TVRI & RRI Kena Pangkas: Kerja Keras, Gaji Entah Kapan?
Waduh, gawat! TVRI dan RRI lagi kena badai efisiensi anggaran nih. Kontributor terancam dirumahkan? Gimana nasib mereka? Yuk, kita bedah lebih dalam berita ini!
TVRI & RRI Kena Pangkas: Kerja Keras, Gaji Entah Kapan?!¶
image just illustration
Cerita bermula dari grup WhatsApp para jurnalis kontributor TVRI Aceh. Tiba-tiba, mereka dapat kabar kurang mengenakkan: mulai 3 Februari 2025, mereka “dirumahkan” karena ada kebijakan efisiensi anggaran. Kaget dong? Pasti!
Kontributor Panik: Kerja Jalan Terus, Tapi Gaji…?¶
Bayangin aja, kerjaan tetap jalan, liputan sana-sini, tapi honornya nggak jelas. Para kontributor ini pada bingung, karena banyak dari mereka yang menggantungkan hidupnya dari pekerjaan ini. Kontrak setahun yang baru diperpanjang di akhir Desember 2024, eh, tiba-tiba dapat kabar begini.
Salah seorang kontributor bilang, sekarang mereka cuma bisa pasrah sambil nguras tabungan buat kebutuhan sehari-hari. Duh, berat ya!
TVRI dan RRI Buka Suara: Bukan PHK, Tapi…¶
Direktur Utama LPP TVRI, Iman Brotoseno, menegaskan bahwa TVRI nggak melakukan PHK terhadap pegawai tetap. Tapi, dia mengakui adanya pengurangan kontributor. Alasannya? Karena kontributor itu freelance, dibayar kalau beritanya tayang, dan yang bayar itu TVRI Daerah. Jadi, kebijakan pemberhentian kontributor ini ada di tangan TVRI Daerah, bukan TVRI Pusat.
Hal serupa juga terjadi di RRI. Seorang penyiar RRI Pro 2 Ternate curhat di Instagram (@aiinizzaa) tentang pemutusan hubungan kerja yang dialaminya setelah 11 tahun mengabdi. RRI sendiri mengalami pemangkasan anggaran sebesar Rp300 miliar!
Dampaknya ke Kualitas Siaran?¶
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia khawatir banget nih. Menurut mereka, PHK di TVRI dan RRI bisa bikin kualitas siaran menurun. Soalnya, yang kena PHK itu termasuk jurnalis dan reporter lapangan yang punya peran vital dalam menghasilkan berita. Padahal, masih banyak masyarakat, terutama di daerah terpencil, yang mengandalkan informasi dari TVRI dan RRI. Kalau kualitasnya menurun, bisa bahaya!
Nany Afrida, Ketua AJI Indonesia, sampai mempertanyakan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui media publik. Soalnya, kebijakan ini justru melemahkan RRI/TVRI.
Titik Terang: DPR Turun Tangan, PHK Batal?¶
image just illustration
Kabar baiknya, Komisi VII DPR RI langsung menggelar rapat kerja dengan LPP TVRI dan RRI. Hasilnya? Direktur Utama TVRI Iman Brotoseno menyatakan batal mem-PHK pekerjanya! Mereka sudah mengatur ulang anggaran dan melakukan restrukturisasi. Bahkan, mereka akan mempekerjakan kembali pegawai dan kontributor yang sebelumnya terkena PHK.
Hal senada juga disampaikan Direktur Utama RRI, I Hendrasmo. Dia memastikan nggak ada PHK pegawai sampai kontributor.
Masih Ada Keraguan¶
Tapi, seorang kontributor TVRI di Aceh masih belum yakin sepenuhnya. Dia bilang, apa yang disampaikan pimpinan TVRI di DPR itu belum bisa dipegang sebelum benar-benar terjadi. “Jangan sampai itu cuma menjadi angin surga, lip service,” ujarnya.
Kesimpulan¶
Semoga aja TVRI dan RRI beneran bisa mempertahankan para kontributornya ya. Soalnya, mereka punya peran penting dalam menyampaikan informasi ke masyarakat. Jangan sampai efisiensi anggaran malah bikin kualitas siaran menurun. Kita sebagai masyarakat juga punya hak untuk mendapatkan informasi yang berkualitas!
Gimana pendapatmu tentang masalah ini? Share di kolom komentar ya! Jangan lupa pantau terus blog ini untuk informasi menarik lainnya. Sampai jumpa!
Posting Komentar