"Santosh Dicekal: Film Kontroversial Soal Polisi, Islamofobia, dan Kekerasan"
Oke, siap! Berikut adalah penulisan ulang berita berdasarkan data yang kamu berikan:
Film “Santosh” Dicekal di India: Ada Apa dengan Polisi, Islamofobia, dan Kekerasan?¶
Eh, tau gak sih? Ada film keren banget judulnya “Santosh” yang ternyata lagi jadi perbincangan hangat nih! Film ini dapet banyak pujian di Festival Film Cannes, bahkan digadang-gadang bakal masuk nominasi Oscar dan BAFTA. Tapi, ada cerita seru di balik kesuksesannya ini. Film ini malah dicekal di negara asalnya, India! Penasaran kenapa? Yuk, kita bahas!
image just illustration
Tentang Apa Sih Film “Santosh” Ini?¶
“Santosh” nyeritain tentang perjuangan seorang janda yang berprofesi sebagai polisi. Dia lagi berusaha buat ngungkap kasus pembunuhan seorang gadis muda. Tapi, ternyata film ini gak cuma soal kriminalitas biasa. Ada isu-isu sensitif yang diangkat di dalamnya:
- Gambaran fiksi tentang sisi gelap kepolisian India.
- Kebencian terhadap wanita yang udah mendarah daging.
- Diskriminasi terhadap kaum Dalit (kasta terendah di India).
- Normalisasi penganiayaan dan penyiksaan oleh polisi.
- Isu kekerasan seksual, terutama terhadap wanita dari kasta rendah.
- Gelombang prasangka Islamofobia yang makin meningkat.
Wah, berat juga ya isunya?
Kenapa Dicekal?¶
Jadi gini, film “Santosh” ini udah diajuin naskahnya buat difilmin di India dan awalnya gak ada masalah tuh. Bahkan, jaringan bioskop terbesar di India juga udah siap buat nayangin film ini di bulan Januari. Tapi, tiba-tiba Badan Sertifikasi Film Pusat (CBFC) India nolak buat ngerjain film ini. Alasannya? Mereka khawatir sama penggambaran negatif terhadap polisi.
Sutradara film ini, Sandya Shuri, bilang kalo dia kaget banget sama keputusan ini. Padahal, menurut dia, isu-isu yang diangkat di filmnya ini bukan hal baru dalam sinema India.
“Hal itu mengejutkan bagi kami semua karena saya tidak merasa bahwa isu-isu ini merupakan hal baru dalam sinema India atau belum pernah diangkat sebelumnya oleh film-film lain,” katanya.
CBFC minta banyak banget pemotongan adegan yang dianggap radikal. Saking banyaknya, Sandya Shuri bilang kalo daftar pemotongan itu sampe beberapa halaman! Pemotongan itu mencakup kekhawatiran tentang tema-tema yang berkaitan dengan perilaku polisi dan masalah-masalah sosial yang lebih luas yang tertanam dalam film tersebut.
Sandya Shuri juga bilang, “Sangat penting bagi saya bahwa film ini dirilis di India, jadi saya mencoba mencari tahu apakah ada cara agar film ini berhasil. Namun pada akhirnya, terlalu sulit untuk melakukan pemotongan tersebut dan membuat film yang masih masuk akal, apalagi tetap setia pada visinya.”
Apakah Film Ini Mengagungkan Kekerasan?¶
Meskipun film ini nunjukkin penggambaran polisi yang tanpa kompromi, Sandya Shuri negasin kalo filmnya gak mengagungkan kekerasan. “Tidak merasa film saya mengagungkan kekerasan seperti yang dilakukan banyak film lain yang berfokus pada polisi. Tidak ada yang sensasional tentang film ini.”
Kondisi Budaya India yang Diawasi Ketat¶
Keputusan badan sensor ini muncul pas lagi kondisi budaya India lagi diawasin ketat banget. Film dan serial TV dengan tema-tema sensitif politik sering jadi sasaran kampanye kebencian dan kasus-kasus polisi, bahkan sampe dihentiin sama platform streaming sebelum dirilis.
Jadi, Gimana Nasib Film “Santosh” Sekarang?¶
Sayang banget ya, penonton India kayaknya gak bakal bisa nonton film ini di bioskop. Tapi, semoga aja film ini bisa tetep ditayangin di platform streaming atau festival film internasional lainnya. Kita tunggu aja deh kabar selanjutnya!
Gimana menurut kalian tentang film “Santosh” ini? Apakah kalian setuju dengan pencekalan film ini di India? Yuk, diskusi di kolom komentar! Jangan lupa buat share artikel ini ke temen-temen kalian ya! Kunjungi terus website ini untuk dapetin info-info menarik lainnya. Terima kasih sudah membaca!
Posting Komentar