Kasur Disatuin Kena Denda Sejuta? Hotel di Sukabumi Angkat Bicara!

Table of Contents

Waduh, ada-ada aja nih! 😱 Lagi rame banget soal kasus di sebuah hotel di Sukabumi. Katanya sih, tamu hotel didenda sejuta gara-gara nyatuin kasur! Nah lho, kok bisa? Yuk, kita bedah kasus ini lebih dalam biar nggak salah paham!

Hotel di Sukabumi Bantah Denda Sejuta!

Kasur Disatuin Kena Denda Sejuta? Hotel di Sukabumi Angkat Bicara!
image just illustration

Manajemen Hotel Anugrah Sukabumi langsung pasang badan nih. Mereka membantah keras telah mendenda tamu sebesar Rp 1 juta karena menggeser kasur. Kuasa hukum hotel, Rida Ista Sitepu, bilang kalau berita itu nggak bener dan malah merugikan reputasi hotel. Mereka juga negasin belum nerima denda sepeser pun, meskipun deposit Rp 600 ribu masih mereka pegang.

Asal Mula Kabar Denda

Ternyata, kabar ini muncul dari sebuah video yang diunggah di media sosial. Dalam video itu, pemilik akun ngingetin buat hati-hati kalau nginep di Hotel Anugrah karena ada denda nyatuin kasur. Pihak hotel merasa nama baiknya tercemar dan udah ngasih somasi selama tiga hari.

“Kami duga video tersebut sangat merugikan kredibilitas dan nama baik hotel. Sampai saat ini, kami masih menunggu itikad baik dari yang bersangkutan untuk menghapus video dan meminta maaf dalam waktu 3x24 jam. Jika tidak, kami akan menempuh jalur hukum,” ujar Rida. Wah, serius juga ya!

Aturan Hotel dan SOP

Menurut penjelasan pihak hotel, sebenarnya ada beberapa aturan yang harus ditaati tamu, kayak dilarang merokok di kamar, bawa makanan yang baunya nyengat kayak durian, dan… beneran!… dilarang geser-geser tempat tidur. Larangan “joint bed” ini diberlakukan karena dikhawatirkan bisa merusak fasilitas hotel, terutama jaringan listrik dan perabotan.

Katanya lagi, aturan ini selalu diinformasikan ke tamu lewat registration card (RC) yang ditandatangani pas check-in. Meskipun tulisannya bahasa Inggris, pihak hotel yakin tamu bisa paham dengan bantuan aplikasi terjemahan. “Ya, di era digital gini, masa iya nggak bisa translate, kan?” canda Rida.

Sempat Diteror Telepon

Nggak cuma itu, resepsionis hotel juga ngaku sempat diteror lewat telepon sama seseorang yang ngaku-ngaku polisi. “Di resepsionis itu ada telepon operator dan kami menerima telepon mengaku-ngaku sebagai polisi dan mengatakan ‘Ini ya Anugrah Hotel yang memeras pengunjung Rp1juta’. Ada kata-kata ‘Anugrah Hotel Berengsek’ dan telepon ditutup,” ungkapnya. Waduh, serem juga ya!

Negosiasi Buntu

Pihak hotel juga udah coba komunikasi sama pemilik akun yang unggah video, tapi responnya nggak positif. Malah ditantang buat dateng ke Tangerang. Akhirnya, kasus ini mau dikaji berdasarkan Pasal 310 dan 311 KUHP tentang pencemaran nama baik, serta Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Jadi, Gimana Dong?

Intinya, pihak hotel membantah adanya denda sejuta rupiah karena nyatuin kasur. Mereka juga lagi berusaha menyelesaikan masalah ini secara hukum. Buat kita sebagai konsumen, penting banget buat selalu cari informasi yang akurat sebelum percaya sama berita yang beredar.

Yuk, bijak bermedia sosial! Jangan langsung percaya sama semua yang kita lihat dan dengar. Coba cari tahu dulu kebenarannya dari sumber yang terpercaya.

Gimana menurut kamu soal kasus ini? Komen di bawah ya! 👇 Atau, kalau kamu punya pengalaman seru lainnya di hotel, share juga dong! Siapa tahu bisa jadi pelajaran buat kita semua. Jangan lupa, kunjungi lagi ya, buat dapetin info menarik lainnya! 😉

Posting Komentar