Reklame di Bandung Mau Dibatasi? DPRD Lagi Garap Aturan Baru, Nih!

Table of Contents

Wih, Bandung mau beres-beres reklame nih! DPRD lagi garap aturan baru biar kota kembang makin kece! Penasaran kan? Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Bandung: Menuju Kota Tanpa Semrawut Reklame?

Reklame di Bandung Mau Dibatasi? DPRD Lagi Garap Aturan Baru, Nih!
image just illustration

Bandung lagi serius nih benahin tata kota, salah satunya soal reklame. Moratorium pemasangan reklame masih berlaku, sambil nunggu Perda Reklame yang baru kelar digarap DPRD Kota Bandung. Jadi, buat sementara, jangan ada dulu ya reklame-reklame baru yang nambahin “keramaian” visual di Bandung.

Alasan di Balik Pembatasan

Menurut Anggota Pansus 3 DPRD Kota Bandung, Dr. Uung Tanuwidjaja, revisi Perda ini bertujuan untuk memperketat aturan. Izin mendirikan bangunan (IMB) untuk reklame nggak boleh lagi di ruang milik jalan (rumija). Nantinya, reklame bakal lebih banyak nempel di dinding bangunan, biar nggak nutupin pemandangan dan bikin estetika kota jadi… ya, gitu deh.

“Ke depan, reklame di rumija nggak boleh. Karena hal ini bikin estetika kota jadi semerawut,” tegas Uung.

Masih Banyak Pelanggaran

Sayangnya, meskipun moratorium udah jalan, masih banyak aja yang bandel. Uung bilang, masih banyak reklame baru bermunculan, apalagi punya pengusaha dari luar Bandung. Hadeuh! Makanya, Uung menekankan pentingnya penegakan aturan yang tegas.

Kendala Penertiban

Nah, ini dia masalahnya: buat nertibin reklame yang udah terlanjur berdiri di rumija itu nggak gampang. Butuh anggaran gede buat sewa alat berat, sementara anggaran dari APBD terbatas. Beda sama Jakarta yang punya “kekuatan” lebih buat nindak reklame ilegal.

Kenapa Bandung Sulit Menegakkan Aturan?

Salah satu penyebabnya, banyak daerah lain udah larang reklame rokok, akibatnya reklame rokok malah numpuk di Bandung, termasuk di kawasan yang dilarang. Jadi, PR-nya emang nggak sedikit nih.

Solusi?

Uung bilang, banyak aspek yang harus dibenahi buat nertibin reklame di Bandung. Selain penegakan hukum yang tegas, perlu juga solusi lain, misalnya:

  • Sosialisasi yang lebih gencar: Biar semua pihak paham aturan yang berlaku.
  • Insentif bagi pengusaha yang patuh: Biar makin banyak yang termotivasi buat ikut aturan.
  • Pengembangan media promosi alternatif: Biar pengusaha nggak cuma bergantung sama reklame konvensional.

Kesimpulan dan Aksi Nyata

Wih, ternyata urusan reklame ini kompleks juga ya! Tapi, dengan aturan yang jelas dan penegakan yang tegas, semoga Bandung bisa jadi kota yang lebih tertib dan indah. Yuk, kita dukung upaya DPRD Kota Bandung dalam menertibkan reklame. Jangan lupa buat share artikel ini ke teman-temanmu biar makin banyak yang tahu!

Gimana menurut kamu soal penertiban reklame di Bandung? Tinggalkan komentar di bawah ini! Atau, kunjungi lagi blog kami untuk informasi menarik lainnya!

Posting Komentar