Ramadan Anti Mainstream: Santri Lansia Ngaji di Magelang!
Wih, ada yang unik nih di Magelang! Santri lansia ngaji di bulan Ramadan? Penasaran kan? Yuk, kita simak cerita serunya!
Ramadan Anti Mainstream: Santri Lansia Ngaji di Magelang!¶
image just illustration
Di tengah hiruk pikuk Ramadan dengan berbagai kegiatan anak muda, ternyata ada pemandangan yang menyentuh hati di Magelang. Tepatnya di daerah Payaman, Kecamatan Secang, ada sebuah pondok pesantren yang selalu ramai dikunjungi santri, khususnya di bulan Ramadan. Tapi, ada yang beda nih, santrinya… lansia!
Mengenal Pondok Pesantren Sepuh Putri¶
Pondok pesantren ini bernama Pondok Pesantren Sepuh Putri. Jangan kaget ya, semua santrinya adalah ibu-ibu yang sudah lanjut usia. Pondok ini diasuh oleh KH Arif Mafatikhul Huda, generasi keempat dari pendiri pondok. Keren banget kan, tradisi keilmuan yang terjaga lintas generasi.
Pondok ini didirikan oleh Kiai Siroj atau Mbah Siroj, yang makamnya ada di belakang Masjid Agung Payaman. Beliau bahkan mendapat gelar Romo Agung dari Belanda lho! Konon, gelar ini diberikan karena jasa beliau yang berhasil menghentikan lahar Gunung Merapi yang akan mengarah ke Kota Magelang hanya dengan membaca kitab Shahih Al Bukhari. Wow!
Sejarah Unik Pendirian Pondok Lansia¶
Ide mendirikan pondok pesantren khusus lansia ini muncul pada tahun 1953. Kiai Siroj melihat bahwa pondok pesantren pada umumnya hanya diisi oleh kaum muda. Beliau kemudian berinisiatif mendirikan pondok pesantren yang dikhususkan bagi orang lanjut usia. Awalnya sih masih pengajian umum, tapi karena makin banyak orang tua yang ikut, akhirnya mereka memutuskan untuk menginap dan jadilah pondok pesantren.
Motto pondok ini juga unik banget: “rubuh-rubuh gedang sing penting tumandang”. Artinya, yang penting dijalankan dulu walaupun masih sering salah. Motto ini memberikan dorongan kepada para santri lansia untuk tetap semangat belajar, tanpa terlalu khawatir dengan kesalahan. Inspiratif!
Aktivitas Santri Sepanjang Hari di Bulan Ramadan¶
Pondok Pesantren Sepuh Putri ini dihuni sekitar 500 santri saat bulan Ramadan. Di luar bulan Ramadan, jumlahnya sekitar 70 orang. Santrinya terdiri dari santri tahunan dan santri Ramadan. Batas umur maksimal untuk menjadi santri adalah 70 tahun. Kegiatan mereka juga padat merayap lho!
Berikut adalah jadwal kegiatan santri selama bulan Ramadan:
| Waktu | Kegiatan |
|---|---|
| 04.30 | Sholat Subuh berjamaah di masjid |
| 05.00 - 06.00 | Pengajian tafsir |
| 06.00 - 07.00 | Ibadah muslimat |
| 11.00 - 12.00 | Pengajian siang dan sholat Zuhur |
| 14.00 - 15.00 | Ngaji setelah sholat Ashar |
| 16.00 - 17.00 | Pengajian-pengajian |
| 18.00 | Sholat Maghrib dan wiridan |
| 19.00 | Sholat Isya |
| 19.00 - 20.00 | Tarawih |
| 20.00 - 22.00 | Tadarus |
| 00.00 - 01.00 | Qiyamul Lail |
Wah, padat banget ya! Tapi, semangat mereka patut diacungi jempol.
Pesan untuk Generasi Muda¶
Kisah Pondok Pesantren Sepuh Putri ini memberikan inspirasi bagi kita semua. Bahwa belajar tidak mengenal usia. Semangat para santri lansia ini membuktikan bahwa keinginan untuk menuntut ilmu dan mendekatkan diri kepada Allah SWT tidak pernah padam.
Yuk, kita jadikan Ramadan ini sebagai momentum untuk lebih semangat belajar dan beribadah. Jangan kalah sama ibu-ibu lansia di Magelang!
Tertarik untuk tahu lebih banyak tentang tradisi Ramadan unik lainnya? Tinggalkan komentar di bawah dan jangan lupa kunjungi kami lagi untuk mendapatkan informasi menarik lainnya!
Posting Komentar