Nonton Film Bareng: Jaga Lampung dari Radikalisme & Terorisme!

Table of Contents

Wih, ada acara keren nih di Lampung! Kesbangpol Provinsi Lampung mendukung banget acara bedah buku dan nonton bareng film yang mengangkat isu penting: pencegahan radikalisme dan terorisme. Yuk, simak selengkapnya!

Nonton Film Sambil Jaga Lampung dari Paham Radikal!

Nonton Film Bareng: Jaga Lampung dari Radikalisme & Terorisme!
image just illustration

Kesbangpol Lampung, lewat Bapak Hermansyah, memberikan apresiasi penuh buat acara yang diinisiasi oleh BNPT, Ruangobrol, Yayasan Prasasti Perdamaian, dan Universitas Lampung (Unila). Acara yang diadakan pada Kamis, 24 April 2025 ini fokus pada pemutaran film “Road to Resilience” dan bedah buku “Anak Negeri di Pusaran Suriah”. Tujuan utamanya? Gak lain dan gak bukan, buat menangkal penyebaran paham radikal di kalangan masyarakat.

Pentingnya Wawasan Kebangsaan di Era Digital

Bapak Hermansyah menekankan bahwa kegiatan ini strategis banget buat menanamkan kembali nilai-nilai kebangsaan. Apalagi di zaman sekarang, dengan perkembangan teknologi yang pesat, paham radikal bisa dengan mudah menyebar lewat media sosial.

Beliau juga mengingatkan bahwa Indonesia itu kaya banget, dari suku, bahasa, agama, sampai kepercayaan. Keberagaman ini, kata beliau, adalah kekuatan kita dalam membangun wawasan kebangsaan.

Kelompok Rentan Jadi Target Radikalisme

Yang bikin miris, paham radikal sekarang menyasar kelompok yang rentan, seperti perempuan, anak-anak, dan remaja. Kalau mereka terpapar paham yang bersumber dari intoleransi, wah, bisa gawat masa depan bangsa! Makanya, dibutuhkan pendekatan yang lebih soft, tapi tetap efektif dan melibatkan semua elemen masyarakat.

“Road to Resilience”: Kisah Inspiratif Febri, Mantan Pengikut ISIS

Road to Resilience
image just illustration

Film dokumenter “Road to Resilience” menceritakan kisah Febri, seorang remaja Indonesia yang sempat terjerumus dalam janji manis ISIS. Film ini menggambarkan bagaimana Febri dan keluarganya berjuang untuk kembali ke Indonesia dan menghadapi stigma dari masyarakat.

Setelah menjalani pelatihan dan interogasi, Febri dan keluarganya memulai hidup baru di Depok. Film ini mencapai klimaksnya saat Febri berhasil menyelesaikan pendidikannya dan merayakan wisuda bersama orang tuanya. Sebuah kisah yang menginspirasi tentang keteguhan hati dan semangat pantang menyerah!

Penyesalan Febri dan Pesan untuk Generasi Muda

Febri mengaku menyesal telah menyia-nyiakan hidupnya dengan mengikuti propaganda ISIS. Dia berpesan, terutama di era media sosial ini, kita harus lebih bijak dalam menggunakan internet. Jangan sampai terpapar narasi ekstrem yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

“Anak Negeri di Pusaran Konflik Suriah”: Perspektif Kemanusiaan di Tengah Konflik

Anak Negeri di Pusaran Konflik Suriah
image just illustration

Buku karya Dr. Noor Huda Ismail ini menceritakan pengalaman pribadinya dalam proses repatriasi 18 orang Indonesia dari Suriah. Buku ini gak cuma membahas soal radikalisasi, tapi juga tentang kemanusiaan, harapan, dan masa depan yang lebih baik.

Noor Huda, yang punya pengalaman luas dalam mengembangkan narasi alternatif terhadap ekstremisme, memberikan perspektif yang berharga tentang kompleksitas masalah ini.

Yuk, Jadi Bagian dari Pencegahan Radikalisme!

Acara nonton film dan bedah buku ini adalah langkah positif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya radikalisme. Kita semua punya peran penting dalam menjaga Lampung dan Indonesia dari paham-paham yang merusak.

So, tunggu apa lagi? Mari kita tingkatkan wawasan kebangsaan, bijak dalam menggunakan media sosial, dan saling menjaga satu sama lain. Dengan begitu, kita bisa membangun Indonesia yang lebih aman dan damai.

Gimana menurut kamu? Punya pengalaman atau pendapat lain tentang isu radikalisme? Share di kolom komentar, ya! Jangan lupa juga untuk terus pantau website ini untuk informasi menarik lainnya. Sampai jumpa!

Posting Komentar