Ekonomi AS Bisa Resesi Gara-Gara Tarif Impor Trump? Ini Kata JP Morgan!
Wih, gawat nih! Ekonomi Amerika Serikat (AS) diramal bisa resesi gara-gara kebijakan tarif impor ala Donald Trump? JP Morgan aja sampai angkat bicara! Yuk, kita bedah beritanya biar nggak panik duluan.
Ramalan Suram dari JP Morgan: Resesi AS di Depan Mata?¶
image just illustration
JP Morgan Chase & Co., perusahaan raksasa di bidang jasa keuangan, memprediksi PDB (Produk Domestik Bruto) riil AS bisa terkontraksi alias minus karena beban tarif impor yang diumumkan Trump. Kepala Ekonom Bank AS, Michael Feroli, bahkan menyebut pertumbuhan PDB riil bisa merosot tajam menjadi -0,3 persen dari yang sebelumnya diperkirakan 1,3 persen. Waduh!
Dampak ke Pengangguran¶
Nggak cuma itu, kontraksi ekonomi ini juga diprediksi bakal bikin pekerja ketar-ketir. Feroli memperkirakan pengangguran di AS bisa naik jadi 5,3 persen. Ngeri!
Reaksi Pasar Saham¶
Kebijakan tarif impor Trump ini juga bikin pasar saham AS kebakaran jenggot. Indeks S&P 500 jeblok ke level terendah dalam 11 bulan, dan kapitalisasi pasar lenyap USD 5,4 triliun hanya dalam dua hari perdagangan. Investor pada panik nih kayaknya.
Ekonom Lain Ikut Pesimis¶
JP Morgan bukan satu-satunya yang pesimis. Ekonom Citi memangkas perkiraan pertumbuhan AS tahun ini jadi 0,1 persen, sementara ekonom UBS menurunkan perkiraan jadi 0,4 persen. Kompak banget ya pesimismenya.
Jonathan Pingle, Kepala Ekonom AS UBS, bahkan memperkirakan impor AS dari seluruh dunia bisa turun lebih dari 20 persen! Ini bakal bikin impor sebagai bagian dari PDB balik lagi ke level sebelum tahun 1986. Jauh banget, ya?
Stagflasi Mengintai?¶
Feroli dari JP Morgan juga punya prediksi yang nggak kalah bikin merinding. Dia memperkirakan Federal Reserve (The Fed) bakal mulai memotong suku bunga acuannya di bulan Juni, dan lanjut terus sampai Januari. Tujuannya sih buat ngademin ekonomi, tapi…
Masalahnya, pemotongan suku bunga ini bakal terjadi meski inflasi lagi naik-naiknya, mencapai 4,4 persen di akhir tahun nanti (dari 2,8 persen saat ini). Nah, kondisi kayak gini nih yang disebut stagflasi: ekonomi stagnan, inflasi tinggi. Dilema banget buat The Fed!
Kata The Fed¶
Sebelumnya, Ketua The Fed Jerome Powell sempat bilang kalau dia nggak mau buru-buru bikin penyesuaian suku bunga. Tapi, dengan kondisi ekonomi yang kayak gini, mau nggak mau The Fed harus ambil tindakan nih kayaknya.
Jadi, Apa yang Harus Kita Lakukan?¶

Well, namanya juga prediksi, bisa benar bisa salah. Tapi, yang jelas, kita perlu pantau terus perkembangan ekonomi global, khususnya AS. Kebijakan ekonomi di AS bisa punya dampak besar ke negara lain, termasuk Indonesia.
Mungkin ini saat yang tepat buat mulai diversifikasi investasi, cari peluang di sektor yang resilient, dan terus upgrade skill biar tetap relevan di pasar kerja.
Gimana menurut kamu? Apakah resesi AS bakal berdampak besar ke Indonesia? Share pendapatmu di kolom komentar, ya! Jangan lupa kunjungi lagi untuk update berita dan analisis ekonomi lainnya!
Posting Komentar