Bank Digital Ngegas: Siap Gebrak Pertumbuhan Kredit Dua Digit di 2025!

Table of Contents

Wuih, persaingan bank digital makin seru aja nih! Kabarnya, bank-bank digital di Indonesia lagi pada ngegas buat mencapai pertumbuhan kredit dua digit di tahun 2025. Penasaran gimana caranya mereka? Yuk, kita simak ulasannya!

Bank Digital Optimis Gebrak Pasar Kredit di 2025

Bank Digital Ngegas: Siap Gebrak Pertumbuhan Kredit Dua Digit di 2025!
image just illustration

Sejumlah bank digital di Indonesia lagi pada pasang target tinggi nih buat tahun depan. Mereka optimis banget bisa mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit hingga dua digit! Gimana caranya? Tentunya dengan berbagai strategi jitu yang udah disiapin.

Bank Raya: Andalkan Produk Digital dan Ekosistem BRI Group

PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya), anak usaha dari BRI, memproyeksikan pertumbuhan kredit di kisaran 7-11% di tahun 2025. Gak cuma itu, mereka juga menargetkan pertumbuhan disbursement kredit digital sebesar 30%-40% tahun ini.

Salah satu strategi mereka adalah dengan mengembangkan produk Paylater. Selain itu, Bank Raya juga berencana membuat bisnis keagenan sendiri, di samping memanfaatkan ekosistem BRILink dan Pegadaian yang udah ada.

Direktur Keuangan Bank Raya, Rustarti Sri Pertiwi (akrab disapa Tiwi), menambahkan bahwa mereka akan memaksimalkan pengembangan produk digital dan menangkap potensi bisnis niche market di dalam ekosistem BRI Group. Kolaborasi dengan partner bisnis baru juga terus dijajaki dengan prinsip kehati-hatian.

Saat ini, Bank Raya memanfaatkan sekitar 1 juta agen BRILink untuk penyaluran kredit, meskipun baru sekitar 36.000 agen yang sudah diakuisisi. Targetnya, tahun ini mereka akan memperluas jaringan ke sekitar 700.000 agen BRILink dan 50.000 agen Pegadaian.

“Kita paling expect kontribusinya 25%-30% dari kredit digital,” ujar Tiwi.

Sebagai gambaran, per Oktober 2024, pertumbuhan Total Kredit Bank Raya sekitar 8,8% dengan outstanding kredit digital tumbuh 90% yoy mencapai Rp 1,85 Triliun.

Bank Neo Commerce: Fokus di Segmen Konsumer, Komersial, dan Korporasi

PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) juga gak mau ketinggalan. Mereka menargetkan pertumbuhan kredit dua digit atau di kisaran 12%-15% pada tahun 2025. Caranya? Dengan fokus di segmen konsumer, komersial, hingga korporasi.

Direktur Bisnis Bank Neo, Aditya Windarwo, mengatakan bahwa mereka sudah mulai masuk ke segmen komersial sejak tahun-tahun sebelumnya dan ingin memperbesar serta memperkaya ekosistem yang mereka punya. Untuk kredit korporasi, Bank Neo juga sudah beberapa kali ikut dalam kesepakatan kredit sindikasi.

Adit menambahkan bahwa mereka sudah mengurangi penyaluran kredit melalui kerja sama dengan perusahaan Fintech karena bisnis keagenan membutuhkan pengontrolan khusus.

Per November 2024, Bank Neo telah menyalurkan kredit sebesar Rp 8,5 triliun.

Bank Jago: Siapkan Produk Direct Loan untuk Segmen Syariah

PT Bank Jago Tbk juga tengah mempersiapkan dan mengembangkan produk layanan direct loan untuk segmen syariah. Head of Unit Usaha Syariah Bank Jago, Waasi Sumintardja, mengatakan bahwa mereka membutuhkan mitra untuk mewujudkan hal ini.

Saat ini, mereka masih membahas bagaimana rangkaian teknis untuk menyediakan fitur pembiayaan syariah yang optimal.

Per November 2024, Bank Jago telah menyalurkan kredit dan pembiayaan syariah sebesar Rp 17,98 triliun.

Kesimpulan

Persaingan di dunia bank digital emang makin ketat ya! Masing-masing bank punya strategi sendiri untuk mencapai target pertumbuhan kredit. Kita sebagai konsumen, tinggal pantau aja nih mana yang paling menguntungkan.

Gimana menurut kamu? Bank digital mana nih yang paling menarik buat kamu? Share pendapatmu di kolom komentar ya! Jangan lupa juga untuk terus pantau update berita lainnya di sini. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Posting Komentar