Biar Gak Bingung: Ini Bedanya Blending BBM Resmi vs. Oplosan di Indonesia!

Table of Contents

Hai guys, pernah gak sih kalian denger istilah “blending BBM” terus bingung, ini apaan sih? Sama gak ya kayak oplosan yang sering kita denger di berita-berita nakal? Nah, daripada bingung, yuk kita bahas tuntas perbedaan blending BBM yang resmi dan oplosan biar gak salah paham!

Biar Gak Bingung: Ini Bedanya Blending BBM Resmi vs. Oplosan di Indonesia!

Biar Gak Bingung: Ini Bedanya Blending BBM Resmi vs. Oplosan di Indonesia!
image just illustration

Apa Sih Blending BBM Itu?

Jadi gini, blending BBM itu sebenarnya adalah bagian dari proses pengolahan yang teks sah dan diperbolehkan di Indonesia. Asalkan, ya, semua izin dan standar mutunya terpenuhi. Kata Direktur Eksekutif IRESS, Marwan Batubara, blending ini malah bertujuan buat ningkatin mutu bahan bakar, lho!

Aturannya Gimana?

Tenang, semua ada aturannya kok. Di UU Migas Pasal 10 Ayat (1) dijelasin, pengolahan BBM itu boleh dilakukan buat ningkatin mutu atau menyesuaikan sama kebutuhan pasar. Intinya, blending itu legal asal sesuai sama aturan perundang-undangan dan dilaporkan sesuai aturan teknis yang berlaku.

Blending itu kayak nyampur-nyampur beberapa jenis bahan bakar minyak yang beda-beda karakternya, buat dapetin BBM dengan spesifikasi yang kita mau. Kayak bikin kopi gitu deh, ada yang suka pahit, manis, atau creamy, tinggal diatur aja komposisinya!

Siapa Aja yang Boleh Blending?

Biasanya, perusahaan minyak besar, kilang, atau distributor bahan bakar yang udah disetujui pemerintah itu boleh nyampur bensin, tapi tetap diawasin ketat ya. Tujuannya, buat mastiin semua sesuai standar kualitas dan urusan pajaknya beres.

Pertamina juga gitu, mereka nyampur beberapa unsur dan aditif buat menghasilkan jenis BBM tertentu yang sesuai sama Standar Nasional Indonesia (SNI).

Oplosan Itu Gimana? Beda Dong?

Nah, ini dia yang penting. Blending itu beda jauh sama oplos. Blending itu dilakuin dengan mempertimbangkan kebutuhan dan spesifikasi, plus sesuai aturan. Kalau oplos, itu tindakan ilegal yang tujuannya cuma buat nguntungin pihak tertentu aja. Gak bener banget kan?

Marwan Batubara juga bilang, kalau Pertamina dibilang pelaku pencampuran yang negatif, itu gak bener dan malah merugikan nama baik BUMN. Setuju banget!

Yang Melakukan Blending Siapa?

Blending BBM ini dilakuin sama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), anak usaha Pertamina yang punya wewenang resmi dalam pengolahan BBM. Vendor kayak PT Orbit itu cuma bertindak sebagai pelaksana teknis, sesuai kontrak kerja.

Kenapa Isu Blending Ini Sempat Muncul?

Waktu itu, isu blending ini muncul karena ada penyidikan Kejaksaan Agung terkait kasus dugaan korupsi distribusi BBM tahun 2018-2023. Tapi, Kejagung udah ngelurusin kok, penyidikan itu gak ada hubungannya sama urusan blending BBM, apalagi oplosan. Mereka juga negasin, jangan sampai masyarakat mikir minyak yang kita pakai sekarang itu oplosan.

Pentingnya Kepastian Hukum

Marwan Batubara juga menekankan pentingnya kepastian hukum di sektor energi. Kalau pemerintah gak serius, ini bisa ganggu iklim investasi. Investasi di sektor energi itu penting banget buat kemajuan negara kita!

Kesimpulan

Jadi, sekarang udah jelas kan bedanya blending BBM yang resmi dan oplosan? Blending itu proses legal dan bertujuan buat ningkatin kualitas BBM, sedangkan oplosan itu tindakan ilegal yang merugikan banyak pihak. Jangan sampai salah paham lagi ya!

Gimana? Udah gak bingung lagi kan soal blending BBM? Kalau masih ada pertanyaan, jangan sungkan buat komen di bawah ya! Atau, kalau kalian pengen tau info-info menarik lainnya, jangan lupa kunjungi lagi website ini. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Posting Komentar