Pertalite Diduga Oplosan di Kendari: Pertamina Ogah Ganti Rugi?

Table of Contents

Waduh, gawat nih! Ada kabar kurang enak dari Kendari soal dugaan Pertalite oplosan. Bikin heboh dan banyak yang komplain karena kendaraan jadi mogok. Yuk, kita bedah lebih dalam masalah ini!

Pertalite Diduga Oplosan di Kendari: Pertamina Lepas Tanggung Jawab?

Pertalite Diduga Oplosan di Kendari: Pertamina Ogah Ganti Rugi?
image just illustration

Beberapa waktu lalu, sejumlah SPBU di Kendari jadi sorotan setelah banyak pengendara mengalami masalah dengan kendaraannya usai mengisi Pertalite. Diduga kuat, ada praktik oplos yang bikin kualitas BBM jadi nggak beres. Tapi, gimana tanggapan Pertamina soal ini?

Sikap Pertamina: Belum Ada Arahan Kompensasi

Teksnya gini, guys: Pertamina Integrated Terminal Kendari belum memberikan kompensasi apapun kepada pemilik kendaraan yang rusak. Alasannya? Kata Manager Pertamina Patra Niaga Kendari, Supriyono Agung Nugroho, masih belum ada arahan dari pusat. Wah, gimana nih?

Agung juga menambahkan, “teks produk yang disalurkan sudah memenuhi standar Dirjen Minyak dan Gas.” Hmm, jadi bingung ya.

Bantahan Soal Kualitas BBM

Menanggapi keluhan soal motor mogok akibat filter bahan bakar kotor, Agung dengan tegas membantah bahwa kualitas Pertalite jadi penyebabnya. Ia mengklaim bahwa hasil pengujian sampel BBM dari nozzle SPBU menunjukkan angka yang masih sesuai standar Dirjen Migas.

“Hari Rabu lalu kami bersama Polda Sultra dan Dinas ESDM Provinsi telah melakukan pengujian sampel BBM langsung dari nozzle SPBU. Hasilnya masih dalam ambang batas standar Dirjen Migas,” teks Agung.

Ia juga bilang, perbedaan aroma dan warna Pertalite nggak serta merta mempengaruhi kualitas.

Kerusakan Kendaraan Bukan Karena Oplosan?

Lebih lanjut, Agung membantah kalau ratusan kendaraan mogok di Kendari itu akibat BBM oplosan. Menurutnya, hasil investigasi menunjukkan bahwa kerusakan lebih disebabkan oleh kondisi kendaraan itu sendiri. Teks nya begini:

“Belum bisa kita ambil kesimpulan, karena itu perlu dilakukan pengkajian atau melihat kondisi. Kita tidak bisa melihat satu mobil atau satu motor dan langsung mengambil kesimpulan bahwa kerusakannya karena BBM,” ujar Agung.

Ia mencontohkan kasus laporan masyarakat ke Polda Sultra soal kendaraan mogok. Setelah dicek, ternyata memang ada kerusakan pada motornya, bukan karena Pertalite.

Lalu, Gimana Nasib Konsumen?

Dengan pernyataan ini, seolah-olah Pertamina nggak mau bertanggung jawab atas kerusakan yang dialami para pengendara. Padahal, banyak yang merasa dirugikan karena kendaraannya jadi bermasalah setelah mengisi Pertalite di SPBU yang sama.

Intinya: Pertamina belum mau memberikan kompensasi dan berdalih bahwa kualitas BBM sudah sesuai standar. Mereka juga berpendapat bahwa kerusakan kendaraan lebih disebabkan oleh kondisi kendaraan itu sendiri.

Jadi, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Kejadian ini jadi pelajaran berharga buat kita semua. Selalu perhatikan kondisi kendaraan secara berkala. Jangan ragu untuk komplain jika merasa dirugikan. Dan yang paling penting, selalu update informasi terbaru agar tidak mudah dirugikan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Gimana pendapatmu soal kasus ini? Apakah kamu pernah mengalami hal serupa? Jangan ragu untuk berbagi pengalamanmu di kolom komentar! Atau, jika kamu ingin tahu perkembangan kasus ini lebih lanjut, jangan lupa kunjungi lagi ya!

Posting Komentar