Ujaran Kebencian AWK: Polda Bali Minta Bareskrim Polri Turun Tangan!

Table of Contents

Wih, ada kabar terbaru nih soal kasus dugaan ujaran kebencian yang menyeret nama Arya Wedakarna (AWK)! Kayaknya kasus ini bakal makin seru aja nih. Yuk, kita simak bareng-bareng kelanjutan beritanya!

Kasus Ujaran Kebencian AWK: Polda Bali Minta Bantuan Bareskrim Polri!

Ujaran Kebencian AWK: Polda Bali Minta Bareskrim Polri Turun Tangan!
image just illustration

Kasus yang menjerat anggota DPD Bali ini terkait dugaan ujaran kebencian. Polda Bali sepertinya serius banget buat ngusut tuntas kasus ini, sampai-sampai minta bantuan Bareskrim Polri buat turun tangan! Laporan polisi yang dibuat oleh advokat Zulfikar Ramly pada Januari 2024 lalu, terkait pernyataan AWK yang diduga menghina dan menimbulkan rasa kebencian berdasarkan SARA, terus berlanjut.

Kronologi Singkat Kasus AWK

Buat yang mungkin belum terlalu ngeh sama kasus ini, jadi gini ceritanya:

  1. Awal Mula Masalah: Pernyataan AWK soal penolakan staf penyambut tamu di Bandara I Gusti Ngurah Rai yang menggunakan penutup kepala. Katanya sih, “This is not Middle East.” Waduh!
  2. Reaksi Keras: Pernyataan itu langsung viral dan menuai kecaman. DPD RI pun bereaksi cepat dan memberhentikan AWK dari jabatannya.
  3. Laporan Polisi: Advokat Zulfikar Ramly melaporkan AWK ke Polda Bali atas dugaan ujaran kebencian.

Kapolda Bali Serius Menangani Kasus

Pelapor, Zulfikar Ramly, mengapresiasi banget komitmen Kapolda Bali, Irjen. Pol. Daniel Adityajaya, dalam penegakan hukum. Menurut Ramly, Kapolda Bali udah janji bakal tetap melanjutkan perkara ini, walau sempat tertunda karena pelantikan Presiden dan anggota DPR/DPD.

Polda Bali bahkan udah bersurat ke Bareskrim Mabes Polri buat periksa AWK. Surat dengan Nomor: B/1525/II/RES.2.5./2025, tanggal 25 Februari 2025, udah dikirimkan. Wow, serius banget ya!

Harapan Pelapor

Ramly berharap banget, setelah pemeriksaan AWK selesai, AWK bisa segera ditetapkan sebagai tersangka dan perkaranya dilimpahkan ke Kejati Bali untuk diproses di Pengadilan Negeri Denpasar. Biar ada kepastian hukum, katanya.

Pasal yang Menjerat AWK

Kalau terbukti bersalah, AWK bisa dijerat dengan Pasal 45 A ayat (2) jo 28 (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dengan ancaman 6 tahun penjara, dan Pasal 156 a KUHP.

Video Pernyataan AWK yang Viral:

Walaupun video ini bukan dari YouTube, tapi penting banget buat ngasih gambaran soal pernyataan AWK yang memicu kontroversi.

Kesimpulan

Wah, kasus AWK ini emang lagi panas-panasnya ya! Kita tunggu aja deh kelanjutan beritanya. Kira-kira, gimana ya ending dari kasus ini? Jangan lupa kasih komentar kalian di bawah ya! Atau, kalau mau tahu info-info menarik lainnya, pantengin terus artikel kita! Siapa tahu ada update terbaru soal kasus ini atau berita menarik lainnya. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Posting Komentar