Aipda AD Buka Kartu: Mertua yang Goda Duluan, Bukan Sebaliknya!

Table of Contents

Aipda AD Buka Kartu: Mertua yang Goda Duluan, Bukan Sebaliknya! Drama Keluarga Polisi di Buton Utara Makin Panas!

Dunia berita kembali dihebohkan dengan kasus yang melibatkan seorang anggota polisi, Aipda AD, dari Polres Buton Utara. Bukan soal prestasi, tapi justru tuduhan yang bikin geleng-geleng kepala: rudapaksa ibu mertua! Tapi tunggu dulu, cerita ini nggak sesederhana itu. Aipda AD nggak terima begitu saja dan kini melawan dengan banding ke Polda Sulawesi Tenggara. Mari kita ulas tuntas drama keluarga yang bikin geger ini!

Aipda AD Buka Kartu: Mertua yang Goda Duluan, Bukan Sebaliknya!
image just illustration

Kronologi Kejadian: Versi Aipda AD vs. Tuduhan

Kasus ini bermula pada 16 Januari 2025, di rumah Aipda AD di Desa Kadacua, Kecamatan Kulisusu, Buton Utara, Sulawesi Tenggara. Awalnya, Aipda AD dituduh melakukan tindakan asusila terhadap ibu mertuanya, AS (37), saat sang mertua sedang memasak di dapur. Versi cerita yang beredar adalah Aipda AD memanggil AS ke kamar dengan alasan ingin berbicara, lalu memaksa dan membopongnya ke kamar.

Namun, Aipda AD punya cerita yang berbeda. Melalui pengacaranya, Mawan, Aipda AD membantah semua tuduhan. Bahkan, ia balik menuding bahwa ibu mertuanya yang justru mengirim pesan-pesan rayuan terlebih dahulu!

Pengakuan Aipda AD: Mertua yang Kirim Pesan Kangen?

Menurut Aipda AD, ibu mertuanya, AS, yang sebenarnya adalah mertua tiri (menikah dengan ayah mertuanya), mengirimkan pesan-pesan yang bernada merayu. Mawan, pengacara Aipda AD, bahkan membeberkan potongan pesan singkat yang menunjukkan bahwa AS-lah yang memancing Aipda AD dengan kalimat rindu atau kangen.

“Malahan dalam chatingan oknum perempuan inisial AS yang memancing dengan kalimat rindu atau kangen pada klien kami,” ujar Mawan.

Pengakuan ini tentu saja membuat publik bertanya-tanya. Benarkah Aipda AD difitnah? Atau ini hanya upaya untuk membela diri dari tuduhan yang serius?

Sanksi Pemecatan dan Upaya Banding

Imbas dari kasus ini, Aipda AD telah dijatuhi sanksi pemecatan tidak dengan hormat (PTDH) dari Polri. Namun, Aipda AD tidak terima begitu saja dan mengajukan banding.

Kapolres Buton Utara, AKBP Totok Budi S, menegaskan bahwa pemecatan Aipda AD sudah sesuai dengan prosedur Majelis Komisi Kode Etik Polri (KKEP). Menurutnya, Aipda AD telah merusak nama baik institusi Polri.

“Di Polres (Buton Utara) kita sudah selesai dengan PTDH. Alasannya melanggar kode etik dan merusak nama institusi Polri. Iya seputar itu (materi etik dugaan pemerkosaan),” bebernya.

Saat ini, kasus ini tengah bergulir di Polda Sultra sebagai upaya banding Aipda AD.

Pengakuan Kebal Hukum dan Punya Beking

Sebelumnya, Aipda AD sempat mengaku punya beking dan kebal hukum. Hal ini diungkapkan oleh Kapolres Buton Utara, Kombes Polisi Totok Budi.

Ia mengatakan, Aipda AD mengeklaim memiliki ‘beking’ yang akan melindunginya dari sanksi pidana. Namun, Totok Budi menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau dan memastikan seluruh proses banding Aipda AD berjalan secara objektif dan sesuai dengan prosedur.

Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Kasus Ini?

Kasus Aipda AD ini mengajarkan kita beberapa hal:

  • Jangan mudah percaya pada satu sumber berita. Selalu cari informasi dari berbagai sumber untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap.
  • Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Siapapun yang bersalah, termasuk anggota kepolisian, harus mendapatkan sanksi yang setimpal.
  • Keluarga adalah segalanya. Jaga hubungan baik dengan keluarga dan hindari perselisihan yang bisa berujung pada masalah hukum.

Apa Selanjutnya?

Kita tunggu saja bagaimana kelanjutan kasus ini di Polda Sultra. Apakah Aipda AD berhasil membuktikan bahwa ia tidak bersalah? Atau justru tuduhan terhadapnya semakin kuat? Yang jelas, kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua.

Yuk, berikan pendapatmu tentang kasus ini di kolom komentar! Apakah kamu percaya dengan pengakuan Aipda AD? Atau kamu justru mendukung sanksi pemecatan yang telah dijatuhkan? Jangan lupa untuk share artikel ini ke teman-temanmu agar mereka juga tahu tentang drama keluarga polisi di Buton Utara ini. Kunjungi terus website kami untuk mendapatkan informasi terbaru dan terpercaya seputar hukum dan kriminalitas.

Posting Komentar