Geger Kerajaan Tumapel: Elite vs Ulama, Penguasa Arogan Jadi Biang Kerok!
Wih, ada apa nih di Kerajaan Tumapel? 😱 Kayaknya lagi panas banget situasinya! Kabar terbaru yang beredar bilang, terjadi perseteruan sengit antara para elite kerajaan dengan para ulama. Wah, kok bisa ya? Yuk, kita bedah lebih dalam biar nggak penasaran!
Geger di Tumapel: Elite vs Ulama, Siapa yang Salah?¶
image just illustration
Kondisi sosial di Kerajaan Tumapel, yang masih wilayah kekuasaan Kediri, lagi nggak enak banget nih. Gara-garanya, ada “perang dingin” antara para bangsawan dan pejabat kerajaan dengan para brahmana, alias pemuka agama. Sumber masalahnya? Menurut kabar yang beredar, semua ini karena kesewenang-wenangan Tunggul Ametung, sang penguasa Tumapel yang di bawah kendali Kediri.
Tunggul Ametung, Biang Keroknya?¶
Ternyata, Tunggul Ametung ini emang lagi nggak akur sama para pemuka agama. Sejak lama, keturunan Airlangga (yang jadi raja-raja) kayak punya tembok pembatas gitu sama kaum brahmana. Bahkan, hal ini juga jadi perhatian Ken Arok, yang lahir dari kasta terendah (sudra) dalam agama Hindu.
Ken Arok melihat, di banyak kasus, kaum brahmana cuma bisa tunduk di bawah kekuasaan para ksatria. Kabarnya, ini juga muncul pas kejadian penculikan Ken Dedes, anak dari brahmana Mpu Purwa. Waduh, makin rumit ya!
Sindiran Pedas Tunggul Ametung¶
Dalam buku “Hitam Putih Ken Arok : Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan”, diceritain kalau Tunggul Ametung pernah ngeluarin kata-kata yang kayak ngejek gitu. “Semua brahmana telah takluk menyembah pada kaum satria. Apakah Mpu Purwa, ayahmu, belum ajarkan itu padamu?” Kata-kata ini nunjukkin betapa tegangnya hubungan antara brahmana dan ksatria waktu itu. Ngeri!
Kaum Brahmana Bersatu¶
Dalam situasi kayak gini, para brahmana nggak tinggal diam. Mereka mulai nyusun kekuatan, bikin persekutuan. Walaupun kalau ketahuan raja dan pejabat istana, hukumannya bisa berat banget, mereka tetap nekat. Mereka pengen ngelawan arogansi dan dominasi kaum satria.
Lohgawe, salah satu brahmana, punya harapan besar sama Ken Arok. Dia nilai Ken Arok cerdas, genius, dan berani. Lohgawe berharap Ken Arok bisa benerin keadaan dengan cara membasmi kaum satria yang suka ngerendahin dan nistain kaum brahmana.
Masih inget jelas di ingatan Ken Arok, kata-kata Lohgawe pas malam pengukuhan dirinya sebagai brahmana: “Dengan namamu yang baru, Arok, Sang Pembangun, kau adalah garuda harapan kaum Brahmana”.
Misi Rahasia Ken Arok¶
Dengan pengukuhan ini, Ken Arok nggak cuma jadi brahmana, tapi juga dikasih mandat buat jalanin misi politik di Tumapel dan Kediri. Misinya adalah ngembaliin cakrawati Bathara Guru Sang Maha Dewa Syiwa, dan juga ngembaliin keseimbangan Jagat Pramudita. Soalnya, selama ini kekuasaan udah sepenuhnya ada di tangan kaum ksatria, yang menurut kaum brahmana bikin kekacauan dan kesewenang-wenangan. Wah, misi berat nih!
Gimana menurut kalian? Siapa yang sebenarnya salah dalam perseteruan ini? Apakah Ken Arok bisa berhasil menjalankan misinya? Kasih pendapat kalian di kolom komentar ya! Jangan lupa juga buat share artikel ini ke teman-teman kalian biar makin rame diskusinya! Kalau mau tau lebih banyak tentang sejarah dan kisah-kisah menarik lainnya, jangan lupa kunjungi website kita lagi! Sampai jumpa di artikel berikutnya! 😉
Posting Komentar