Ngabuburit Asyik: Tadarus Kekinian dengan Kitab Kuning!
Hai semua! Lagi pada ngapain nih? Daripada bengong, yuk simak cerita seru tentang kegiatan ngabuburit yang kekinian abis. Dijamin bikin Ramadan kamu makin berwarna dan bermanfaat!
Ngabuburit Asyik: Tadarus Kekinian dengan Kitab Kuning!¶
image just illustration
Kebayang gak sih, ngabuburit sambil belajar agama dengan cara yang asyik? Nah, di Pondok Pesantren Tahfidz Almusthofa Tebuireng 16 di Temanggung, puluhan santri dan santriwati punya cara unik buat mengisi waktu menunggu buka puasa. Mereka bertadarus dengan membaca kitab kuning! Kegiatan ini jadi rutinitas mereka selama Ramadan untuk memperdalam ilmu agama dan mengisi waktu dengan hal-hal positif.
Ngaji Kilat: Metode Kekinian Ala Pesantren¶
Setiap habis shalat Ashar, para santri dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok kelas ula (kelas dasar) belajar kitab Arbain Nawawi, sementara kelompok kelas wustho dan ulya (kelas menengah dan atas) mengaji kitab Nashoihul Ibad. Kerennya lagi, mereka menggunakan metode “kilatan,” yaitu mengkhatamkan satu kitab dalam waktu sebulan! Gokil abis!
Menurut KH. Ahmad Yani, pengasuh Ponpes Tahfidz Almusthofa Tebuireng 16, metode ini bertujuan agar para santri makin paham ilmu agama, khususnya adab dan tasawuf. Beliau juga menambahkan, “Ngabuburit dengan mengaji juga membantu mereka agar tidak merasa jenuh menunggu waktu berbuka. Penyampaian materi juga diselingi dengan guyonan khas pesantren agar suasana tetap rileks dan tidak membosankan.” Wah, seru banget ya!
Kitab Kuning: Sumber Ilmu dan Inspirasi¶
Buat yang belum tahu, Kitab kuning Arbain Nawawi itu isinya 42 hadis pilihan yang disusun oleh Imam Nawawi. Kitab ini membahas berbagai aspek kehidupan, mulai dari jihad, zuhud, nasihat, adab, hingga niat-niat yang baik. Sementara itu, Nashoihul Ibad adalah kitab berisi kumpulan nasihat dari Syekh Nawawi al-Bantani yang bersumber dari Al-Qur’an, hadis, serta perkataan para sahabat dan ulama. Kedua kitab ini jadi sumber ilmu dan inspirasi bagi para santri.
Testimoni Santri: Ngabuburit Jadi Lebih Asyik!¶
Salah satu santri, Alvin Khandziq, mengaku senang banget bisa ikut pengajian ini. “Saya merasa senang karena bisa menambah ilmu agama sekaligus menjalankan ibadah puasa tanpa terasa bosan. Selesai ngaji, sebentar lagi sudah berbuka puasa,” ujarnya. Tuh kan, ngabuburit jadi lebih asyik dan bermanfaat!
Harapan: Ilmu Bermanfaat untuk Kehidupan Sehari-hari¶
KH. Ahmad Yani berharap, setelah mempelajari kitab-kitab tersebut, para santri dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. “Dengan memahami dan mengamalkan isi kitab-kitab ini, kami berharap para santri bisa membentuk akhlak yang baik dan memiliki karakter Islami yang kuat,” tuturnya. Semoga harapan ini bisa terwujud ya!
Ponpes Tahfidz Almusthofa Tebuireng 16: Pesantren dengan Konsep Green Building¶
Oiya, Ponpes Tahfidz Almusthofa Tebuireng 16 ini juga unik lho! Pesantren ini gak cuma fokus pada pendidikan agama, tapi juga punya berbagai program sosial dan kepedulian lingkungan. Pesantren ini mengusung konsep Green Building, di mana seluruh bangunannya menggunakan kayu bekas atau lawasan dengan model tradisional Jawa seperti joglo dan pendopo. Selain itu, komposisi lahan pesantren juga dirancang dengan 60 persen ruang terbuka hijau dan 40 persen bangunan, sehingga menciptakan suasana yang asri dan nyaman bagi para santri. Keren banget ya!
Kesimpulan¶
Gimana? Seru kan cerita tentang ngabuburit ala santri Tebuireng 16 ini? Semoga bisa jadi inspirasi buat kita semua untuk mengisi waktu Ramadan dengan hal-hal yang bermanfaat dan menyenangkan. Yuk, manfaatkan waktu ngabuburitmu dengan kegiatan positif yang bisa menambah ilmu dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jangan lupa, berbagi kebaikan juga bisa jadi cara ngabuburit yang asyik lho!
Kalau kamu punya ide ngabuburit seru lainnya, jangan ragu buat berbagi di kolom komentar ya! Atau, kalau kamu pengen tahu lebih banyak tentang kegiatan di Ponpes Tahfidz Almusthofa Tebuireng 16, jangan lupa kunjungi website atau media sosial mereka. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!
Posting Komentar