Meriam Karbit Pontianak: Terancam Punah? Tradisi Ikonik Ini Butuh Uluran Tangan!

Table of Contents

Wih, gawat nih! Tradisi meriam karbit di Pontianak yang ikonik itu lagi terancam punah! Kita semua tau kan, meriam karbit itu udah jadi bagian nggak terpisahkan dari perayaan Ramadan dan Idulfitri di Pontianak. Tapi, sayangnya, tradisi ini lagi butuh banget uluran tangan kita. Yuk, simak selengkapnya!

Meriam Karbit: Simbol Budaya Pontianak di Ambang Kepunahan?

Meriam Karbit Pontianak: Terancam Punah? Tradisi Ikonik Ini Butuh Uluran Tangan!
image just illustration

Tradisi meriam karbit bukan cuma sekadar permainan. Ini adalah identitas budaya, warisan leluhur yang udah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh Kemendikbud sejak tahun 2016. Keren kan? Tapi, pengakuan aja nggak cukup, guys.

Akar Masalah: Dana dan Bahan Baku

Sayangnya, tradisi ini lagi kesulitan banget soal dana dan bahan baku. Bayangin aja, dari tahun ke tahun, jumlah kelompok pemain meriam karbit terus menurun. Data tahun 2025 menunjukkan penurunan yang cukup signifikan:

Tahun Jumlah Kelompok Jumlah Meriam
2024 41 249
2025 30 184

Penurunan ini, menurut para pelaku, disebabkan oleh mahalnya biaya operasional. Duh, kasian banget ya.

Spesifikasi Meriam Karbit: Lebih dari Sekadar Kayu

Meriam karbit itu sendiri terbuat dari kayu mabang atau meranti dengan diameter 50-70 cm dan panjang 5-6 meter. Proses pembuatannya emang sederhana, tapi penuh makna. Karbit dimasukkan ke dalam meriam, lalu api disulut hingga menghasilkan dentuman yang khas banget di malam takbiran. Kebayang kan, serunya kayak gimana?

Inisiatif Bapak Angkat: Solusi dari Forum Meriam Karbit

Ketua Forum Meriam Karbit, Fajriudin, punya ide brilian: inisiatif Bapak Angkat atau Bapak Asuh. Jadi, setiap kelompok pemain meriam karbit diharapkan bisa dapet dukungan dana dari individu atau pihak yang peduli sama budaya. Dengan begitu, tradisi ini bisa terus lestari dan nggak punah.

“Kami ingin setiap kelompok mendapat dukungan pendanaan dari individu atau pihak yang peduli budaya, sehingga tradisi ini tak punah,” kata Fajriudin.

Pemkot Pontianak Buka Posko Pengaduan THR

Ngomong-ngomong soal dana, Pemkot Pontianak juga lagi buka Posko Pengaduan THR, lho! Jadi, buat kamu-kamu yang THR-nya dicicil atau nggak sesuai ketentuan, bisa langsung lapor ke sini ya! Ini penting banget, biar hak-hak kita sebagai pekerja tetap terpenuhi.

Ulurkan Tangan, Selamatkan Tradisi!

Gimana, guys? Setelah baca ini, pasti kamu jadi lebih peduli kan sama nasib meriam karbit di Pontianak? Yuk, kita semua ikut berperan aktif dalam melestarikan tradisi ini. Caranya? Bisa dengan memberikan dukungan dana, menyebarkan informasi ini ke teman-teman, atau bahkan ikut terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan pelestarian budaya.

Mari kita jadikan Pontianak tetap gemuruh dengan dentuman meriam karbit di setiap Ramadan dan Idulfitri!

Jangan biarkan tradisi ini hilang ditelan zaman. Kita punya kekuatan untuk menjaganya tetap hidup. Ayo, bergerak sekarang!

Komentar di bawah ini! Apa pendapatmu tentang tradisi meriam karbit dan bagaimana cara kita bisa melestarikannya? Atau, kunjungi lagi nanti untuk mendapatkan berita terbaru!

Posting Komentar