Wali Kota Surabaya Bergerak Cepat! Warga Diminta Awasi Peredaran Miras Ilegal di Bulan Ramadhan!

Table of Contents

Wih, Surabaya Gercep Banget! Warga Diajak Jadi Mata-Mata Miras Ilegal Selama Ramadan!

Wali Kota Surabaya Bergerak Cepat! Warga Diminta Awasi Peredaran Miras Ilegal di Bulan Ramadhan!
image just illustration

Eh, nggak kerasa ya, Ramadan udah mau dateng lagi! Tapi, ada kabar penting nih dari Surabaya. Pak Wali Kota Eri Cahyadi nggak mau kecolongan. Beliau ngajak seluruh warga Surabaya buat ikutan ngawasin peredaran miras ilegal selama bulan puasa. Seriusan ini, kayak detektif dadakan gitu! Penasaran kan, kenapa dan gimana caranya? Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Kenapa Sih Miras Jadi Perhatian?

Jadi gini, guys. Bulan Ramadan itu kan bulan suci, bulan penuh berkah. Nah, Pak Wali Kota pengen banget suasana Ramadan di Surabaya tetap kondusif dan nggak ada gangguan. Salah satu yang sering bikin rusuh itu ya miras ilegal. Bayangin aja, orang lagi khusyuk ibadah, eh ada yang mabuk-mabukan. Kan nggak lucu! Makanya, pengawasan miras ini jadi prioritas banget.

Wali Kota Eri Cahyadi: “Ayo Turun Tangan!”

Pak Eri nggak main-main nih. Beliau nyadar banget kalau aparat nggak bisa menjangkau semua sudut kota sendirian. Makanya, beliau ngajak seluruh warga buat ikutan turun tangan.

“Saya berharap semua warga ikut turun. Kita ini ya batasnya berapa, sama dengan pencurian motor, polisi dan kita tidak akan mengatasi. Saya ingin semua turun ikut mengawasi dan melaporkan karena membangun Surabaya tidak bisa sendiri,” tegasnya.

Intinya, Pak Wali pengen kita semua sadar kalau membangun Surabaya itu butuh gotong royong. Nggak bisa cuma ngandelin pemerintah aja. Keren kan?

Sinergi Warga, Satpol PP, dan Polisi: Tim Solid Pengawas Miras

Pak Wali juga menekankan pentingnya kerjasama antara warga, Satpol PP, dan kepolisian. Jadi, kalau ada warga yang nemuin indikasi peredaran miras ilegal, jangan ragu buat lapor ke pihak berwajib. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan Ramadan di Surabaya bisa berjalan lancar dan damai.

Bukan Cuma Larangan, Tapi Juga Edukasi

Pengawasan ini bukan cuma soal ngelarang orang minum miras, lho. Tapi juga tentang meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak negatifnya, terutama di bulan Ramadan. Pak Wali juga menyinggung soal peredaran miras di minimarket. Izin penjualan mihol (minuman beralkohol) itu ada aturannya, nggak semua jenis dan tempat boleh jual. Pengawasan tetap diperlukan buat mastiin nggak ada pelanggaran.

Surat Edaran Ramadan: Bukti Keseriusan Pemkot

Pemerintah Kota Surabaya juga udah ngeluarin Surat Edaran (SE) Ramadan dengan nomor 100.3.4/3322/436.8.6/2025. Salah satu poin pentingnya adalah larangan tegas terhadap peredaran minol (minuman beralkohol) selama bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri tahun 2025. Ini bukti nyata kalau Pemkot Surabaya serius banget pengen menciptakan suasana Ramadan yang kondusif.

Jangan Ragu Lapor!

Jadi, buat seluruh warga Surabaya, jangan ragu buat lapor kalau nemuin indikasi peredaran miras ilegal. Laporan kalian bakal sangat membantu aparat penegak hukum dalam menindak para pelaku pelanggaran. Ingat, partisipasi aktif kalian adalah wujud nyata dari rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap kota tercinta.

Kesimpulan:

Ayo, jadikan Ramadan tahun ini sebagai momentum untuk mempererat tali persaudaraan dan menjaga kekhusyukan ibadah di Kota Pahlawan! Dengan gotong royong dan kesadaran bersama, kita bisa menciptakan Surabaya yang aman, damai, dan penuh berkah. Jangan lupa tinggalkan komentar di bawah, bagikan pengalaman atau pendapat kalian tentang isu ini. Mari kita diskusikan bersama! Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Posting Komentar