Gunagoni: Gaya Keren dari Karung Goni, Bikin Sumaker Makin Stylish!
Wih, keren abis! Siapa sangka karung goni bisa jadi tren fesyen yang bikin pejabat kepincut? Yuk, kita bahas lebih lanjut tentang Gunagoni, gaya stylish dari bahan yang nggak biasa ini!
Gunagoni: Ketika Karung Goni Naik Kelas¶
image just illustration
Karung goni, yang biasanya cuma jadi keset atau alas kaki sebelum masuk rumah, sekarang naik level jadi topi, tas, dan aksesoris kece lainnya. Ini semua berkat Andreas Bimo Wijoseno, seorang mantan karyawan swasta yang berani banting setir jadi pengrajin karung goni. Keren, kan?
Bimo dan Filosofi “Kere tapi Bangga”¶
Bimo punya filosofi yang unik nih: “Gaya hidup memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai, jangan langsung buang.” Baginya, memakai barang-barang unik seperti Gunagoni itu seperti memakai barang antik. Sederhana, tapi bisa bikin keren dan bangga. Istilahnya, “kere tapi bangga!”
Sumaker: Target Pasar yang Nggak Biasa¶
Ternyata, pelanggan Gunagoni nggak cuma dari kalangan biasa aja. Banyak juga dari kalangan elite, termasuk para pejabat! Di Yogyakarta, ada istilah “Sumaker Sultan/Sugih Macak Kere,” yang artinya orang kaya bergaya miskin. Nah, kaum Sumaker ini pengen tampil beda dengan Gunagoni.
Kisah Ibu-Ibu Pejabat Borong Gunagoni¶
Bimo cerita ada momen lucu ketika tas Gunagoni diborong ibu-ibu pejabat. Ceritanya, ada pelanggan yang pakai tas Gunagoni pas kumpul sosialita. Eh, teman-temannya pada kepincut dan akhirnya ikut borong! Katanya sih, mereka udah bosan sama tas-tas branded dari Paris. Pengen yang beda, gitu!
Tetap Berkarya dan Jaga Eksistensi¶
Buat Bimo, Gunagoni dibeli pejabat itu cuma bonus. Yang penting, dia tetap bisa berkarya dan menjaga eksistensi Gunagoni. Dia bahkan nolak permintaan pelanggan yang pengen tas Gunagoni dibikin mirip tas mode dari luar negeri. “Aku nggak mau, karena nanti bisa kehilangan cirinya, nanti Gunagoni jadi ke-Dior-Dioran, aku nggak mau,” ujarnya. Mantap!
Gunagoni Go Internasional?¶
Produk Gunagoni sekarang udah bisa ditemuin di 10 tempat atau artshop di Indonesia. Banyak juga turis domestik dan mancanegara yang minat. Tapi, Bimo nggak mau serakah. Dia lebih milih bikin produk sesuai keinginannya aja dan nggak nerima pesanan. “Bukan nggak ingin uang, tapi pilihan saja,” pungkasnya.
Kesimpulan¶
Gunagoni membuktikan bahwa fesyen nggak harus mahal dan mewah. Dengan kreativitas dan keberanian, barang-barang bekas pun bisa disulap jadi sesuatu yang bernilai tinggi dan stylish. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, mulai lirik barang-barang di sekitar kita dan siapa tahu bisa jadi inspirasi fesyen yang unik!
Gimana menurut kamu tentang Gunagoni? Komen di bawah ya! Atau mungkin kamu punya ide lain tentang fesyen dari bahan yang nggak biasa? Jangan ragu buat berbagi! Dan jangan lupa, kunjungi lagi kalau pengen dapet info-info menarik lainnya. Sampai jumpa!
Posting Komentar