Warga Keren! Pokdarwis Halau Pemburu Liar di Hutan Pasirbadak-Citiwu!

Table of Contents

Wih, keren banget! Ada kabar baik nih dari Tasikmalaya! Warga Desa Mandalamekar, Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, khususnya yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), patut diacungi jempol setinggi-tingginya! Mereka berhasil menggagalkan aksi perburuan liar di hutan Pasirbadak-Citiwu. Simak cerita lengkapnya di bawah ini!

Aksi Heroik Pokdarwis: Halau Pemburu Liar!

Warga Keren! Pokdarwis Halau Pemburu Liar di Hutan Pasirbadak-Citiwu!
image just illustration

Bayangin aja, di tengah hutan yang seharusnya tenang dan penuh dengan kicauan burung, eh, ada oknum yang malah mau berburu seenaknya. Untungnya, Satgas Pokdarwis gercep banget! Mereka langsung bertindak dan berhasil mengamankan dua orang pemburu liar yang lagi asyik nangkapin burung-burung langka di sekitar hutan Pasirbadak dan Citiwu, tepatnya di Dusun Cinunjang, Desa Mandalamekar, hari Selasa, 4 Maret 2025 lalu. Gokil!

Kronologi Penangkapan

Dua pemburu yang ternyata berasal dari Kecamatan Tanjungjaya ini, nggak nyangka bakal berurusan dengan Pokdarwis yang super sigap. Dodo, salah satu anggota Satgas yang bertugas menjaga sungai dan hutan, tanpa basa-basi langsung menggiring mereka beserta barang bukti ke kantor Desa Mandalamekar. Keren abis!

Pembinaan dan Surat Pernyataan

Kepala Desa Mandalamekar, Alfie Akhmad Sa’dan Hariri, nggak tinggal diam. Beliau langsung memberikan pembinaan kepada para pelaku. Mereka dimintai keterangan dan didata di kantor desa. Pak Kades juga memberikan arahan tegas supaya mereka nggak mengulangi perbuatan tersebut. Sebagai bentuk komitmen, kedua pemburu itu menandatangani surat pernyataan bahwa mereka nggak akan melakukan perbuatan serupa lagi. Mantap!

Alasan di Balik Aksi Heroik

Alfie menekankan bahwa Desa Mandalamekar sangat peduli dengan kelestarian alam. “Kami sangat peduli dengan kelestarian alam. Burung-burung ini adalah bagian penting dari ekosistem, pemangsa hama tanaman, dan penyeimbang kehidupan alam,” ujarnya. Bener banget! Burung-burung itu punya peran penting dalam menjaga keseimbangan alam.

Peraturan Desa yang Tegas

Desa Mandalamekar sendiri udah punya peraturan desa (perdes) yang melarang penangkapan dan penjualan satwa langka. Perdes ini merupakan turunan dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990. Alfie berharap, masyarakat dari luar desa bisa menghormati aturan ini. Meskipun para pemburu yang tertangkap itu mengaku nggak tahu soal peraturan tersebut, tapi tetap aja nggak bisa dibenarkan, ya!

Simbol Perdamaian: Melepasliarkan Burung

Setelah dilakukan pembinaan, Alfie mengajak para pemburu itu untuk bersama-sama melepasliarkan kembali burung-burung yang mereka tangkap ke habitat aslinya. Ini jadi simbol perdamaian antara manusia dan alam. Salut!

Apresiasi untuk Satgas Pokdarwis

Sebagai bentuk apresiasi, Alfie yang juga dosen Institut Nahdlatul Ulama Tasikmalaya itu memberikan penghargaan kepada Satgas Pokdarwis atas kesiagaan mereka. Beliau berharap, kejadian ini jadi pelajaran bagi semua pihak untuk terus menjaga kelestarian alam kapan pun dan di mana pun. “Semoga ini menjadi pelajaran bagi para pihak untuk tetap konsentrasi menjaga kelestarian alam kapan pun dan di mana pun,” tegasnya.

Mari Jaga Alam Kita!

Aksi Pokdarwis Mandalamekar ini jadi contoh nyata bahwa kepedulian masyarakat terhadap lingkungan itu penting banget. Kalau bukan kita yang jaga alam, siapa lagi? Yuk, mulai dari hal kecil, misalnya nggak buang sampah sembarangan, hemat air dan listrik, dan ikut serta dalam kegiatan pelestarian lingkungan di sekitar kita.

Gimana menurut kamu? Punya pengalaman seru terkait pelestarian lingkungan? Share di kolom komentar, ya! Jangan lupa, kalau mau tahu info menarik lainnya, pantengin terus halaman ini! Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Posting Komentar