Jogja Bersuara: Ribuan Turun ke Jalan Tolak RUU TNI! Lihat Foto-fotonya!

Table of Contents

Wih, Jogja lagi panas nih! Ribuan orang turun ke jalan buat nyuarain pendapat mereka tentang RUU TNI. Penasaran kayak apa aksi mereka? Yuk, simak liputannya!

Jogja Membara: Ribuan Mahasiswa Geruduk DPRD DIY!

Jogja Bersuara: Ribuan Turun ke Jalan Tolak RUU TNI! Lihat Foto-fotonya!
image just illustration

Kamis siang (20/3), Jogja digegerkan dengan aksi unjuk rasa yang diikuti ribuan mahasiswa. Mereka yang tergabung dalam gerakan ‘Jogja Memanggil’ long march dari Parkir Abu Bakar Ali menuju Gedung DPRD DIY. Tujuannya jelas: menolak RUU TNI yang dianggap bermasalah.

Poster-poster Kritis dan Orasi Membara

Para demonstran yang didominasi mahasiswa berpakaian hitam ini membawa berbagai poster dengan tulisan-tulisan yang cukup tegas. Beberapa di antaranya bertuliskan:

  • “Tolak RUU TNI #KEMBALIKANTNIKEBARAK”
  • “Sempak Lu Gua yang Bayarin” (yang ini agak nyeleneh, ya!)
  • “Neraka Berada di Bawah Telapak Kaki Tentara”
  • “Kembali ke Barak Kursi Sipil Bukan untuk Loreng yang Galak!”

Selain poster, orasi-orasi dari perwakilan mahasiswa juga membakar semangat para peserta aksi. Mereka menuntut agar TNI dikembalikan ke barak dan tidak ikut campur dalam urusan sipil.

Aksi Simbolik: Bendera Setengah Tiang dan Bakar Safety Cone!

Nggak cuma orasi dan poster, aksi ini juga diwarnai dengan beberapa kegiatan simbolik. Massa aksi mengibarkan bendera setengah tiang sambil menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selain itu, ada juga aksi bakar safety cone sebagai bentuk protes. Yang cukup menarik, mereka juga melakukan aksi teatrikal “gulingkan Presiden Prabowo dan TNI” serta tweet serentak dengan hashtag #IndonesiaSemakinGelap. Wah, kreatif juga ya cara mereka menyampaikan aspirasi!

DPRD DIY Mendukung Aksi?

Aksi ini ternyata mendapat perhatian dari Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto dari fraksi PDIP. Beliau menemui massa aksi dan menyatakan dukungannya. Bahkan, beliau berjanji akan menyampaikan aspirasi ini kepada DPR RI.

“Aspirasi dari kawan-kawan kita teruskan ke DPR RI. Sudah saya tandatangani sebagai hak konstitusi saya sebagai anggota DPRD dan itu saya pertanggung jawabkan secara politik maupun hukum,” ujar Eko.

Kenapa RUU TNI Ditolak?

Mungkin kamu bertanya-tanya, kenapa sih RUU TNI ini ditolak? Sayangnya, dalam artikel ini nggak dijelaskan secara detail alasannya. Tapi, dari tuntutan massa aksi, kita bisa menyimpulkan bahwa mereka khawatir RUU ini akan memberikan kewenangan yang terlalu besar kepada TNI dan mengganggu ranah sipil.

Kesimpulan: Suara Mahasiswa Didengar?

Aksi “Jogja Memanggil” ini menunjukkan bahwa mahasiswa Jogja punya kepedulian yang tinggi terhadap isu-isu kebangsaan. Mereka berani turun ke jalan untuk menyuarakan pendapatnya dan menuntut perubahan. Pertanyaannya sekarang, apakah aspirasi mereka akan didengar oleh para pembuat kebijakan?

Gimana pendapatmu tentang aksi ini? Apakah kamu setuju dengan tuntutan para mahasiswa? Yuk, berbagi pendapat di kolom komentar! Jangan lupa kunjungi lagi website ini untuk mendapatkan informasi menarik lainnya!

Posting Komentar