Nike Tangerang Pangkas Ribuan Karyawan! Ada Apa Gerangan? Ini Kata Kemenperin!

Table of Contents

Waduh, berita kurang sedap nih buat para pecinta sneakers dan ekonomi Tangerang! Pabrik sepatu Nike di Tangerang, PT Victory Chingluh Indonesia, lagi-lagi pangkas ribuan karyawan. Kira-kira kenapa ya? Yuk, kita bedah beritanya!

Geger! Nike Tangerang PHK Massal Lagi?

Nike Tangerang Pangkas Ribuan Karyawan! Ada Apa Gerangan? Ini Kata Kemenperin!
image just illustration

Jadi gini, guys, PT Victory Chingluh Indonesia, yang kita kenal sebagai produsen sepatu Nike, baru aja melakukan PHK (Putus Hubungan Kerja) terhadap 2.393 karyawannya. Ini bukan kali pertama lho. Sebelumnya, di Mei 2020, mereka juga udah PHK sekitar 5.000 karyawan. Hmmm, ada apa gerangan?

Biang Keroknya UMR?

Menurut Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Febri Hendri Antoni Arif, penyebab utama PHK ini adalah kenaikan UMR (Upah Minimum Regional) di Tangerang sebesar 6 persen. Kenaikan ini bikin perusahaan mikir dua kali dan akhirnya memutuskan untuk relokasi pabrik ke Cirebon.

“Victory Chingluh Indonesia yang memproduksi sepatu olahraga merek Nike relokasi ke pabrik baru di Cirebon, karena UMR naik di atas 6 persen. Pegawainya ditawari PHK sukarela sebanyak 2.393 orang atau bekerja di pabrik relokasi,” kata Febri.

Nasib Karyawan Gimana?

Nah, yang menarik, karyawan yang kena PHK ini ditawarin dua opsi:

  1. PHK sukarela dengan kompensasi yang sesuai.
  2. Pindah kerja ke pabrik baru di Cirebon.

Pilihan yang berat ya, guys!

Pabrik di Tangerang Tutup Total?

Eits, jangan salah paham dulu. Pabrik Victory Chingluh Indonesia di Tangerang masih beroperasi, kok! Tapi, dengan jumlah karyawan yang lebih sedikit, yaitu sekitar 900 orang. Per 3 Maret 2025, total karyawan mereka masih 15.840 orang.

Dampaknya Apa?

PHK massal ini tentu punya dampak yang signifikan, terutama bagi perekonomian Tangerang. Ribuan orang kehilangan pekerjaan, dan ini bisa memengaruhi daya beli masyarakat. Selain itu, ini juga jadi sinyal buat investor lain: apakah Tangerang masih menarik untuk investasi?

Pelajaran yang Bisa Kita Ambil

Kenaikan UMR memang bisa jadi dilema. Di satu sisi, kita pengen pekerja dapat upah yang layak. Di sisi lain, pengusaha juga mikirin keberlangsungan bisnis mereka. Ini jadi PR besar buat pemerintah dan stakeholder terkait untuk cari solusi yang win-win solution.

Gimana menurut kalian, guys? Apakah relokasi pabrik ini solusi yang tepat? Atau ada cara lain yang lebih baik? Yuk, kasih pendapat kalian di kolom komentar! Jangan lupa share artikel ini ke teman-teman kalian juga ya! Siapa tahu, ada yang punya insight menarik! Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Posting Komentar