Nagari Agam Bergejolak: Perangkat Desa Ancam Demo, Gaji dan Status Jadi Tuntutan!

Table of Contents

Wih, Agam lagi panas nih! Perangkat desa mau demo, kira-kira kenapa ya? Yuk, kita bedah beritanya biar nggak ketinggalan info!

Nagari Agam Bergejolak: Perangkat Desa Ancam Demo, Gaji dan Status Jadi Tuntutan!

Nagari Agam Bergejolak: Perangkat Desa Ancam Demo, Gaji dan Status Jadi Tuntutan!
image just illustration

Jadi gini, guys, para perangkat nagari (semacam desa gitu) di Kabupaten Agam kayaknya udah nggak tahan. Mereka yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Agam berencana ngadain aksi damai buat nyampein aspirasi mereka ke Pemkab Agam. Masalahnya apa aja sih?

Tuntutan yang Mengganjal

Ketua PPDI Agam, Rahman, bilang kalo aksi ini rencananya bakal dilaksanain hari Senin (17/2) di kantor Bupati Agam. Nah, ada beberapa poin penting yang jadi tuntutan mereka, di antaranya:

  • Status: Kayaknya ada masalah kejelasan status kepegawaian nih.
  • Tunjangan dan Insentif Operasional: Ini soal duit, guys! Siapa sih yang nggak mau gajiannya oke?
  • Pajak: Wah, soal pajak emang sensitif ya.
  • Data DTKS: Data Terpadu Kesejahteraan Sosial ini penting banget buat penyaluran bantuan, jangan sampe ada yang salah!

Rahman juga nambahin kalo masalah ini udah disampein dari tahun 2023 ke Bupati dan DPRD Agam, tapi kayaknya belum ada solusi yang memuaskan. Udah audiensi lima kali, tapi hasilnya nihil. Duh, kasian juga ya.

Alasan di Balik Aksi Damai

Kenapa sih sampe mau demo segala? Ya, karena udah buntu, guys! Audiensi udah, curhat udah, tapi nggak ada perubahan. Mereka ngerasa hak-haknya diabaikan dan nggak kunjung terealisasi sejak 2023.

Rahman negasin kalo aksi ini bakal damai dan tertib. Mereka juga udah nyiapin seragam khusus biar nggak ada penyusup dan nggak bawa atribut yang aneh-aneh. Fokusnya cuma satu: nyampein aspirasi!

Tanggapan Pemerintah

Kepala DPMN Agam, Handria Asmi, bilang kalo pihaknya udah berjuang buat nyampein aspirasi PPDI, tapi butuh waktu buat prosesnya. Soal gaji, DPMN nyebut kalo gaji perangkat nagari disesuaiin sama gaji pegawai golongan 2 A sesuai peraturan pemerintah (PP) 11.

Diagram Gaji Perangkat Nagari

Masalahnya, perangkat nagari pengen gajinya sesuai upah minimum (UMR) Sumbar, yaitu Rp 2,9 juta. Tapi, DPMN bilang nggak bisa karena aturan PP 11 ada batasan penggunaan dana desa, nggak boleh lebih dari 30 persen buat gaji.

Harapan dan Penutup

Semoga aja ya, masalah ini cepet kelar dan ada solusi yang win-win solution buat semua pihak. Kasian juga kalo perangkat desa sampe demo segala. Mereka kan juga ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat nagari.

Gimana pendapat kalian tentang masalah ini? Share di kolom komentar ya! Jangan lupa pantengin terus website ini buat update berita lainnya. Siapa tahu ada info menarik lainnya yang bisa nambah wawasan kamu. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Posting Komentar