BNPL Lagi Hype, Gimana Sih Kinerja Pembiayaan Multifinance Sekarang?
Wih, lagi rame banget nih soal Buy Now Pay Later (BNPL)! Pada penasaran kan, gimana sih kinerja pembiayaan multifinance sekarang dengan adanya fenomena BNPL ini? Yuk, kita bedah tuntas!
BNPL Makin Hype, Multifinance Gimana?¶
image just illustration
Penyaluran pembiayaan lewat skema BNPL emang lagi naik daun banget. Perusahaan pembiayaan pada gencar nyalurin dana lewat cara ini. Tapi, ada tapinya nih…
NPF Ikutan Naik?¶
Sayangnya, di saat yang sama, rasio kredit bermasalah alias non performing financing (NPF) juga ikutan naik. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Februari 2025 menunjukkan pembiayaan BNPL multifinance melonjak 59,1% secara year on year (YoY) dan mencapai angka Rp 8,2 triliun.
Eh, tapi NPF multifinance juga naik jadi 3,68% per Februari 2025, padahal Januari 2025 masih 3,37%. Hmm, jadi penasaran kan?
LinkAja Ikutan Nimbrung¶
Platform dompet digital LinkAja juga nggak mau ketinggalan. Mereka mencatat pertumbuhan transaksi layanan BNPL sebesar 24% secara YoY per Maret 2025. CEO LinkAja, Yogi Rizkian Bahar, bilang pertumbuhan ini berkat kerjasama dengan rekanan BNPL. Jadi, nasabah punya pilihan pembayaran yang lebih beragam.
“Tentunya faktor Ramadan dan Lebaran berperan besar. Sebagaimana tren transaksi yang terjadi pada periode tersebut untuk layanan paylater yang difasilitasi LinkAja terjadi kenaikan permintaan pembiayaan,” kata Yogi kepada Kontan, Rabu (16/4).
Meskipun LinkAja nggak nyalurin pembiayaan BNPL secara langsung, mereka berperan sebagai penyedia metode pembayaran dalam transaksi BNPL. Biasanya, BNPL di LinkAja dipake buat bayar produk digital kayak tagihan listrik, pulsa, dan paket data.
Kredivo Juga Kebanjiran Order¶
image just illustration
Penyedia layanan BNPL lainnya, Kredivo, juga ngalamin tren pertumbuhan nilai transaksi sebesar 10% selama bulan Ramadan kemarin. SVP, Marketing, and Communications Kredivo, Indina Andamari, jelasin kalau kategori produk yang paling banyak dibeli adalah pulsa & voucher, gadget & elektronik, perlengkapan rumah tangga, serta kesehatan dan kecantikan.
Transaksi paling banyak terjadi di minggu pertama dan kedua Ramadan, dengan tenor bayar 1 bulan jadi favorit pengguna. Wah, emang beneran ngebantu jaga cash flow ya! Bahkan, transaksi travel juga naik 22% gegara banyak yang mudik Lebaran.
Kredivo juga fokus memperkuat manajemen risiko dan menerapkan prinsip responsible lending. Mereka ngasih limit yang proporsional dan ngasih edukasi literasi keuangan biar pengguna nggak kebablasan.
IdScore Ungkap Fakta Lain¶
PT Pefindo Biro Kredit (IdScore) juga punya data menarik nih. Total penyaluran pembiayaan BNPL mencapai Rp 36,24 triliun per Februari 2025, alias tumbuh 27,65% YoY. Direktur Utama IdScore, Tan Glant Saputrahadi, bilang lonjakan ini dipicu oleh ekspansi agresif bank umum ke sektor paylater sejak Oktober 2023.
Tapi, di tengah pertumbuhan itu, risiko pembiayaan bermasalah juga naik. Rasio NPF sektor BNPL naik jadi 4,02% per Februari 2025. Tan jelasin, kenaikan NPF ini karena meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang Lebaran, jadi prioritas bayar cicilan agak kegeser.
Kesimpulan: BNPL Tetap Menjanjikan¶
Meskipun ada tantangan soal NPF, prospek BNPL tetep menjanjikan. Asal dikelola dengan hati-hati dan fokus pada manajemen risiko, BNPL bisa jadi solusi pembayaran yang praktis dan menguntungkan bagi semua pihak.
Gimana menurut kamu? Apakah kamu juga sering pakai BNPL? Share pendapatmu di kolom komentar ya! Jangan lupa kunjungi lagi untuk dapetin info menarik lainnya.
Posting Komentar