Maut di RS Blora: Lift Crane Ambruk, Empat Pekerja Jadi Korban!
Waduh, berita buruk nih! Kecelakaan maut terjadi di proyek pembangunan RS PKU Muhammadiyah Blora. Lift crane ambruk dan menewaskan empat pekerja! Gimana ceritanya ya? Yuk, kita simak detailnya!
Tragedi Mengerikan di Blora: Lift Crane Jatuh, Empat Nyawa Melayang!¶
image just illustration
Sebuah kecelakaan kerja yang tragis mengguncang proyek pembangunan RS PKU Muhammadiyah Blora pada hari Sabtu (8/2/2025). Lift crane yang digunakan untuk mengangkut pekerja tiba-tiba jatuh dari ketinggian 12 meter. Akibatnya, empat pekerja meninggal dunia dan sembilan lainnya mengalami luka-luka. Ngeri banget!
Kronologi Kejadian¶
Menurut keterangan, lift crane tersebut sedang membawa 13 pekerja menuju lantai lima gedung yang sedang dibangun. Namun, saat mencapai ketinggian sekitar 12 meter, tiba-tiba lift tersebut jatuh bebas ke dasar. Kasi Humas Polres Blora, AKP Gembong Widodo, membenarkan kejadian ini dan menyampaikan jumlah korban jiwa.
“Total empat korban jiwa,” ungkap AKP Gembong.
Awalnya, tiga pekerja dinyatakan meninggal di tempat kejadian, sementara sepuluh lainnya mengalami luka-luka. Sayangnya, salah satu korban yang sempat selamat akhirnya menghembuskan nafas terakhir setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Kondisi Korban Luka¶
Sugiyanto dari Majelis Pelayanan Kegiatan Umat (MPKU) RS PKU Muhammadiyah, menginformasikan bahwa sembilan korban lainnya masih dalam perawatan intensif. Tiga di antaranya mengalami luka serius dan harus dirujuk ke rumah sakit di Solo untuk menjalani operasi.
Sugiyanto menambahkan, “Tiga pasien akhirnya dirujuk ke luar di Solo semua. Moewardi dua pasien, RSO Soeharso satu pasien. Semua biaya perawatan nanti kami tanggung,”
Investigasi Penyebab Kecelakaan¶
Pihak kepolisian langsung bergerak cepat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab jatuhnya lift crane. Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Selamet, menduga kejadian ini disebabkan oleh kesalahan operasional yang mengakibatkan kerusakan mesin.
“Pada saat lift naik, sekitar 12 meter, tahu-tahu lift tersebut jatuh terjun bebas. Akibatnya, 13 pekerja mengalami luka-luka, di antaranya tiga meninggal dunia di tempat,” jelas AKP Selamet.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, diduga ada kesalahan dalam penggunaan remote pengendali lift. Operator diduga tidak tepat dalam mengatur naik dan turunnya alat tersebut.
“Informasi sementara yang kami dapatkan di lapangan bahwa ada kerusakan mesin lift itu karena cara penggunaan atau operasionalnya tidak tepat. Salah satu operator menekan tombol remote yang mengatur naik dan turunnya lift,” papar AKP Selamet.
Menurutnya, pada perjalanan pertama, lift berfungsi dengan baik. Namun, pada trip kedua, saat mengangkut 13 pekerja, lift tiba-tiba lepas di tengah perjalanan. “Trip yang pertama aman, tetapi pada trip kedua ini, saat lift berada di ketinggian 12 meter, tiba-tiba jatuh. Ini menunjukkan ada trouble di mesin lift tersebut,” imbuhnya.
Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan dan menentukan langkah hukum yang akan diambil terhadap pihak terkait. Kita doakan semoga penyebabnya segera terungkap ya!
Kesimpulan¶
Kecelakaan ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya keselamatan kerja, terutama di sektor konstruksi. Semoga kejadian serupa tidak terulang lagi di masa mendatang. Mari kita ambil pelajaran dari peristiwa ini dan selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan.
Bagaimana pendapatmu tentang berita ini? Jangan ragu untuk meninggalkan komentar di bawah ya! Jika kamu ingin mendapatkan informasi terbaru lainnya, jangan lupa untuk mengunjungi website kami lagi. Terima kasih sudah membaca!
Posting Komentar