Dompet Bank Syariah Makin Gendut! Asetnya Naik Hampir 10% di Akhir 2024!

Table of Contents

Wih, dompet Bank Syariah makin tebel aja nih! Asetnya naik hampir 10% di akhir 2024? Yuk, kita bahas lebih lanjut!

Dompet Bank Syariah Makin Gendut: Aset Naik Hampir 10%!

Dompet Bank Syariah Makin Gendut! Asetnya Naik Hampir 10% di Akhir 2024!
image just illustration

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru aja ngasih kabar gembira nih. Aset perbankan syariah di Indonesia mencapai Rp 980,30 triliun di akhir 2024! Gokil abis! Angka ini tumbuh sebesar 9,88 persen year on year (yoy) di Desember 2024. Bahkan, market share-nya juga ikutan naik jadi 7,72 persen. Keren!

Apa Kata OJK?

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, bilang kalau OJK ngelihat peluang perbankan syariah dan keuangan syariah masih terbuka lebar banget. Apalagi di tengah tantangan ekonomi global dan domestik yang lagi kuat-kuatnya.

“Upaya sistematik dan terkoordinasi di antara seluruh stakeholders perlu terus ditingkatkan untuk mencapai tingkat market share perbankan syariah yang signifikan melalui upaya organik dan anorganik,” ujar Dian. Jadi, semua pihak harus kerja sama nih biar perbankan syariah makin berkembang pesat.

Penyaluran Pembiayaan dan Dana Pihak Ketiga (DPK) Juga Ikutan Naik!

Dari sisi intermediasi, OJK mencatat total penyaluran pembiayaan sebesar Rp 643,55 triliun atau tumbuh 9,92 persen yoy. Angka ini sejalan dengan pertumbuhan industri perbankan nasional. Mantap!

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun sebesar Rp 753,60 triliun. Angka ini tumbuh sekitar 10 persen yoy, jauh di atas pertumbuhan industri perbankan nasional yang cuma sekitar 4-5 persen. Wow!

Pembiayaan Lebih Banyak untuk Apa?

Ternyata, pembiayaan yang disalurkan paling banyak itu untuk sektor perumahan (KPR) dengan proporsi sekitar 23 persen. Sedangkan penyaluran pembiayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), mencapai sekitar 16-17 persen dari total pembiayaan. Jadi, bank syariah juga ikut membantu mengembangkan UMKM di Indonesia nih.

Kondisi Bank Syariah Gimana?

Tenang aja, tingkat permodalan bank syariah tetap kuat kok, didukung dengan likuiditas yang memadai. Tingkat capital adequacy ratio (CAR) tercatat sebesar 25,4 persen dan berada di atas ketentuan.

Rasio alat likuid/non-core deposit (AL/NCD) dan alat likuid/dana pihak ketiga (AL/DPK) masing-masing sebesar 154,52 persen dan 32,09 persen, masih di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.

Kualitas pembiayaan juga tetap terjaga dengan rasio NPF Gross berada di level 2,12 persen dan NPF Nett sebesar 0,79 persen.

Profitabilitas Juga Oke!

Tingkat profitabilitas tetap tumbuh dengan indikator return on asset (ROA) sebesar 2,04 persen. Hal ini menunjukkan akselerasi bisnis perbankan syariah tetap kuat di tengah dinamika perekonomian domestik dan global. Keren abis!

Kesimpulan

Gimana, makin tertarik kan sama perbankan syariah? Dengan aset yang terus meningkat, pembiayaan yang makin banyak disalurkan, dan profitabilitas yang oke, bank syariah bisa jadi pilihan yang menarik buat kamu. Apalagi, bank syariah juga ikut membantu mengembangkan UMKM di Indonesia. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, mulai manfaatkan layanan perbankan syariah!

Yuk, diskusi! Gimana pendapatmu tentang perkembangan perbankan syariah ini? Apakah kamu tertarik untuk menggunakan layanan perbankan syariah? Share pendapatmu di kolom komentar ya! Jangan lupa kunjungi lagi untuk mendapatkan informasi menarik lainnya!

Posting Komentar