Diskusi Kampus UIN Walisongo Mendadak Ramai, Ternyata Ada TNI!

Table of Contents

Woke! Ada Apa Nih di UIN Walisongo? Mahasiswa Kaget Didatangi Bapak-bapak TNI!

Eh, lagi asik-asikan diskusi, mahasiswa UIN Walisongo Semarang malah kedatangan tamu tak diundang. Bukan dosen dadakan, tapi… anggota TNI! Gimana ceritanya, nih? Yuk, kita kepoin!

Diskusi Kampus UIN Walisongo Mendadak Ramai, Ternyata Ada TNI!
image just illustration

Diskusi Santai Berujung Penampakan Bapak TNI

Jadi gini, gengs. Beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Studi Mahasiswa Walisongo (KSMW) dan Forum Teori dan Praksis Sosial (FTPS) lagi ngadain diskusi seru dengan tema “Fasisme Mengancam Kampus: Bayang-Bayang Militer bagi Kebebasan Akademik”. Lokasinya di samping Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo, hari Senin (14/4/2025).

Awalnya semua berjalan lancar, tapi tiba-tiba muncul sosok misterius. Seorang pria berkaus hitam dan celana jeans nongol di forum diskusi lesehan. Anehnya, pas diajak kenalan, doi malah nolak. Hmm, mencurigakan…

Keamanan Kampus Bertindak, TNI Ikut Campur?

Nggak lama kemudian, petugas keamanan kampus dateng dan ngarahin beberapa mahasiswa buat nemuin seseorang berseragam TNI. Ternyata, namanya Sertu Rokiman. Beliau ngobrol sama perwakilan panitia diskusi, nanyain identitas peserta dan tema diskusi.

Ryan Wisnal, salah satu panitia, ngerasa aneh dan khawatir. Menurutnya, kehadiran aparat berseragam di ruang diskusi akademik itu serius dan bisa jadi bentuk intervensi.

Klarifikasi dari TNI Angkatan Darat

Eits, jangan panik dulu! Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, langsung kasih klarifikasi. Beliau bilang, kedatangan Sertu Rokiman itu murni tugas rutin sebagai aparat kewilayahan.

“Babinsa hadir di sekitar kampus hanya untuk monitoring wilayah, karena sebelumnya beredar pamflet undangan diskusi yang bersifat terbuka untuk umum. Itu bagian dari tugas Babinsa dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah binaannya,” jelas Kadispenad. Beliau juga menegaskan nggak ada intervensi atau upaya penghentian diskusi. Sertu Rokiman bahkan nggak masuk ke area forum diskusi, tapi tetep di luar kampus.

Intinya Gimana, Dong?

Jadi, begini guys. Kita semua pengen kampus jadi tempat yang aman dan nyaman buat belajar dan berdiskusi, kan? Kehadiran aparat keamanan, entah itu polisi atau TNI, kadang bisa bikin kita ngerasa nggak nyaman. Tapi, di sisi lain, mereka juga punya tugas buat menjaga keamanan dan ketertiban.

Nah, di kasus ini, yang penting adalah komunikasi yang baik antara mahasiswa, pihak kampus, dan aparat keamanan. Biar nggak ada kesalahpahaman dan semua bisa berjalan lancar. Gimana menurut kalian?

Yuk, Beri Suaramu!

Gimana pendapatmu tentang kejadian ini? Apakah kehadiran TNI di lingkungan kampus perlu diperdebatkan? Atau justru merasa aman dengan kehadiran mereka? Jangan ragu buat share pendapatmu di kolom komentar! Dan kalau kamu pengen tau info-info menarik lainnya, jangan lupa mampir lagi ya!

Posting Komentar