Buol Gempar! Pengorbanan Ikan Diprotes, Dua Kadis Beda Pendapat!

Table of Contents

Waduh, gawat nih! Kabupaten Buol lagi gempar gara-gara masalah pengorbanan ikan! Dua kepala dinas malah beda pendapat, makin bikin bingung aja. Yuk, kita bedah beritanya biar nggak salah paham!

Buol Heboh: Pengeboman Ikan Picu Perdebatan!

Buol Gempar! Pengorbanan Ikan Diprotes, Dua Kadis Beda Pendapat!
image just illustration

Kabarnya, pengeboman ikan di perairan Buol makin merajalela. Masyarakat resah, nelayan pun ikut khawatir. Seorang warga bahkan sempat merekam aksi ilegal ini di Desa Timbulon, Kecamatan Paleleh Barat. Dalam video itu, kelihatan jelas perahu yang diduga milik pelaku pengeboman. Duh, parah banget!

Reaksi dari Petinggi Daerah

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah (Sulteng), H. Moh Arif Latjuba, angkat bicara. Dia bilang, pihaknya sudah berusaha mengatasi masalah ini, meski dananya terbatas. Dinas Perikanan dan aparat keamanan di Buol juga sudah turun tangan. Arif berharap, Pemda Buol bisa ikut membantu biaya operasional.

“Speed boat yang diminta untuk operasional kami sudah berikan. Dan menyusul kewenangan pengawasan sudah menjadi tanggung jawab Pemkab Buol, dan bukan hanya provinsi,” jelas Arif.

Dia juga menambahkan, sudah berkoordinasi dengan Pemkab Gorontalo Utara karena ada dugaan pelaku pemboman berasal dari sana.

Kontra dari Kadis Perikanan Buol

Eh, tapi pernyataan Arif ini langsung ditanggapi berbeda oleh Kadis Perikanan Kabupaten Buol, Dr. Tonang Malongi. Tonang bilang, provinsi aja kewenangannya terbatas karena dana, apalagi kabupaten yang nggak punya kewenangan pengawasan.

“Speed boat yang diberikan itu membutuhkan dana operasional yang sangat besar. Dan keberadaanya saat ini hanya terparkir di Kumaligon, dan tidak bisa digunakan akibat tidak ada biaya operasionalnya,” ujar Tonang.

Dia juga menambahkan, meski biaya operasional speed boat dianggarkan di APBD sampai 2024, jumlahnya tetap terbatas. Tonang lebih menekankan pentingnya aksi penindakan terukur yang harus dilakukan.

Lebih Dalam tentang Penindakan

Menurut Tonang, mengejar pelaku pengeboman udah sering dilakukan, tapi hasilnya nihil. Dia pengennya, meski biayanya besar, setiap operasi harus ada hasilnya.

“Ini malah sebaliknya, lebih banyak biaya operasionalnya yang dikeluarkan tetapi hasilnya tidak ada dk ada. Olehnya saya minta ketegasan aparat untuk menindaknya paling tidak sama dengan penindakan ditahun 2013 yang hasilnya benar-benar memberi efek jerah terhadap pelaku,” tegas Tonang.

Apa Solusinya?

Jelas banget, masalah pengeboman ikan ini butuh solusi yang konkret dan terpadu. Nggak bisa cuma saling lempar tanggung jawab.

Beberapa solusi yang mungkin bisa dipertimbangkan:

  • Peningkatan pengawasan: Libatkan lebih banyak pihak, termasuk masyarakat dan nelayan setempat.
  • Penegakan hukum yang tegas: Tindak tegas pelaku pengeboman ikan, tanpa pandang bulu.
  • Pemberdayaan masyarakat: Berikan alternatif mata pencaharian yang lebih ramah lingkungan bagi masyarakat yang bergantung pada laut.
  • Alokasi dana yang memadai: Pastikan dana operasional untuk pengawasan dan penindakan tersedia dan digunakan secara efektif.

Video Warga Soal Bom Ikan

Warga sekitar yang merekam video juga ikut angkat bicara. Mereka khawatir dengan dampak pengeboman ikan terhadap ekosistem laut dan mata pencaharian mereka. Video tersebut menjadi bukti nyata betapa seriusnya masalah ini.

Yuk, Ikut Peduli!

Masalah pengeboman ikan ini bukan cuma urusan pemerintah atau dinas terkait. Kita sebagai masyarakat juga punya peran penting. Mari kita sama-sama menjaga kelestarian laut Buol, demi masa depan generasi penerus!

Gimana menurut kamu? Punya ide solusi lain? Jangan ragu untuk berbagi di kolom komentar, ya! Atau, kunjungi lagi blog ini untuk mendapatkan informasi menarik lainnya. Sampai jumpa!

Posting Komentar