Kemasan Rokok Baru Biar Gak Ada yang Ilegal? Kemenkes Bilang Begini!

Table of Contents

Wih, ada kabar baru nih soal rokok! Pemerintah lagi mikirin cara biar peredaran rokok ilegal makin berkurang. Salah satu caranya? Standarisasi kemasan rokok! Gimana ceritanya? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

Standarisasi Kemasan Rokok: Mungkinkah Rokok Ilegal Bakal Minggat?

Kemasan Rokok Baru Biar Gak Ada yang Ilegal? Kemenkes Bilang Begini!
image just illustration

Ketua Tim Kerja Pengendalian Penyakit Akibat Tembakau dari Kementerian Kesehatan RI, dr. Benget Saragih, bilang kalau standarisasi kemasan ini bisa jadi jurus ampuh buat nekan peredaran rokok ilegal. Soalnya, udah banyak negara yang sukses terapin kebijakan serupa.

Belajar dari Australia: Kemasan Polos Justru Bikin Efektif?

Sempet ada kekhawatiran kalau standarisasi kemasan malah bikin rokok ilegal makin merajalela. Tapi, dr. Benget justru kasih contoh Australia yang udah duluan terapin kebijakan ini sejak 2012. Hasilnya? Justru berhasil mengendalikan peredaran rokok ilegal!

Di Australia, kemasan rokok dibuat polos dengan gambar peringatan kesehatan yang gede banget, 75% di depan dan 90% di belakang. Tujuannya biar orang mikir dua kali sebelum beli rokok.

Standarisasi Kemasan Bukan Berarti Hilangin Merek!

Jangan salah paham dulu ya! Standarisasi kemasan ini bukan berarti kemasannya polos tanpa merek sama sekali. Merek rokoknya tetep ada kok. Cuma, desainnya dibuat lebih standar, gak warna-warni yang bikin anak-anak muda tertarik buat nyoba.

Kenapa Sih Harus Ada Standarisasi Kemasan?

Tujuan utama standarisasi kemasan ini banyak banget, sob! Di antaranya:

  • Mengurangi daya tarik rokok
  • Meningkatkan efektivitas peringatan merokok
  • Mengurangi dampak ekonomi akibat penyakit gak menular (jantung, kanker, dll.)
  • Menurunkan angka perokok berat

Intinya, pemerintah pengen bikin orang takut sama bahaya rokok. Biar gak cuma orang dewasa, tapi anak-anak muda juga mikir ulang sebelum nyentuh rokok.

Rokok Bikin Bokek? Emang Iya!

Ilustrasi Dompet Kosong
image just illustration

Ketua Tobacco Control Support Center Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TCSC-IAKMI), Sumarjati Arjoso, nambahin lagi nih. Ternyata, pengeluaran keluarga buat beli rokok itu 3 kali lipat lebih tinggi daripada pengeluaran buat beli protein! Gila gak tuh?

“Belanja rokok terbesar kedua di keluarga 3 kali lipat lebih tinggi dari telur berdasarkan data dari BPS 2021,” ujar dia. Jadi, mending duitnya buat beli makanan bergizi, biar badan sehat dan dompet gak cepet bolong, ya kan?

Indonesia: Pasar Rokok Terbesar ke-3 di Dunia!

Sedihnya, Indonesia ini termasuk negara dengan pasar rokok terbesar ke-3 di dunia, setelah China dan India. Data dari GATS tahun 2021 nunjukkin kalau ada sekitar 70,2 juta orang dewasa di Indonesia yang masih ngudut. Bahkan, penggunaan rokok elektrik juga meningkat pesat!

Kesimpulan

Standarisasi kemasan rokok ini emang bukan solusi tunggal buat ngilangin masalah rokok di Indonesia. Tapi, ini bisa jadi salah satu langkah penting buat ngurangin daya tarik rokok, terutama buat anak muda.

Gimana menurut kamu? Apakah standarisasi kemasan rokok ini efektif buat nekan peredaran rokok ilegal dan ngurangin jumlah perokok di Indonesia? Yuk, share pendapatmu di kolom komentar!

Jangan lupa, kesehatan itu mahal harganya. Jadi, mending jaga kesehatan dari sekarang daripada nyesel di kemudian hari. Kalau kamu pengen tau lebih banyak soal bahaya rokok dan cara berhenti merokok, jangan ragu buat datang lagi ke sini ya!

Posting Komentar