Investasi Asing di RI Makin Mahal? Ini Kata Bright Institute!
Wokei, mari kita bedah berita soal investasi asing di Indonesia yang lagi rame dibicarain!
Judul: Waduh, Investasi Asing di RI Kok Jadi Lebih Mahal? Kata Bright Institute Gini…¶
Penasaran gak sih, kenapa kok belakangan ini banyak yang ngomongin soal investasi asing di Indonesia? Katanya sih, investasi yang masuk era Presiden Jokowi malah lebih kecil dari duit yang harus dibayar buat imbal hasil ke investor asing. Seriusan nih? Yuk, kita kulik lebih dalam!
image just illustration
Kondisi Investasi Asing Era Jokowi: Lebih Banyak Keluar daripada Masuk?¶
Menurut data dari Bank Indonesia, selama periode 2015-2024, investasi asing bersih yang masuk ke Indonesia itu sekitar 335,43 miliar dolar AS. Tapi, wait for it, pembayaran imbal hasilnya malah lebih gede, mencapai 372,61 miliar dolar AS! Artinya, ada selisih keluar sekitar 38,46 miliar dolar AS.
Ekonom dari Bright Institute, Awalil Rizky, bilang kalau kondisi ini nunjukkin investasi asing di Indonesia itu makin berbiaya mahal. “Selama era Jokowi, pembayaran imbal hasil kepada investor asing lebih besar dibandingkan arus investasi yang masuk. Ini berarti Indonesia harus menanggung beban lebih besar dalam hal pembayaran keuntungan bagi pemodal asing,” ujarnya.
Bandingin Sama Era SBY: Jauh Banget!¶
Buat perbandingan, coba kita lirik era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Waktu itu, investasi asing yang masuk mencapai 288,46 miliar dolar AS, sementara pembayaran imbal hasilnya cuma 232,63 miliar dolar AS. Jadi, ada selisih masuk sekitar 55,83 miliar dolar AS. Beda jauh, kan?
Tren Negatif yang Bikin Geleng-Geleng Kepala¶
Tren negatif ini udah kejadian terus-menerus sejak tahun 2020. Di tahun itu, investasi asing yang masuk tercatat sebesar 24,72 miliar dolar AS, sedangkan pembayaran imbal hasil mencapai 32,60 miliar dolar AS. Kondisinya sempat memburuk di 2021 dan 2022, sebelum akhirnya mulai membaik di 2023 dan 2024. Tapi ya gitu deh, pembayaran imbal hasil masih aja lebih besar dari investasi yang masuk.
| Tahun | Investasi Asing Masuk (miliar dolar AS) | Pembayaran Imbal Hasil (miliar dolar AS) | Selisih (miliar dolar AS) |
|---|---|---|---|
| 2020 | 24.72 | 32.60 | -7.88 |
| 2023 | - | - | -12 |
| 2024 | - | - | -2 |
Dampaknya ke Pertumbuhan Ekonomi Gimana?¶
Investasi asing itu kan seharusnya bisa dorong pertumbuhan ekonomi dan naikin cadangan devisa. Tapi, realitanya pertumbuhan ekonomi Indonesia selama era Jokowi sampai 2024 cuma rata-rata 4,22 persen per tahun. Bahkan, kalau gak ngitung dampak pandemi, rata-rata pertumbuhan ekonomi di 2015-2019 cuma 5,03 persen per tahun. Lebih rendah dari era SBY yang mencapai 5,72 persen per tahun.
Cadangan devisa Indonesia di akhir 2024 juga cuma naik 39,21 persen dibandingin posisi akhir 2014. Padahal, Indonesia sempet dapet tambahan dana dari IMF sebesar 6,50 miliar dolar AS di Agustus 2021.
Kesimpulan: Ada yang Mesti Dibenerin Nih!¶
Awalil Rizky tegas bilang, “Arus modal asing seharusnya bisa berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan keseimbangan eksternal Indonesia. Namun, kenyataannya, justru lebih banyak dana yang keluar dibanding yang masuk.”
Nah, gimana menurut kalian? Apakah ini pertanda ada yang harus dibenerin dari kebijakan investasi kita? Jangan lupa tulis pendapat kalian di kolom komentar ya!
Buat yang pengen tau lebih banyak soal isu-isu ekonomi terkini, jangan lupa pantengin terus artikel-artikel kita. Siapa tau ada bahasan menarik lainnya yang bisa bikin kita makin pinter! Sampai jumpa di artikel berikutnya!
Posting Komentar