Tragis! 11 Penambang Emas Tewas Diserang KKB di Papua, Jenazah Dievakuasi.
Waduh, berita duka lagi nih! 😔 Ada kejadian tragis di Papua, tepatnya di Kabupaten Yahukimo. Kabarnya, ada 11 penambang emas yang jadi korban serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Duh, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan ya. Mari kita simak lebih detail beritanya!
Evakuasi Jenazah yang Dramatis¶
image just illustration
Menurut keterangan Kombes Yusuf Sutejo dari Satgas Humas Damai Carten, tim gabungan lagi sibuk banget mengevakuasi jenazah para penambang. Prosesnya nggak gampang lho, mengingat lokasinya yang sulit dijangkau. Sampai berita ini ditulis, sudah ada 4 jenazah yang berhasil dievakuasi, dan sisanya (7 jenazah) masih dalam proses.
“Proses evakuasi terhadap korban pembunuhan masyarakat sipil penambang emas di wilayah Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, terus dilakukan oleh tim gabungan,” ujar Yusuf dalam keterangan tertulisnya.
Detail Lokasi Penemuan Jenazah¶
Jenazah-jenazah ini ditemukan di beberapa lokasi yang berbeda:
- Satu jenazah di Kabupaten Pegunungan Bintang, sudah dievakuasi ke RSUD Kabupaten Boven Digoel.
- Dua jenazah di Camp 22, sudah dievakuasi ke RSUD Dekai.
- Satu jenazah di Muara Kum, juga sudah dievakuasi ke RSUD Dekai.
- Lima jenazah di dua titik di kampung Bingki, masih dalam proses evakuasi.
- Dua jenazah di Tanjung Pamali, tim evakuasi bahkan harus bermalam di lokasi karena medan yang berat.
Berat banget ya perjuangan tim evakuasi! Salut deh buat mereka!
Identifikasi Jenazah dan Langkah Selanjutnya¶
Tiga jenazah yang sudah dievakuasi, langsung diotopsi oleh Tim DVI RS Bhayangkara Jaya Pura dan RSUD Dekai. Dari hasil otopsi, dua jenazah berhasil diidentifikasi, yaitu Wawan dan Stenli. Sementara satu jenazah lagi masih dicari data antermortem dari keluarganya.
Kalau sudah teridentifikasi, jenazah akan segera diserahkan ke keluarga. Tapi kalau nggak ada keluarga yang datang, terpaksa harus dikebumikan di Yahukimo, karena kondisi jenazah yang semakin memburuk. 😥
Kisah Pasutri yang Sempat Disandera¶
Selain para penambang, ada juga pasangan suami istri (pasutri), yaitu Kepala Dusun Muara Kum, Bapak Daniel Nabyal (pemilik wilayah Kampung Mabul), dan istrinya, Ibu Makdalena Olivia Masela alias Gebi, yang sempat disandera selama dua hari. Untungnya, mereka akhirnya dibebaskan karena Daniel diketahui sebagai orang asli Papua dari Yahukimo.
Setelah dibebaskan, keduanya langsung dievakuasi ke Bandara Dekai, Yahukimo, dan mendapatkan pelayanan kesehatan serta pendampingan trauma healing dari tim medis Dokter Ops Damai Cartenz dan tim psikologi.
Mari Berikan Dukungan!¶
Kejadian ini sungguh menyayat hati. Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan. Kita sebagai masyarakat Indonesia, mari kita doakan yang terbaik untuk Papua, agar kedamaian segera terwujud.
Jangan lupa tinggalkan komentar di bawah, bagikan artikel ini ke teman-temanmu, dan kunjungi lagi website ini untuk mendapatkan berita terupdate lainnya! 🙏
Posting Komentar