Penantian Panjang Berakhir! Jembatan Gantung Tersono Batang Hubungkan Warga Kebumen & Kranggan.
Wih, ada kabar gembira nih buat warga Batang dan sekitarnya! Penantian panjang selama 39 tahun akhirnya terbayar sudah. Jembatan gantung permanen yang menghubungkan Desa Kebumen dan Kranggan, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, akhirnya berdiri kokoh! Gimana ceritanya? Yuk, simak selengkapnya!
Jembatan Impian yang Jadi Kenyataan¶
image just illustration
Mungkin bagi sebagian orang, jembatan hanyalah sekadar infrastruktur. Tapi, bagi warga Kebumen dan Kranggan, jembatan ini adalah harapan, impian, dan simbol kemudahan. Bayangin aja, sebelumnya mereka harus menyeberangi Kali Belo yang lebarnya 150 meter! Dulu, mereka cuma punya jembatan sasak dari bambu yang seringkali hanyut terbawa banjir.
Kades Kranggan, Ariwidanto Tri Saputro, bercerita kalau ayahnya (alm) Suradi Muhtarom, yang juga pernah menjabat sebagai Kades Kranggan, sudah memulai inisiatif membuat jembatan dari anyaman bambu bersama mantan Kades Kebumen. Jembatan sederhana itu memang sangat membantu, tapi jelas belum ideal.
Dari 25 Menit Jadi 5 Menit!¶
Dulu, kalau mau ke desa seberang, warga harus memutar lewat Tersono-Boja-Pujut-Kebumen, yang bisa memakan waktu sekitar 25 menit. Sekarang, dengan adanya jembatan gantung “Jembatan Merah Putih” ini, waktu tempuh cuma 5 menit! Wah, lumayan banget kan?
Kolaborasi TNI dan Masyarakat¶
Pembangunan jembatan ini bukan cuma hasil kerja pemerintah, lho. Ini adalah bukti nyata kolaborasi antara TNI dan masyarakat. Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi bahkan turun langsung meresmikan jembatan gantung sepanjang 180 meter ini.
“Jembatan Merah Putih mempercepat anak sekolah dan petani membawa hasil panen. Jembatan itu merupakan jembatan gantung ke-10 yang ada di Provinsi Jateng dibangun kolaborasi antara TNI dan masyarakat,” ujar Mayjen TNI Deddy Suryadi. Keren banget!
Simbol Persatuan dan Kesatuan¶
Pj Bupati Lani Dwi Rejeki menambahkan bahwa jembatan ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga simbol persatuan dan kesatuan. “Dengan adanya jembatan gantung yang terbuat dari rangka besi itu menyatukan dua desa di Alas Roban bagian selatan. Meski hanya bisa dilaui motor, jembatan senilai Rp1,8 3 miliar itu menjadi simbol kuatnya persatuan dan semangat nasionalisme,” jelasnya.
Dampak Positif yang Signifikan¶
Kehadiran jembatan ini jelas memberikan dampak positif yang signifikan bagi warga Kebumen dan Kranggan.
- Aksesibilitas Lebih Mudah: Warga jadi lebih mudah beraktivitas, baik untuk bekerja, sekolah, maupun urusan lainnya.
- Efisiensi Waktu: Waktu tempuh ke desa seberang jadi lebih singkat.
- Peningkatan Ekonomi: Memudahkan petani membawa hasil panen dan meningkatkan aktivitas ekonomi antar desa.
Mari Jaga Bersama!¶
Pembangunan jembatan ini adalah hasil kerja keras dan gotong royong. Sekarang, giliran kita untuk menjaga dan merawatnya dengan baik. Jangan sampai jembatan ini rusak atau terbengkalai. Mari kita manfaatkan jembatan ini sebaik-baiknya untuk kemajuan desa kita!
Gimana pendapatmu tentang jembatan baru ini? Yuk, bagikan komentarmu di bawah! Jangan lupa juga untuk share artikel ini ke teman-teman dan saudara yang mungkin membutuhkan informasi ini. Sampai jumpa di artikel berikutnya!
Posting Komentar