Asyik! Lebih dari 6.500 Guru Non-Formal Kebagian Rezeki Bisyaroh!
Wih, Kabar Gembira Nih Buat Para Pahlawan Pendidikan Non-Formal di Semarang!
image just illustration
Ada kabar baik nih buat kamu-kamu yang berdedikasi di dunia pendidikan non-formal di Semarang! Lebih dari 6.500 guru dan tenaga kependidikan non-formal kecipratan rezeki bisyaroh atau insentif dari Pemkot Semarang. Yuk, kita simak detailnya!
Apa Itu Bisyaroh dan Siapa Saja yang Kebagian?¶
Bisyaroh ini semacam bentuk apresiasi dari Pemerintah Kota Semarang buat para pahlawan pendidikan yang selama ini mungkin kurang terekspos. Penerimanya beragam banget, mulai dari:
- Marbot masjid (penjaga masjid)
- Tenaga pengajar TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an) dan madrasah diniyah
- Modin (petugas yang membantu urusan pernikahan dan kematian)
- Guru Sekolah Minggu
- Pengelola Pos PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan anggota HIMPAUDI
- Tokoh agama dari berbagai latar belakang, termasuk pinandhita (pemuka agama Hindu)
Wah, lengkap banget ya! Semua yang berkontribusi dalam pendidikan dan pelayanan masyarakat di luar jalur formal, diperhatikan sama Pemkot Semarang.
Janji Kampanye yang Jadi Kenyataan!¶
Program bisyaroh ini ternyata bukan cuma tiba-tiba muncul begitu saja. Ini adalah bagian dari janji kampanye Walikota Semarang, Agustina Wilujeng Pamestuti, dan wakilnya, Iswar Aminuddin. Mereka emang pengen banget memberikan dukungan buat warga istimewa Kota Semarang yang udah berkontribusi banyak buat masyarakat.
Kata Bu Agustina sendiri, “Launching ini sesuai dengan janji kami saat kampanye, yaitu memberikan berbagai bentuk dukungan kepada warga istimewa Kota Semarang yang memberikan pelayanan tanpa status sebagai pegawai pemerintah.” Keren ya, janjinya ditepati!
Berapa Sih Nominalnya?¶
Nah, ini yang penting! Besaran bisyaroh yang diterima juga beda-beda, tergantung posisi dan tanggung jawab masing-masing:
- Guru TPQ, Madin, dan Sekolah Minggu: Rp 500.000,- per bulan
- Modin: Rp 1.000.000,- per bulan
- Marbot, pengelola Pos PAUD, Himpaudi, dan pinandita: Rp 300.000,- per bulan
Lumayan banget kan buat nambah-nambah keperluan sehari-hari? Apalagi buat yang udah lama mengabdi dan berdedikasi.
Bukan Cuma Bisyaroh, Tapi Juga Perhatian ke PAUD dan Disabilitas¶
Selain bisyaroh, Bu Agustina juga nggak lupa sama penguatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Beliau sebagai bunda PAUD Kota Semarang, pengen banget anak-anak sejak dini udah dikenalin sama Kota Semarang dan Indonesia secara lebih baik. Makanya, anggaran untuk kegiatan PAUD juga bakal ditambah.
Nggak cuma itu, buat penyandang disabilitas, Pemkot Semarang juga lagi mengupayakan pembangunan rumah inspirasi di setiap kecamatan. Tahun ini dimulai di tiga kecamatan, dan rencananya bakal diselesaikan di seluruh 16 kecamatan sampai tahun 2029. Salut banget deh!
Kesimpulan¶
Program bisyaroh ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah menghargai peran penting para tenaga kependidikan non-formal dalam membangun masyarakat. Semoga dengan adanya bisyaroh ini, semangat mereka untuk terus berkontribusi semakin membara!
Gimana menurut kamu? Keren kan inisiatif dari Pemkot Semarang ini? Yuk, kasih pendapatmu di kolom komentar! Jangan lupa, kalau kamu pengen tahu informasi menarik lainnya, pantengin terus ya!
Posting Komentar