Imam Masjid Purwodadi Ini Khatam Al-Quran Setiap Tahun & Ramadan, Kok Bisa Gitu?

Table of Contents

Keren banget! Ada lho, imam masjid yang punya kebiasaan unik tiap Ramadan. Penasaran? Yuk, simak cerita inspiratif berikut ini!

Kisah Inspiratif Imam Masjid Purwodadi yang Khatam Al-Quran Setiap Tahun

Imam Masjid Purwodadi Ini Khatam Al-Quran Setiap Tahun & Ramadan, Kok Bisa Gitu?
image just illustration

Di tengah kesibukan Ramadan, ada sosok inspiratif yang menjalankan tradisi unik di Masjid Agung Baitul Makmur Purwodadi. Beliau adalah KH Abdurrahman Alhafidz, imam besar masjid tersebut. Setiap kali memimpin sholat fardlu, beliau punya cara tersendiri untuk mendekatkan diri kepada Al-Quran.

Kebiasaan Unik Sang Imam

Kiai Abdurrahman, sapaan akrabnya, selalu mengimami sholat Ashar, Maghrib, dan Isya di masjid yang lokasinya strategis, persis di depan Alun-alun Purwodadi. Nah, yang bikin beda, setelah membaca surat Al-Fatihah, beliau selalu melanjutkan dengan membaca surat-surat Al-Quran. Bayangin, istiqamah banget sampai khatam 30 juz!

Sejak Kapan Tradisi Ini Dimulai?

Menurut penuturan Moh Nur Riza Fathoni, pengurus Masjid Agung Baitul Makmur Purwodadi, kebiasaan ini sudah dimulai sejak lama, sekitar tahun 2007-2009. Kiai Abdurrahman yang berasal dari Banten ini terus melestarikan tradisi ini hingga sekarang. “Jadi, setiap dapat jadwal mengimami masjid, beliau selalu menyempatkan membaca hafalannya setelah Al-Fatihah. Dimulai awal Ramadan dan khatam di Ramadan berikutnya,” jelasnya.

Sudah Berapa Kali Khatam?

Masjid Baitul Makmur sudah mengkhatamkan Al-Quran kira-kira yang ke-16 kalinya jika dihitung sejak tahun 2009! Gokil! Surat-surat yang dibaca saat sholat fardlu ini dilanjutkan lagi saat sholat tarawih memasuki hari ke-20 Ramadan. Kalau tahun sebelumnya belum khatam, ya dilanjut di Ramadan berikutnya.

Kenapa Hanya Beliau?

Ternyata, tradisi ini hanya dilakukan oleh KH Abdurrahman Al Hafidz seorang. “Karena di sini masjid, imam besarnya statusnya seorang hafidz, makanya terus sholat fardu memakai bacaan Al-Quran,” ujar Nur Riza.

Momen Khataman dan Syukuran

Biasanya, khataman dilakukan sekitar tanggal 20-an Ramadan. Saat sholat witir, Kiai Abdurrahman akan membaca doa khataman Al-Quran. Setelah selesai tarawih dan witir, dilanjutkan dengan syukuran tumpengan bersama para jamaah. Didoakan lalu dimakan bersama-sama. “Jadi, doa sekaligus menutup sholat witir,” imbuhnya.

Siklus Khataman

“Setiap satu tahun dikhatamkan, Jadi mulai juz awal juz akhir (30 juz) dari awal tahun sebelumnya dikhatamkan tahun berikutnya,” jelasnya. Setelah khataman, bacaan Al-Quran dilanjutkan kembali setelah sholat fardu. Jadi, kalau dimulai Ramadan tahun ini, berarti akan khatam pada Ramadan tahun berikutnya.

Pesan Inspiratif

Kisah KH Abdurrahman Alhafidz ini benar-benar menginspirasi ya? Di tengah kesibukan dan tantangan zaman, beliau tetap istiqamah menjaga Al-Quran. Semoga kita semua bisa meneladani beliau dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Gimana menurutmu? Apakah kamu punya tradisi unik saat Ramadan? Share di kolom komentar ya! Jangan lupa kunjungi lagi untuk mendapatkan informasi dan kisah inspiratif lainnya. Selamat menjalankan ibadah puasa!

Posting Komentar