkapnya!

Tampilan Mewah yang Menggoda

CX-80 PHEV: SUV Gede, Irit Bensin? Kita Cobain Buat Ngantor!
image just illustration

Sekilas, desain CX-80 ini emang mirip banget sama kakaknya, CX-60. Tetap mengusung filosofi desain KODO khas Mazda, yang menggabungkan kesan tangguh dan mewah. Apalagi dengan pilihan warna baru seperti Melting Copper Metallic dan Artisan Red Metallic, makin bikin mobil ini jadi pusat perhatian.

Oh iya, CX-80 ini punya dimensi yang lumayan gede lho. Panjangnya hampir 5 meter, lebarnya hampir 1,9 meter, dan tingginya 1,7 meter. Jarak sumbu rodanya juga panjang banget, mencapai 3,1 meter. Unit yang kita coba ini kebetulan berwarna Melting Copper Metallic dalam trim Kuro Edition, jadi nuansanya serba gelap dan tegas.

Bagian depannya juga keren dengan Black chrome signature wing yang dipadukan dengan vertical grille. Sementara di bagian samping, kaca spion, side signature, sampai peleknya semua berwarna hitam. Makin sangar deh!

Interior yang Bikin Betah

Interior CX-80 PHEV
image just illustration

Masuk ke dalam kabin, nuansa mewah langsung terasa. Joknya dibalut dengan nappa leather kombinasi hitam dan cokelat, dashboard-nya dilapisi kain suede, dan ada juga aksen metal wood trim di center console dan door trim.

Beberapa bagian interiornya memang mirip dengan CX-60, seperti setir dan head unit. Mobil ini sudah dilengkapi dengan panel instrumen full LCD display berukuran 12,3 inci dan Head-up Display (HUD) yang memudahkan pengemudi.

Di sebelahnya, ada layar head unit berukuran 12,3 inci yang sudah support Android Auto dan Apple CarPlay. Fitur-fitur lainnya juga lengkap, mulai dari audio BOSE, AC digital, panoramic sunroof, ventilated seat, sampai wireless charger. Lengkap kap!

Dengan dimensi yang besar, CX-80 ini punya konfigurasi 6-seater dengan captain seat di baris kedua dan dua bangku di baris ketiga. Duduk di baris kedua sih nyaman banget, tapi di baris ketiga lebih cocok buat penumpang yang posturnya kecil.

Jeroan yang Bertenaga

Buritan Mazda CX-80 PHEV
image just illustration

Nah, yang bikin penasaran adalah jeroannya. CX-80 ini menggunakan teknologi PHEV, yang menggabungkan mesin bensin 2.500 cc 4-silinder dengan motor listrik. Mesin bensinnya mampu menghasilkan tenaga 191 PS dan torsi 261 Nm, sedangkan motor listriknya bertenaga 175 PS dan torsi 270 Nm.

Kalau digabung, tenaga totalnya bisa mencapai 327 PS dengan torsi 500 Nm! Baterai lithium-ion-nya berkapasitas 17,8 kWh, yang bisa membuat mobil ini melaju sejauh 60 kilometer hanya dengan tenaga listrik.

Impresi Mengemudi

Head unit CX-80 PHEV
image just illustration

Pas pertama kali nyobain, rasanya mirip banget kayak nyetir CX-60. Meskipun ukurannya beda sedikit, tapi pengalaman berkendaranya serupa. Handling-nya presisi banget, body roll-nya minim, jadi nyaman banget buat diajak ngebut di jalan tol. Bantingan suspensinya juga dewasa banget, bikin penumpang di baris kedua dan ketiga tetap nyaman.

Salah satu fitur favorit adalah mode berkendara EV, di mana mobil hanya menggunakan motor listrik untuk melaju. Dalam kondisi baterai penuh, bisa menempuh jarak hingga 60 kilometer.

Untuk konsumsi BBM dalam mode normal, kita dapat rata-rata sekitar 11 kilometer per liter. Lumayan irit lah untuk mobil sebesar ini. Perpindahan dari motor listrik ke mesin bensin juga terasa halus, getarannya nggak sampai mengganggu ke dalam kabin.

Sayangnya…

Port pengecasan CX-80 PHEV
image just illustration

Meskipun banyak kelebihannya, tapi ada beberapa hal yang kurang sreg. Pertama, teknologi pengecasannya masih AC. Padahal port charger-nya sudah model DC CCS2, tapi yang bisa digunakan hanya bagian atasnya saja, jadi masih pakai konektor AC Type 2. Padahal kalau pakai fast charging DC, pengisian baterainya bisa jauh lebih cepat. Pengecasan AC pada CX-80 ini hanya bisa menerima daya di 6,5 kW.

Kedua, head unit-nya nggak touchscreen. Jadi, buat mengoperasikannya harus pakai kenop putar di konsol tengah. Agak kurang praktis sih.

Kesimpulan:

Secara keseluruhan, Mazda CX-80 PHEV ini adalah SUV yang menarik. Desainnya mewah, interiornya nyaman, performanya bertenaga, dan lumayan irit bensin. Meskipun ada beberapa kekurangan, tapi tetap layak dipertimbangkan buat kamu yang lagi cari SUV keluarga yang stylish dan ramah lingkungan.

Gimana, tertarik buat nyobain langsung? Jangan lupa share pendapat kamu di kolom komentar ya! Atau, kunjungi dealer Mazda terdekat untuk informasi lebih lanjut. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Posting Komentar