Taman Safari Kena Getahnya? Dituduh Langgar HAM di Sirkus OCI, Begini Tanggapannya!

Table of Contents

Woke up to some drama! Taman Safari Indonesia (TSI) lagi kena getahnya nih. Dituduh terlibat pelanggaran HAM di sirkus OCI? Wah, beritanya panas! Yuk, kita bedah bareng-bareng!

Taman Safari Angkat Bicara: “Kita Nggak Ikut-Ikutan!”

Taman Safari Kena Getahnya? Dituduh Langgar HAM di Sirkus OCI, Begini Tanggapannya!
image just illustration

TSI langsung pasang badan, guys! Mereka tegas membantah semua tuduhan. Menurut Legal & Corporate Secretary TSI, Bara Tamardi Kusno, TSI dan Oriental Circus Indonesia (OCI) itu dua entitas yang berbeda. Ibaratnya, Matahari Department Store sama Bank Nobu, satu keluarga tapi bisnisnya sendiri-sendiri.

“OCI berdiri sejak 1967 dan berhenti beroperasi pada sekitar tahun 1997. Sementara Taman Safari berdiri pada 1981 dan hingga kini masih fokus di bidang konservasi satwa. Tidak pernah ada hubungan bisnis atau kerja sama antara TSI dan OCI,” jelas Bara dalam wawancara eksklusif bersama DetikSore.

Jadi, kesimpulannya, TSI nggak ada urusan sama OCI. Gitu, lho!

Lalu, Kenapa TSI Diseret-seret?

Rupanya, ada satu nama yang bikin publik bingung: Tony Sumampau. Beliau ini pernah terlibat di kedua entitas tersebut. Tapi, sekali lagi, Bara menegaskan, kesamaan pemilik bukan berarti perusahaan saling berkaitan secara hukum. Bahkan, pertunjukan sirkus OCI pun nggak pernah digelar di kawasan Taman Safari.

Somasi Mengagetkan: Rp 3,1 Miliar!

Bayangin, guys, tiba-tiba TSI dapat somasi senilai Rp 3,1 miliar dari kuasa hukum delapan orang yang ngaku mantan anak-anak sirkus! Padahal, TSI nggak merasa terlibat sama sekali.

“Setelah kami telusuri, mereka bukan karyawan kami, dan kami tidak memiliki catatan pernah mempekerjakan mereka,” kata Bara.

TSI udah membalas somasi itu dan siap menempuh jalur hukum untuk melindungi nama baik perusahaan. Wah, serius juga nih!

Klarifikasi dari Pihak OCI: Ada Provokator?

Oriental Circus Indonesia
image just illustration

Nggak cuma TSI yang angkat bicara, Tony Sumampau dari OCI juga memberikan klarifikasi. Dalam acara DetikSore, Tony menyebut tuduhan pelanggaran HAM itu sebagai distorsi informasi.

Menurut Tony, OCI pernah diperiksa oleh Komnas HAM pada tahun 1997 terkait laporan perlakuan terhadap anak-anak sirkus. Tapi, saat itu, OCI langsung bekerja sama dan menjalankan seluruh rekomendasi yang diberikan.

“Semua anak kami berikan pendidikan formal. Kami juga menyewa guru-guru dan mendirikan kelas. Bahkan Komnas HAM memberikan sertifikasi waktu itu,” jelas Tony.

Tony menduga ada pihak ketiga yang memprovokasi para mantan anak didiknya untuk menyerang OCI. Serem!

Intinya Gimana?

TSI berharap masyarakat nggak mencampuradukkan nama besar lembaga konservasi satwa dengan sirkus yang udah lama nggak beroperasi. Jika ingin menelusuri akar masalah, sebaiknya langsung klarifikasi ke OCI.

“Nama kami dicatut, reputasi kami dirugikan. Kami sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk tindakan hukum jika diperlukan,” tegas Bara.

Pesan dari TSI: Klarifikasi dulu, baru komentar! Jangan asal nuduh, ya!

Kesimpulan: Jangan Mudah Kemakan Hoax!

Kasus ini jadi pelajaran buat kita semua, guys. Jangan gampang percaya sama berita yang belum jelas kebenarannya. Cek dan ricek dulu sebelum ikut-ikutan menyebarkan informasi yang salah.

Gimana menurut kalian? Ada yang punya pendapat lain? Yuk, komen di bawah! Jangan lupa pantengin terus berita-berita menarik lainnya di sini, ya! Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Posting Komentar