Amarah Rektor Untad Memuncak: Tamu Jakarta, Jangan Sentuh Karpet Kami!

Table of Contents

Wih, berita panas nih! Rektor Untad lagi ngamuk, guys! Kira-kira kenapa ya? Yuk, kita simak selengkapnya!

Rektor Untad vs. Kebijakan Efisiensi: Drama di Dunia Kampus!

Amarah Rektor Untad Memuncak: Tamu Jakarta, Jangan Sentuh Karpet Kami!
image just illustration

Jadi gini, ceritanya bermula dari kebijakan efisiensi yang dikeluarkan Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan ini berdampak ke banyak sektor, termasuk dunia pendidikan tinggi. Nah, Universitas Tadulako (Untad) di Palu juga kena imbasnya.

Akar Masalah: Inpres 1/2025 dan Pemotongan Anggaran

Rektor Untad, Prof. Dr. Amar, ST., nggak terima dong! Apalagi setelah diundang Komisi X DPR RI di Jakarta, dia makin geram. Dalam sebuah video, Prof. Amar dengan nada tinggi mengkritik Inpres 1/2025. Katanya, ada ketidaksesuaian antara isi inpres dengan kenyataan di lapangan. Anggaran yang seharusnya nggak dipotong, eh malah kena pangkas!

“Lucunya......” - Prof. Amar, Rektor Untad

“Ini Bukan Efisiensi, Tapi Pemotongan!”

Prof. Amar dengan tegas menyatakan bahwa ini bukan efisiensi, tapi pemotongan anggaran. Terutama dana PSBSN (Pengembangan Sarana dan Prasarana Bersama Nasional) sebesar Rp100 miliar yang rencananya untuk pembangunan gedung. Kebayang dong, kalau dipotong 60%, jadinya kayak apa itu gedung?

Reaksi Netizen: Dukungan dan Kritik

Aksi vokal Prof. Amar ini ternyata menuai beragam reaksi dari netizen. Ada yang mendukung habis-habisan, seperti akun @Abdul Rahman Razak yang bilang “Gasss poolll pak Rektor”. Ada juga yang memuji keberanian Prof. Amar, seperti akun @Muhd Nur Sangadji yang menulis:

“Masya Allah…Tabarakallah....
Tunjukkanlah Taring mu TADULAKO di level Nasional…agar orang tahu....KITA ADA.... Saluut..... Proud of you....”

Tapi, nggak semua setuju dengan cara Prof. Amar menyampaikan kritik. Ada juga yang menilai bahwa sebagai bagian dari sistem, seharusnya Prof. Amar nggak menyerang kebijakan atasan secara terbuka.

Etika dalam Sistem: Menikam dari Belakang?

Seorang dosen Untad bahkan berpendapat bahwa tindakan Prof. Amar ini seperti menikam Menteri dari belakang di depan Komisi X. Waduh! Menurut dosen tersebut, seharusnya Prof. Amar bisa menyampaikan aspirasinya dengan cara yang lebih baik, tanpa mengabaikan tatakrama dan etika dalam organisasi.

Lalu, Apa Kata Media?

Media juga ikut menyoroti kontroversi ini. Banyak yang bertanya-tanya, apakah tindakan Prof. Amar ini tepat? Apakah dia akan dievaluasi oleh Menteri? Yang jelas, drama di dunia kampus ini masih terus berlanjut.

Apa Selanjutnya?

Hmm, menarik untuk diikuti kelanjutan dari berita ini. Apakah Prof. Amar akan tetap vokal mengkritik kebijakan pemerintah? Atau justru akan ada perubahan di internal Untad? Kita tunggu saja!

Gimana menurut kalian guys? Setuju nggak dengan apa yang dilakukan Rektor Untad? Atau kalian punya pandangan lain? Share pendapat kalian di kolom komentar ya! Jangan lupa kunjungi website kami lagi untuk berita-berita menarik lainnya!

Posting Komentar