Jeneponto Memanas! Massa Blokade Jalan, Usir Terduga Pelaku Pelecehan!
Wokeh, siap! Ini dia penulisan ulang berita dengan gaya casual dan sedikit improvisasi:
Jeneponto Geger! Warga Ngamuk Blokade Jalan, Usir Terduga Pelaku Pelecehan!¶
Waduh, ada apa nih di Jeneponto? Kabar nggak enak datang dari Sulawesi Selatan. Warga Kelurahan Balangberu, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto lagi pada ngamuk nih! Mereka sampai blokade jalan segala! Kenapa ya? Yuk, kita simak selengkapnya!
![]()
image just illustration
Ada Apa Gerangan?¶
Jadi gini, guys, aksi blokade jalan ini ternyata bentuk protes warga terhadap dugaan pelanggaran adat istiadat, khususnya soal harga diri atau yang dikenal dengan istilah Siri’. Kasusnya melibatkan seorang warga berinisial S. Massa yang marah mengepung rumah terduga pelaku sampai bikin arus lalu lintas lumpuh total! Waduh, parah juga ya.
Tuntutan Warga: Usir Pelaku!¶
Warga yang demo nggak main-main, mereka bawa spanduk bertuliskan “Hukum adat usir S dari kampung…!” Bahkan, ada juga yang bawa senjata tajam kayak parang. Mereka menuntut agar si terduga pelaku segera diusir dari kampung sebagai bentuk penegakan hukum adat Siri’ Napacce’ yang memang dijunjung tinggi di Jeneponto.
Salah satu tokoh masyarakat, Haji Baharuddin, sampai turun tangan dan bilang kalau aksi ini adalah bentuk panggilan adat atas dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan S. “Silahkan angkat kaki dari kampung ini, kita masyarakat Jeneponto menjunjung tinggi adat Siri’ Napace,” tegas Haji Baha. Wow, tegas banget!
Dugaan Pelecehan Seksual yang Bikin Geram¶
Usut punya usut, ternyata dugaan pelecehan seksual ini dilakukan oleh pemilik toko bangunan yang berusia 40 tahun terhadap karyawan perempuannya yang masih 18 tahun. Kejadiannya Jumat malam (11/4/2025) seusai salat Magrib. Gara-gara kejadian ini, keluarga korban langsung marah dan memblokade jalan di depan rumah pelaku.
Kata Polisi Gimana?¶
Menanggapi aksi ini, Kapolsek Binamu, AKP Blasius Basthion Soge, bilang kalau pelaku sudah diamankan di Polres Jeneponto sejak malam sebelumnya. Langkah ini diambil sebagai tindakan preventif untuk menjaga ketertiban dan mencegah potensi gangguan keamanan di masyarakat. Dia juga mengimbau warga untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak berwenang.
Pesan Penting¶
Kejadian ini jadi peringatan buat kita semua. Kekerasan seksual dalam bentuk apapun tidak bisa dibenarkan! Semoga kasus ini bisa segera diselesaikan dengan adil dan transparan.
Yuk, Berikan Pendapatmu!¶
Gimana menurut kalian soal kejadian ini? Apakah tindakan warga Jeneponto ini bisa dibenarkan? Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya! Jangan lupa juga untuk share artikel ini ke teman-teman kalian supaya makin banyak yang tahu dan peduli dengan isu-isu seperti ini. Atau mungkin, kalian tertarik untuk cari berita lain seputar kejadian terkini? Jangan ragu untuk kembali lagi, ya!
Posting Komentar