Khofifah Kaget: Bojonegoro Kok Bisa Miskin & Ekonominya Paling Loyo di Jatim?
Wih, berita terbaru nih! Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, baru aja ngasih “sentilan” pedas buat Bojonegoro. Katanya, kok bisa ya daerah yang APBD-nya gede banget malah ekonominya loyo dan angka kemiskinannya tinggi? Yuk, kita simak selengkapnya!
Khofifah Kaget dengan Kondisi Bojonegoro¶
“image just illustration”
Dalam acara serah terima jabatan (Sertijab) kepala daerah di Bojonegoro, Khofifah blak-blakan mengungkapkan kekagetannya. Beliau mengingatkan bupati dan wakil bupati Bojonegoro yang baru, Setyo Wahono dan Nurul Azizah, buat ngebut meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Soalnya, Bojonegoro ternyata jadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi terendah di Jawa Timur! Padahal, APBD-nya nomor dua terbesar setelah Surabaya, alias paling gede di antara kabupaten lain di Jatim. Waduh!
Data Bicara: Bojonegoro di Urutan Buncit¶
Khofifah bilang, data dari BPS (Badan Pusat Statistik) menunjukkan Bojonegoro ada di urutan paling bawah dalam hal peningkatan pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. Dari 38 kabupaten dan kota, Bojonegoro jadi juru kunci. “Kami harapkan ada perubahan di era pemerintahan yang baru,” ujar gubernur yang baru terpilih untuk periode kedua ini.
Harapan untuk Pemimpin Baru Bojonegoro¶
Khofifah berharap pasangan Setyo Wahono dan Nurul Azizah bisa bikin gebrakan buat naikin pertumbuhan ekonomi Bojonegoro yang sekarang cuma 1,6%. Beliau menekankan pentingnya diskusi serius buat nyari cara dan program yang tepat.
Kemiskinan Juga Jadi Sorotan¶
“image just illustration”
Nggak cuma masalah pertumbuhan ekonomi, Khofifah juga menyoroti tingginya angka kemiskinan di Bojonegoro. Beliau berharap bupati dan wakil bupati yang baru bisa mendongkrak ekonomi dan mengurangi kemiskinan. Caranya? Dengan mensinergikan antar dinas, biar ekonomi kreatif bisa tumbuh dan ngangkat pertumbuhan ekonomi, serta ngurangin angka kemiskinan.
Sinergi Jadi Kunci¶
Khofifah menekankan pentingnya sinergi antar dinas. Dengan begitu, potensi ekonomi kreatif Bojonegoro bisa dikembangin maksimal. Kalau ekonomi kreatif maju, diharapkan bisa ngasih dampak positif buat pertumbuhan ekonomi dan ngurangin angka kemiskinan.
Kesimpulan: Tantangan Berat untuk Bojonegoro¶
“Sentilan” dari Gubernur Khofifah ini jadi cambuk buat pemimpin baru Bojonegoro. Tantangan berat menanti, tapi dengan kerja keras, inovasi, dan sinergi, bukan nggak mungkin Bojonegoro bisa bangkit dan jadi daerah yang lebih sejahtera.
Gimana menurut kamu? Apakah Bojonegoro bisa keluar dari masalah ini? Share pendapat kamu di kolom komentar, ya! Jangan lupa pantengin terus berita terbaru lainnya di sini. Sampai jumpa!
Posting Komentar