Ngeri! Wartawan Senior Terima Paket Kepala Manusia Saat Usut Kasus Petrus.
Geger! Kisah Mencekam Wartawan Senior Peter Apollonius Rohi dan Paket Kepala Manusia
Bayangin deh, lagi asik-asikan kerja, tiba-tiba dapet kiriman… kepala manusia?! Nah, ini bukan adegan film horor, tapi kisah nyata yang dialami mendiang wartawan senior Peter Apollonius Rohi. Gak kebayang kan gimana ngerinya? Yuk, kita bedah cerita lengkapnya!
Awal Mula Teror: Kasus Petrus yang Menggemparkan¶
image just illustration
Tahun 1982-1985, Indonesia digegerkan dengan peristiwa penembakan misterius atau yang lebih dikenal dengan sebutan Petrus. Ratusan orang yang dianggap preman atau pelaku kejahatan dibunuh tanpa proses hukum yang jelas. Kasus ini kemudian diakui negara sebagai pelanggaran HAM berat.
Peter Apollonius Rohi, yang saat itu memimpin harian Suara Indonesia (SI) di Kota Malang, ikut memberitakan kasus ini secara gencar. Padahal, sebelumnya koran ini lagi naik daun banget, tirasnya mencapai 40.000 eksemplar!
Liputan Kritis Berujung Petaka¶
Peter memerintahkan para wartawannya untuk membuat liputan khusus tentang kasus Petrus. Koran SI juga gak ragu menyampaikan kritik melalui tajuk rencana dan mengangkat suara masyarakat yang mempertanyakan kebijakan pemerintah.
“Semua koresponden saya perintahkan membuat berita setiap korban ‘petrus’,” kenang Peter dalam buku biografinya. Alhasil, hampir setiap hari koran SI dipenuhi berita tentang korban kekerasan Petrus.
Paket Mengerikan di Pintu Redaksi¶
Rabu dini hari, 16 November 1983, kantor redaksi SI mendapat kiriman yang bikin merinding: sebuah paket berisi potongan kepala manusia! Potongan kepala itu diletakkan persis di pintu masuk kantor redaksi.
Gak heran, redaksi SI langsung memutuskan untuk tidak menerbitkan koran pada keesokan harinya. Kejadian ini diyakini sebagai teror akibat pemberitaan kritis mereka terhadap kasus Petrus. Mengerikan!
Arti di Balik Teror¶
Direktur LBH Jakarta saat itu, Abdulrachman Saleh, menyatakan bahwa paket kepala manusia itu bisa memiliki beberapa arti: kejahatan, pelampiasan sadisme, atau peringatan agar SI tidak lagi berani mengungkap kenyataan.
Redaksi SI berharap kasus ini segera ditangani tuntas, karena kejadian serupa bisa saja dialami surat kabar lain, bahkan masyarakat umum.
Perjuangan Media yang Tak Kenal Takut¶
image just illustration
Peter A. Rohi menceritakan kembali kejadian ini melalui akun Facebook pribadinya pada 20 Maret 2015. Menurutnya, paket itu didapat setelah mantan Presiden Soeharto menginstruksikan dilakukan “pembunuhan misterius” sebagai tindakan menekan preman.
Peter meyakini bahwa setiap warga negara berhak diadili secara hukum dan mendapat pembelaan. Sikapnya ini kemudian berbuah teror.
Berita tentang paket kepala manusia ini mendapat reaksi keras dari dunia internasional. Peter bahkan diwawancarai dan bertemu dengan pihak-pihak asing.
Warisan Keberanian dan Semangat Jurnalisme¶
Kisah Peter Apollonius Rohi ini adalah bukti nyata perjuangan media dalam mengungkap kebenaran. Meskipun menghadapi teror dan intimidasi, ia tetap teguh pada prinsip-prinsip jurnalisme.
Keberanian Peter Rohi menjadi inspirasi bagi para jurnalis di seluruh dunia.
Refleksi dan Aksi¶
Kisah ini bukan hanya tentang teror dan ketakutan, tapi juga tentang keberanian, idealisme, dan tanggung jawab. Bagaimana menurutmu? Apakah media saat ini masih memiliki semangat yang sama dengan Peter A. Rohi?
Jangan ragu untuk berbagi pendapatmu di kolom komentar! Atau, jika kamu tertarik dengan kisah-kisah inspiratif lainnya, jangan lupa kunjungi lagi halaman ini. Sampai jumpa!
Posting Komentar