Duka di Peru, Keluarga TKI Banyumas Minta Uluran Tangan DPRD! Biaya Pemulangan?

Table of Contents

Kabar duka datang dari Peru! Keluarga seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Banyumas bernama Yetti Purwaningsih (53) sedang berjuang untuk memulangkan jenazahnya ke tanah air. Yuk, kita simak cerita selengkapnya!

Jeritan Hati Keluarga di Banyumas

Duka di Peru, Keluarga TKI Banyumas Minta Uluran Tangan DPRD! Biaya Pemulangan?
image just illustration

Tiga minggu sudah jenazah Yetti tertahan di Peru. Pihak keluarga, yang diwakili oleh adik kandungnya, Mursito, sampai harus mendatangi DPRD Banyumas untuk meminta bantuan. Mereka sudah berusaha mengumpulkan dana, tapi masih kekurangan sekitar Rp150 juta untuk biaya pemulangan.

Mursito menceritakan bahwa awalnya KBRI Peru memperkirakan biaya pemulangan mencapai Rp248 juta, tapi kemudian mendapat keringanan menjadi Rp206 juta. Setelah dikurangi dengan uang saku almarhumah, kekurangan dana masih cukup besar, yaitu Rp150 juta. “Kakak saya itu sudah tiga minggu jenazah Yetti tertahan di Peru karena kami tidak ada biaya,” ungkap Mursito saat audiensi.

Harapan dan Upaya yang Telah Dilakukan

Keluarga berharap jenazah Yetti bisa segera dipulangkan ke Indonesia, sesuai dengan keinginan almarhumah sebelum meninggal. Mursito sudah berusaha menempuh berbagai cara, mulai dari mendatangi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) hingga mengajukan permohonan ke KBRI di Lima, Peru.

Yetti sendiri sudah merantau ke luar negeri selama 20 tahun dan membuka usaha kuliner di Peru. Selama ini, ia selalu menjaga komunikasi dengan keluarga di Banyumas. Bahkan, sempat dalam videocall, Yetti mengaku sedang sakit tenggorokan, namun tetap bisa beraktivitas seperti biasa.

Pemerintah Daerah Turun Tangan

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinakertrans) Kabupaten Banyumas, Wahyu Dewanto, menyatakan bahwa Pemkab Banyumas berupaya memfasilitasi pemulangan jenazah Yetti. Namun, saat ini pihaknya masih menunggu keputusan dari pemerintah Peru terkait pemulangan jenazah.

Dari hasil audiensi dengan Komisi IV DPRD, terdapat dua pilihan yang dipertimbangkan: jenazah Yetti dipulangkan ke Indonesia atau dimakamkan di Peru. Jika dipulangkan, Wahyu mengaku APBD Kabupaten Banyumas tidak mengalokasikan anggaran khusus untuk biaya pemulangan jenazah warga yang meninggal di luar negeri. Sementara jika dimakamkan di Peru, biaya pemakaman diperkirakan sekitar Rp30 juta.

Mencari Solusi Bersama

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Banyumas, Dhuha Ngabdul Wasis, mengatakan bahwa pihaknya bersama Pemkab Banyumas akan berusaha mencari bantuan yang tidak bersumber dari APBD. “Apakah nanti mencari bantuan dari CSR, seberapa berapa dapatnya nanti alhamdulillah. Kalau kurang, itu kembali ke keluarga, bisa ikut mencari. Kalau dapat Rp150 juta ya alhamdulillah,” katanya.

Pilihan lainnya adalah menggunakan dana yang terkumpul untuk biaya pemakaman jenazah di Peru. “Kasihan, sudah terlalu lama (belum dimakamkan),” tambahnya.

Mari Ulurkan Tangan!

Kisah Yetti Purwaningsih ini menyentuh hati kita semua. Di tengah keterbatasan, keluarga almarhumah sedang berjuang untuk mewujudkan keinginan terakhirnya, yaitu dimakamkan di tanah air.

Jika Anda tergerak untuk membantu meringankan beban keluarga Yetti, mari ulurkan tangan Anda melalui donasi. Setiap bantuan, sekecil apapun, akan sangat berarti bagi mereka.

Keluarga Yetti membutuhkan bantuan kita! Jangan ragu untuk memberikan donasi dan bagikan artikel ini agar semakin banyak orang yang tahu dan tergerak untuk membantu. Mari kita tunjukkan solidaritas kita sebagai sesama anak bangsa!

Jangan lupa tinggalkan komentar di bawah jika Anda memiliki informasi atau ide lain yang bisa membantu keluarga Yetti. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Posting Komentar